Kekalahan di final Piala Dunia 2026 tentu meninggalkan kekecewaan bagi para pemain Argentina dan para penggemarnya. Hal tersebut tak terkecuali dialami Enzo Fernandez.
Gelandang Chelsea ini harus menerima kenyataan pahit gagal membantu Argentina mengalahkan Spanyol di partai pamungkas.
Lebih sedihnya lagi, Enzo diganjar kartu merah di masa injury time yang membuat timnya harus bermain dengan 10 pemain dan makin sulit untuk mengimbangi apalagi membalikan keadaan menghadapi Tim Matador.
Enzo mendapat kartu kuning pertama di menit ke-82 lantaran memprotes keputusan wasit Slavko Vincic. Ia kemudian mendapat kartu kuning kedua alias kartu merah setelah melakukan tekel keras terhadap bek Spanyol, Pau Cubarsi.
Tak lebih dari sehari setelah pertandingan final yang berakhir antiklimaks itu, Enzo pun angkat bicara. Ia mencurahkan isi hatinya di akun sosial media pribadi.
“Seiring berjalannya waktu, Anda akan menyadari bahwa ada sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar hasil pertandingan,” buka Enzo di Instagram pribadinya.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dirinya memiliki rasa bangga yang dalam bisa memperkuat timnas Argentina dan menjadi bagian dari skuad tersebut.
“Selama bertahun-tahun, kelompok ini telah mewakili kami dengan cara yang terbaik. Tim ini mengajarkan bahwa bersaing bukan hanya soal menang, tetapi juga memberikan segalanya untuk seragam ini dan tidak pernah menyerah.”
Ia mengaku sangat terhormat mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari skuad Argentina yang bisa bersaing di level tertinggi.
“Merupakan sebuah kehormatan bagi saya bisa menjadi bagian dari kelompok yang selalu tampil maksimal, bersaing di level tertinggi, serta membela warna kebesaran ini dengan penuh kebanggaan, kerendahan hati, dan komitmen.”
Ia tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung Argentina yang selalu setiap memberikan dukungan. Ia mengaku seperti bermain di rumah sendiri di mana pun mereka berada.
“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung Argentina. Terima kasih karena selalu ada untuk kami, mendukung kami di setiap pertandingan, memberikan kasih sayang, dukungan tanpa syarat, dan membuat kami merasa seperti bermain di rumah sendiri di mana pun kami berada.”
Ia menutup pesannya dengan komitmen untuk terus memberikan yang terbaik selama masih mendapat kepercayaan mengenakan seragam Tim Tango.
“Mengenakan seragam tim nasional adalah kehormatan terbesar dalam karier saya, dan saya akan terus memberikan segalanya setiap kali mendapat kesempatan untuk membela negara saya.”
