Gavi menjadi salah satu pemain yang ikut membantu Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 dengan mengalahkan Argentina 1-0 di partai final. Pemain muda Barcelona ini tampil 76 menit sepanjang Piala Dunia kali ini termasuk menjadi starter saat menghadapi Cape Verde.
Tentu sang pelatih Luis de la Fuente tidak bisa memberikan menit bermain maksimal kepada pemain tersebut yang baru pulih dari cedera panjang.
Terlepas dari itu, ia pun mengirimkan pesan menyentuh di akun sosial media pribadi, berbicara sejumlah hal terkait perjalanan kariernya hingga mencapai puncak prestasi seperti ini.
“Semoga tidak ada seorang pun yang membangunkan saya dari mimpi ini, mimpi seorang anak dari Los Palacios y Villafranca yang bercita-cita memenangkan Piala Dunia bersama negaranya, dan kini pada usia 21 tahun berhasil mewujudkannya di New York bersama sekelompok pemain luar biasa yang akan dikenang sepanjang sejarah,” ungkap Gavi.
Ia mengatakan setiap pesepakbola punya cerita masing-masing. Namun, kali ini ia menjadi bagian dari sejarah yang memberikan gelar Piala Dunia kedua bagi negaranya.
“Masing-masing memiliki kisahnya sendiri, tetapi kekuatan kelompok ini membuat kami berhasil mempersembahkan bintang kedua untuk negara ini dan membuat jutaan orang merayakan kesuksesan ini, karena pencapaian seperti ini memang pantas dirayakan.”
Ia menyebut perjalanannya ke Amerika Serikat kali ini tidaklah mudah. Ia harus melewati berbagai tantangan. Salah satu yang terberat adalah cedera.
“Kisah saya adalah tentang melewati masa-masa sulit akibat cedera dalam beberapa tahun terakhir, tetapi berkat keluarga, teman-teman, serta seluruh kerja keras dan pengorbanan yang saya lakukan untuk sampai ke titik ini, hari ini saya bisa mengatakan bahwa semuanya benar-benar sepadan.”
Ia menegaskan badai cedera yang melandanya membuatnya harus memulai segala sesuatu dari awal.
“Jika harus mengulang semuanya dari awal, saya akan menjalaninya lagi, bahkan lebih dari itu.”
Dalam situasi seperti ini ia mengaku berutang pada banyak pihak. Tidak hanya saat membantunya melewati saat-saat sulit, tetapi juga tempat yang membantu menempa bakatnya sejak belia.
“Saya berutang banyak kepada begitu banyak orang, dimulai dari keluarga saya, La Liara, Betis, seluruh orang di La Masia yang menerima saya sejak hari pertama, para pelatih, serta staf FC Barcelona yang membantu saya berkembang sebagai pesepak bola dan pribadi hingga akhirnya bisa menjadi juara dunia.”
Tidak lupa ia menyinggung neneknya yang dinilai telah memberikan banyak kekuatan kepadanya. Begitu juga setelah ia tiada akan tetap memberikan dukungan kepadanya.
“Saya juga ingin memberikan penghormatan khusus kepada nenek saya atas kekuatan tambahan yang Anda berikan kepada saya selama beberapa bulan terakhir. Saya yakin Anda telah membantu saya dari atas sana,” pungkas Gavi.
