Pelatih anyar timnas Italia, Roberto Mancini meminta maaf atas keputusannya yang pernah meninggalkan timnas Italia demi menerima tawaran melatih klub di Arab Saudi.
Mancini bukan merupakan sosok asing di Gli Azzurri. Ia tercatat sebagai pelatih pada kurun 2018 hingga 2023, sebelum hengkang menangani salah satu klub top di Arab Saudi.
Ia mengaku menyesal atas keputusan masa lalu itu. Menurtunya itu merupakan kesalahan besar yang membuatnya sangat menyesal.
“Saya sangat menyesal, apa yang terjadi rasanya seperti kehilangan pasangan hidup saya. Saya melakukan kesalahan besar, saya meminta maaf atas semua yang terjadi selama tiga tahun terakhir,” beber Mancini.
Lebih lanjut, pria berusia 61 tahun itu menegaskan sebagai gantinya ia akan melakukan segala cara untuk mengembalikan keyaan timnas Italia.
“Saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk mengembalikan tim nasional ke posisi alaminya.”
Mancini yang pernah menangani Inter Milan mengakui bahwa terjadi kesalahpahaman antara dirinya dan Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kala itu yakni Gabriele Gravina. Ia mengaku bertanggung jawab penuh atas keputusan itu.
“Itu sepenuhnya merupakan kesalahan saya. Ada miskomunikasi dengan Gravina, tetapi saya mengambil tanggung jawab penuh.”
Ia menyadari penunjukkan dirinya akan menuai beragam tanggapan. Saat ini ia akan berjuang untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadapnya dan terhadap timnas Italia.
“Saya menyadari bahwa beberapa orang akan menentang saya. Saya berharap tim mampu tampil cukup baik sehingga masyarakat bisa memaafkan saya.”
Mancini optimis dengan sumber daya pemain yang dimiliki Italia saat ini, terutama para pemain muda yang dianggap punya prospek cerah. Beberapa di antaranya adalah Pio Esposito, Moise Kean, dan Nicolo Zaniolo.
“Saya tidak berpikir kami berada dalam posisi yang sangat buruk. Kami memiliki banyak pilihan di antara penyerang dan pemain sayap, dan mereka adalah pemain muda yang bisa berkembang.”
Ia mengaku mengenal sejumlah pemain muda berbakat itu dan ia menegaskan dirinya sebagai sosok yang prtama kali memberikan kepercayaan kepada mereka di level timnas senior.
“Saya memberikan debut kepada Kean dan saya mengenalnya dengan baik. Saya juga menjadi orang pertama yang memanggil Zaniolo sebelum dia bahkan bermain di Serie A,” pungkasnya.
Ujian pertama Mancini adalah menghadapi Belgia di ajang UEFA Nations League pada 25 September nanti.
