Real Madrid bersiap menghadapi salah satu pertandingan penting pada awal musim 2026/27. Los Blancos akan bertandang ke markas Atletico Madrid di Stadion Metropolitano dalam lanjutan kompetisi akhir pekan ini.
Menjelang derbi tersebut, Jose Mourinho memberikan perhatian khusus terhadap konsentrasi para pemainnya. Sang pelatih ingin Real Madrid tetap menjaga intensitas permainan hingga peluit akhir dan tidak menganggap pertandingan sudah selesai sebelum benar-benar berakhir.
Kekhawatiran itu muncul setelah beberapa pertandingan sebelumnya memperlihatkan situasi serupa. Madrid sempat berada dalam posisi nyaman ketika menghadapi Inter Milan, Elche, dan Rayo Vallecano, tetapi lawan kemudian mampu memberikan tekanan dan membuat pertandingan kembali terbuka.
Menurut laporan AS, Mourinho berusaha menghilangkan sikap complacency dari skuadnya. Ia menilai penurunan fokus dapat muncul ketika pemain merasa kemenangan sudah berada dalam genggaman.
Pertandingan melawan Elche menjadi salah satu contoh yang mendapat perhatian sang pelatih. Mourinho kurang puas dengan performa timnya setelah jeda, meski tetap mengapresiasi respons para pemain ketika Elche mulai meningkatkan tekanan.
Bagi Mourinho, persoalan Madrid bukan terletak pada minimnya kesempatan untuk mengamankan pertandingan. Sebaliknya, mereka memiliki sejumlah peluang untuk memastikan kemenangan, tetapi tidak mampu memanfaatkannya.
“Masalahnya jelas. Pertandingan yang tampak sudah selesai, ternyata belum benar-benar usai. Kami memiliki tiga, empat, atau lima peluang untuk mengunci kemenangan, namun kami gagal memanfaatkannya,” ujar Mourinho.
Ia juga menyoroti pola pikir pemain ketika pertandingan memasuki fase akhir. Mourinho tidak ingin anak asuhnya menurunkan kewaspadaan hanya karena lawan belum berhasil mencetak gol tambahan.
“Kami masuk ke dalam pola pikir, ‘Oke, kita memang belum mencetak gol lagi, tapi laga ini sudah selesai’. Saya tidak tahu apakah ini kata yang tepat, tapi ini sedikit banyak merupakan sikap ‘cepat puas’,” tegasnya.
Derbi melawan Atletico pun menjadi kesempatan bagi Madrid untuk menerapkan tuntutan Mourinho: menjaga fokus, mengontrol pertandingan, dan mempertahankan konsentrasi sampai menit terakhir.
