Carlo Ancelotti buka suara terkait alasannya menolak tawaran menangani timnas Italia. Nama pelatih berusia 67 tahun itu ramai disebut sebagai salah satu calon pengganti Gennaro Gattuso yang mundur setelah gagal membawa Italia ke Piala Dunia 2026.
Ancelotti bersanding dengan Pep Guardiola sebagai kandidat yang dilirik Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).
Dalam keterangannya, Ancelotti mengakui dirinya memang sempat didekati FIGC. Hanya saja ia masih memiliki komitmen dengan timnas Brasil.
“Ini bukan masalah kontrak, itu bukan alasannya. Alasannya adalah karena saya memiliki komitmen kepada CBF dan negara ini, karena negara ini telah menyambut saya dengan sangat hangat selama tahun pertama saya,” beber Ancelotti.
Sembari mengapresiasi tawaran yang diberikan, mantan juru taktik Real Madrid itu menegaskan dirinya masih akan melanjutkan kiprahnya bersama timnas Selecao.
“Saya ingin tetap berada di sini. Saya tentu berterima kasih kepada Federasi Italia, tetapi saya ingin bertahan di sini karena saya percaya ini adalah keputusan yang benar dan adil untuk tetap berada di negara yang telah menerima saya dengan sangat baik, di sebuah institusi yang telah memberikan saya kesempatan untuk bekerja.”
Ancelotti memang tengah serius membenahi timnas Brasil setelah gagal mengantar negara itu berbicara banyak di Piala Dunia 2026. Langkah Tim Samba terhenti di babak 16 besar yang menorehkan catatan kelam dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
Ia mengakui bahwa hasil di Piala Dunia 2026 tidak sesuai harapan. Namun, ia tak mau larut dalam kesedihan itu. Yang terpenting saat ini adalah segera bangkit dan melakukan pembenahan.
“Hasil Piala Dunia tidak bagus, itu mengecewakan semua orang dan kami semua merasa sedih. Namun, kami harus melihat kembali apa yang sudah terjadi dengan satu mata dan melihat masa depan dengan mata lainnya.”
Ia sangat optimis dengan generasi baru sepak bola Brasil yang dinilai memiliki sederet pemain muda berbakat.
“Generasi pemain berikutnya, negara ini memiliki pemain-pemain berbakat, dan kami bisa membangun masa depan yang positif.”
Setelah Piala Dunia 2026 Brasil tentu siap menyambut era baru menyusul berakhirnya era para pemain senior seperti Neymar, Alisson Becker, Casemiro, Danilo, hingga Alex Sandro.
“Saya percaya bahwa secara sejarah, satu generasi akan berakhir dan generasi lain harus mengambil tempatnya. Generasi berikutnya harus lebih baik daripada generasi sebelumnya.”
Ia menilai beberapa pemain jebolan Piala Dunia 2026 masih berpeluang dipanggil kembali. Hanya saja ia akan melihat kebutuhan secara keseluruhan.
“Apa yang kami pikirkan adalah beberapa pemain mungkin masih bisa masuk skuad, tetapi kami harus melihat ke arah siklus baru dan kami akan melihat siklus baru tersebut dengan membawa pemain-pemain baru. Ini adalah sebuah bab yang sedang berakhir. Tentu saja, kami harus berterima kasih kepada mereka semua, dan saya memiliki banyak rasa sayang kepada mereka,” pungkasnya.
