Pemain senior Argentina, Nicolas Otamendi resmi mengakhiri kariernya bersama Tim Tango. Pertandingan final Piala Dunia 2026 menghadapi timnas Spanyol pada Senin, 20 Juli 2026 dini hari WIB lalu menjadi laga terakhir sekaligus perpisahannya bersama La Albiceleste.
Otamendi yang saat ini berusia 38 tahun sudah memperkuat Argentina dalam 139 pertandingan. Bek yang kini bermain untuk River Plate itu menyampaikan pesan perpisahan kepada tim nasional melalui unggahan video di akun Instagram pribadi.
“Saya bermimpi sejak usia sangat muda untuk mengenakan seragam Argentina. Itu adalah kehormatan terbesar yang diberikan sepak bola kepada saya,” beber Otamendi.
Ia mengatakan bahwa final Piala Dunia 2026 menjadi akhir perjalannya bersama Argentina. Meski gagal mempertahankan gelar juara ia mengaku tetap bangga dan mengakhiri karier internasionalnya dengan kepala tegak.
“Takdir menginginkan pertandingan terakhir saya menjadi final Piala Dunia. Hasilnya memang bukan yang kami harapkan, tetapi saya pergi dengan kepala tegak karena kelompok ini berjuang hingga detik terakhir.”
Ia memastikan dirinya meninggalkan timnas dengan keyakinan bahwa mereka sudah memberikan segalanya di pertandingan final itu.
“Saya meninggalkan tim ini dengan keyakinan bahwa saya telah memberikan segalanya.”
Ia tidak lupa memberikan apresiasi kepada para pendukung yang selalu berada bersama mereka di setiap pertandingan.
“Anda semua membuat kami merasa bahwa setiap kali lagu kebangsaan berkumandang, bukan hanya sebelas pemain yang berada di lapangan, melainkan jutaan orang yang sedang memperjuangkan mimpi yang sama.”
Ia tidak hanya mengucapkan terima kasih kepada keluarganya, juga memberikan semangat kepada generasi penerus untuk terus berjuang agar bisa mengukir prestasi di masa depan.
“Jangan pernah berhenti percaya. Akan ada kegagalan yang terasa mustahil untuk dilewati, tetapi seragam ini selalu memberikan balasan kepada mereka yang membelanya dengan kerendahan hati, pengorbanan, dan cinta.”
Ia berharap para pemain muda tidak sampai patah semangat karena satu kekalahan di partai final.
“Teruslah mengangkat kepala, terus berjuang, dan jangan pernah biarkan satu kekalahan merampas impian kalian.”
Ia menutup pesannya dengan mengatakan bahwa gelar akan tercatat dalam sejarah namun rasa cinta membela tim nasional akan bertahan selamanya.
“Gelar akan selalu tercatat dalam sejarah, tetapi cinta kepada warna kebesaran ini akan bertahan selamanya,” tutup Otamendi.
Adios Otamendi!
