Kabar mengejutkan datang dari skena kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Indonesia. Setelah empat musim penuh dedikasi dan berbagai momen tak terlupakan, Dewa United Esports secara resmi mengumumkan perpisahan dengan roamer andalan mereka, Irfan “Muezza” Ramadhani. Pengumuman emosional ini disampaikan melalui kanal YouTube resmi tim pada penghujung Juli 2026 lewat sebuah video bertajuk “THE HARDEST GOODBYE, THANK YOU MUEZZA!”. Kepergian pemain berusia 23 tahun ini menandai akhir dari sebuah era bagi skuad berjuluk Anak Dewa tersebut, sekaligus membuka lembaran baru dalam karier profesional sang pemain.

Perjalanan Awal: Dari MDL Menuju Panggung Utama
Sebelum menjadi salah satu pilar utama di Dewa United, Irfan Ramadhani, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Muezza, telah merintis kariernya dari kasta kedua skena kompetitif MLBB Indonesia. Lahir pada 8 November 2002, Muezza memulai debut profesionalnya yang tercatat secara signifikan bersama OPI Pegasus pada awal 2023. Bersama OPI, ia tampil di MDL Indonesia Season 7 dan Season 8, di mana ia berhasil membawa timnya menembus babak semifinal dan finis di posisi ke-3 dan ke-4.
Potensi besarnya mulai tercium oleh tim-tim besar ketika ia hijrah ke Geek Fam ID Jr pada awal 2024. Bersama Geek Fam Jr, Muezza mencatatkan prestasi gemilang dengan menjuarai MDL Indonesia Season 9 setelah menundukkan RRQ Sena dengan skor dramatis 4-3 di babak grand final. Penampilan impresifnya sebagai pengatur serangan dan tembok pertahanan tidak hanya memberinya gelar juara, tetapi juga penghargaan individu sebagai Second Team Winner di musim tersebut. Prestasi inilah yang memicu ketertarikan Dewa United Esports untuk merekrutnya sebagai amunisi baru menjelang MPL Indonesia Season 14.
Dedikasi Empat Musim Bersama Dewa United (Season 14 – Season 17)
Muezza resmi diumumkan sebagai pemain Dewa United pada 1 Agustus 2024. Kedatangannya membawa harapan baru bagi tim yang tengah mencari identitas dan konsistensi di liga kasta tertinggi. Selama empat musim berseragam Dewa United, Muezza merasakan manis pahitnya kompetisi yang sangat ketat.
MPL ID Season 14: Musim Perdana Sang Debutan
Pada musim debutnya bersama Dewa United di MPL ID Season 14, Muezza langsung membuktikan bahwa ia bukan sekadar pemain promosi biasa. Ia berhasil menyabet penghargaan Week 1 Best Rookie, menunjukkan adaptasi cepatnya dengan atmosfer panggung MPL yang penuh tekanan. Meskipun secara tim Dewa United masih harus puas finis di posisi ke-7 pada fase grup akibat persaingan poin yang sangat sengit, Muezza sukses menancapkan namanya sebagai salah satu roamer muda yang patut diperhitungkan.
MPL ID Season 15: Ujian Berat di Fase Transisi
Memasuki Season 15 (Maret – Juni 2025), Dewa United menghadapi ujian yang cukup berat. Adaptasi strategi baru serta rotasi pemain membuat tim kesulitan menemukan ritme yang konsisten sepanjang regular season. Tim Anak Dewa terpaksa harus mengakhiri musim di posisi ke-8 dan gagal menembus playoffs. Namun, secara statistik individu, kontribusi assist dan kepiawaian Muezza dalam membaca peta pertarungan tetap menjadi titik terang di dalam timnya. Periode kelam ini menjadi fase pembelajaran krusial yang mengasah mentalitas dan kedisiplinan in-game sang pemain ke depannya.
MPL ID Season 16: Kebangkitan dan Performa Agresif
Season 16 (Agustus – November 2025) menjadi salah satu momen puncak bagi karier Muezza. Di bawah arahan pelatih Jaypee “Coach Right” Felipe, Dewa United bertransformasi menjadi tim yang sangat agresif, rapi, dan sulit ditebak. Salah satu pertandingan paling epik di musim ini adalah ketika Dewa United sukses menundukkan raksasa Team RRQ dengan skor telak 2-0 pada pekan kelima.
Dalam laga tersebut, Muezza yang menggunakan hero signature-nya, Chou, dinobatkan sebagai Player of The Match berkat kelihaiannya menculik core lawan. Ia mampu melakukan inisiasi dan pick-off penting yang menghancurkan rotasi musuh sejak menit awal. Seusai pertandingan, Muezza sempat mengungkapkan kunci sukses timnya:
“Saat latihan dan scrimmage game banyak coba-coba gaya main baru karena lumayan banyak berubah buat posisi roamer, jadi kalau ada kesalahan bisa langsung belajar. Dari jajaran pelatih alhamdulillah banyak memberi arahan buat aku untuk lebih improve.”
Gaya bermain makro yang tajam membawa Dewa United kembali lolos ke babak playoffs dan mengakhiri musim di posisi ke-5 hingga ke-6, sebuah peningkatan moral dan prestasi yang masif dari musim sebelumnya.
MPL ID Season 17: Penutup yang Solid
Musim kompetisi terakhirnya bersama tim, MPL ID Season 17 (Maret – Juni 2026), kembali menjadi ajang pembuktian konsistensi Muezza. Ia bahkan terpilih masuk ke dalam Team of The Week #5 pada akhir April 2026 berkat penampilan gemilangnya di Land of Dawn. Sayangnya, langkah Dewa United di babak playoffs harus terhenti lebih awal di tangan mantan timnya sendiri, Geek Fam, setelah kalah telak 0-3. Hasil ini menempatkan Dewa United kembali di posisi ke-5 hingga ke-6. Pertarungan emosional tersebut pada akhirnya tercatat sebagai laga kompetitif pamungkas Muezza di bawah naungan logo Dewa United.
Gaya Bermain dan Pengaruh di Dalam Tim
Kehilangan Muezza tentu merupakan pukulan cukup krusial bagi struktur gameplay Dewa United. Dikenal sebagai pemain yang sangat fleksibel, Muezza mampu menjalankan peran tanker garis depan yang tebal maupun support healer pelindung lini belakang dengan standar disiplin yang sama ketatnya. Hero-hero berkapasitas crowd control besar seperti Chou, Gatotkaca, dan Gloo menjadi senjata mematikan yang kerap membuat fase drafting tim lawan kalang kabut.
Berbeda dengan roamer pasif yang sekadar mengikuti rotasi Jungler atau Gold Laner, Muezza memiliki naluri inisiasi yang agresif untuk mendobrak formasi pertahanan musuh di detik pertama team fight pecah. Visi permainannya yang luas juga membuatnya dipercaya menjadi pengambil keputusan atau shotcaller utama tim, terutama ketika kontes perebutan objektif vital seperti Turtle dan Lord sedang terjadi. Kemapanan ini tidak lepas dari rentetan jam terbang panjang yang telah ia himpun sejak panggung MDL.
Ke Mana Langkah Muezza Selanjutnya?
Hingga berita ini dirilis, pihak manajemen maupun sang pemain belum memberikan pernyataan resmi terkait pelabuhan baru Irfan Ramadhani pada bursa transfer mendatang. Di berbagai wadah komunitas, bermunculan beragam spekulasi; mulai dari kemungkinan sang pemain memutuskan untuk beristirahat sementara (rehat) demi mengembalikan kondisi fisik dan mental, hingga kabar mengenai negosiasi rahasia dengan beberapa tim franchise besar lainnya yang tengah krisis roamer berpengalaman.
Di sisi lain, kepergian ini mendesak kubu Dewa United Esports untuk segera meracik ulang fondasi tim dan mencari pengganti yang memiliki profil kaliber setara. Menjelang bergulirnya pramusim yang baru, pergerakan manajemen di bursa transfer tentu akan terus menjadi sorotan utama para pendukung setia Anak Dewa. Manajemen tim sendiri telah secara terbuka menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya atas seluruh keringat, dedikasi, serta kontribusi tanpa lelah yang ditorehkan Muezza dalam usahanya membesarkan nama tim di kancah nasional.
Kesimpulan
Perjalanan empat musim Irfan “Muezza” Ramadhani berseragam Dewa United Esports adalah sebuah refleksi dari kerja keras berkesinambungan dan proses yang tidak instan. Datang sebagai kampiun MDL yang diproyeksikan sebagai amunisi segar penambah daya gedor tim, ia dengan cepat berevolusi menjadi pilar inti pertahanan yang tak tergantikan. Rekam jejak panjangnya dari MPL ID Season 14 hingga Season 17—yang sarat akan momen kebangkitan epik, kemenangan krusial atas para raksasa liga, hingga deretan penghargaan individu—akan selalu memiliki ruang khusus dalam buku sejarah Dewa United.
Bagi karier Muezza, perpisahan ini tentu bukanlah garis finis, melainkan sekadar penutup satu babak bersejarah untuk memulai petualangan baru yang tidak kalah menantang. Publik pencinta esports Tanah Air kini hanya bisa menunggu dengan penuh antisipasi: jersey tim manakah yang akan dikenakan oleh salah satu roamer paling bersinar di jagat Mobile Legends Indonesia ini kelak? Tentu patut kita nantikan kejutannya. Thank you for the memories and good luck on your next competitive journey, Muezza!
