Panggung Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia (MPL ID) Season 17 kembali memanas memasuki Pekan Ketiga. Salah satu laga yang paling dinantikan dan diprediksi akan menyita jutaan pasang mata adalah pertemuan antara sang raksasa, ONIC, melawan tim yang sedang naik daun dengan performa mengejutkan musim ini, DEWA UNITED Esports. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat, 10 April 2026, bertempat di MPL Arena – XO Hall, Jakarta.

Pertemuan ini bukan sekadar perebutan poin di papan klasemen Regular Season, melainkan pembuktian dari dua filosofi bermain yang berbeda. ONIC datang dengan rekor tak terkalahkan dan roster bertabur bintang yang dipimpin oleh staf kepelatihan baru, sementara DEWA UNITED membawa momentum agresivitas tinggi dari roster muda mereka yang haus akan validasi. Artikel ini akan membedah prediksi ONIC vs DEWA UNITED secara mendalam peta kekuatan kedua tim, rekam jejak pertemuan historis, analisis komprehensif roster, hingga kalkulasi probabilitas kemenangan berdasarkan data faktual.
Kilas Balik Perjalanan di MPL ID Season 17
Sebelum membedah head-to-head (H2H), penting untuk melihat bagaimana kedua tim mengawali kampanye mereka di Season 17 ini. Momentum adalah segalanya dalam skena kompetitif MLBB, dan kedua tim datang dengan bekal yang sangat kuat.
Laju Sempurna ONIC ONIC tampil bak monster yang tak tersentuh di dua pekan pertama. Transisi CW dari Gold Laner legendaris menjadi Coach ternyata membawa warna baru yang sangat positif bagi Sang Landak. Mereka menyapu bersih seluruh pertandingan dengan kemenangan mutlak 2-0 atas Alter Ego (Week 1), RRQ Hoshi (Week 1), dan Geek Fam (Week 2). Keberhasilan ini tidak lepas dari kehadiran mesin pembunuh baru asal Filipina, Kelra, yang langsung nyetel dengan skema permainan ONIC. Statistik mencatat Kelra memiliki rata-rata KDA tertinggi, GPM (Gold Per Minute) yang sangat efisien, serta persentase teamfight participation yang krusial. ONIC terlihat bermain dengan tempo yang sangat dikontrol; mereka tahu kapan harus menahan lane dan kapan harus menekan secara masif.

Konsistensi dan Sandungan Kecil DEWA UNITED Di sisi lain, DEWA UNITED di bawah asuhan Coach Aceng menunjukkan perkembangan makro yang sangat signifikan. Anak Dewa sukses mengamankan kemenangan bersih 2-0 atas Bigetron Alpha di laga perdana, dan kembali membungkam tim debutan Natus Vincere (NAVI) dengan skor 2-0 lewat strategi draft cerdas dan permainan disiplin pada Week 2. Namun, laju sempurna mereka sedikit ternoda setelah harus mengakui keunggulan Team Liquid ID (TLID) dengan skor tipis 1-2 di hari terakhir Week 2. Kekalahan dari TLID menjadi evaluasi berharga bagi DEWA bahwa kedisiplinan late game mereka masih rentan terhadap setup backdoor atau pick-off dadakan.

Ulasan Prediksi Head-to-Head (H2H) ONIC vs DEWA UNITED
Jika kita menarik data aktual dari musim-musim sebelumnya, sejarah berpihak sangat kuat kepada ONIC. Dalam pertemuan-pertemuan krusial, Sang Landak Kuning hampir selalu menemukan celah untuk menghukum kesalahan makro dari Anak Dewa.
Berikut adalah rangkuman H2H faktual dari pertemuan terakhir kedua tim di pentas MPL ID:
-
MPL ID Season 16 (17 Oktober 2025): ONIC 2 – 0 DEWA UNITED
-
MPL ID Season 15 (21 Maret 2025): ONIC 2 – 1 DEWA UNITED
-
MPL ID Season 14 (Musim Reguler): Mayoritas didominasi oleh ONIC dengan kontrol permainan di bawah 15 menit (fast game).
Analisis Berdasarkan Data H2H:
-
Penguasaan Objektif Awal: Dalam tiga pertemuan terakhir di Season 15 dan 16, ONIC memiliki persentase kemenangan Turtle pertama sebesar 78% saat melawan DEWA. Dominasi Kairi di area Jungle seringkali membuat rotasi DEWA menjadi reaktif, bukan proaktif.
-
Transisi Mid ke Late Game: Pada Season 15 di mana DEWA berhasil mencuri satu poin, kemenangan tersebut diraih lewat draft kejutan yang memfokuskan burst damage di early game. Namun, begitu permainan menyentuh menit ke-18 ke atas, disiplin rotasi Lord Dance dari ONIC nyaris tidak pernah bisa dipecahkan oleh DEWA.
-
Tekanan di Gold Lane: Sejarah mencatat bahwa DEWA sering membiarkan Gold Laner ONIC melakukan free farm di 5 menit pertama demi mengamankan objektif tengah. Kini, dengan adanya Kelra, membiarkan Gold Lane tidak tersentuh sama saja dengan mengundang kekalahan.
Analisis Roster & Kekuatan/Kelemahan ONIC
ONIC musim ini adalah perpaduan antara mekanik kelas dunia dan visi makro pelatih veteran. Dengan asuhan Coach CW dan asisten Paddington, pola permainan ONIC menjadi lebih fleksibel dan sulit ditebak.
1. Kairi (Jungler)
-
Kelebihan: Sebagai salah satu Jungler terbaik di dunia, Retribution timing, penguasaan hero Assassin (Fanny, Ling, Joy) maupun Utility/Tank Jungler (Fredrinn, Baxia), ada di level tertinggi. Kairi adalah playmaker utama. Mekanik mikronya membuat lawan harus membuang minimal 2-3 skill ultimate hanya untuk menangkapnya.
-
Kekurangan: Jika Kairi terus-menerus diinvasi sejak level 1 (seperti strategi yang sering diterapkan tim Filipina lainnya di turnamen internasional), tempo farming-nya bisa terganggu. Ia membutuhkan back-up dari Roamer dan Midlaner yang konsisten.
2. Gilang “Sanz” (Mid Laner)
-
Kelebihan: Pemain dengan positioning paling jenius di MPL ID. Sanz jarang sekali ter-pick-off sebelum teamfight utama terjadi. Ia sangat mahir menggunakan hero high ground pelindung (Novaria, Pharsa, Yve) maupun hero burst (Valentina, Kadita). Akurasi skill shot-nya memberikan poke damage yang konstan ke garis belakang musuh.
-
Kekurangan: Terkadang terlalu fokus pada rotasi membantu Jungler sehingga sesekali tertinggal wave minion di awal permainan jika rotasinya gagal membuahkan kill.
3. Grant “Kelra” Pillas (Gold Laner)
-
Kelebihan: Bintang baru yang langsung bersinar terang. Kelra adalah tipe “Core Monster” yang mandiri. Ia bisa memenangkan duel mekanik 1v1 melawan hampir semua Gold Laner di MPL ID. Penggunaan hero Marksman agresif seperti Beatrix, Claude, dan Brody-nya berada di level tier S. Kelra memberikan asuransi damage yang masif di fase late game.
-
Kekurangan: Gaya bermainnya yang agresif kerap membuatnya berada di posisi offside jika tidak diawasi oleh Roamer. Terlalu percaya diri (overcommit) untuk mendapatkan poin kill bisa menjadi bumerang.
4. Moch “Lutpiii” Ardianto (EXP Laner)
-
Kelebihan: Lutpiii telah berkembang menjadi inisiator yang sangat tangguh. Penguasaan hero zoning seperti Terizla, Arlott, dan Yu Zhong membuatnya menjadi pelindung yang sempurna untuk Kairi dan Kelra. Ia tahu persis kapan harus flank dan mengacaukan formasi musuh.
-
Kekurangan: Fleksibilitas hero pool-nya untuk hero-hero damage/split pusher murni (seperti Benedetta atau Paquito) terkadang masih berada di bawah bayang-bayang dominasi hero Fighter-Tank.
5. Nicky “Kiboy” Pontonuwu / Sam “SsamueL” Hosyo (Roamer)
-
Kelebihan (Kiboy): Agresivitas tanpa batas. Kiboy adalah master hero inisiator (Chou, Khufra, Minotaur). Visi permainannya sangat luas, sering kali membuka peta jauh ke dalam pertahanan musuh tanpa terbunuh.
-
Kelebihan (SsamueL): Kehadiran SsamueL memberikan opsi rotasi Support yang lebih pasif dan melindungi, sangat cocok jika ONIC ingin bermain aman mengawal Kelra.
-
Kekurangan: Agresivitas Kiboy terkadang tidak seirama dengan kecepatan rotasi anggota tim lainnya, yang berujung pada inisiasi heroik yang gagal (feeding).
Analisis Roster & Kekuatan/Kelemahan DEWA UNITED
Di bawah tangan dingin Coach Aceng dan Asisten Coach Raiden, DEWA UNITED telah bertransformasi dari “tim kuda hitam” menjadi penantang gelar yang serius. Roster musim ini sangat dinamis dan mengandalkan kedisiplinan teamfight.
1. Dolynn (Jungler)
-
Kelebihan: Dolynn adalah eksekutor yang sabar. Ia sangat disiplin dalam mengikuti panggilan shotcaller. Penguasaan hero Tank Jungler-nya membuat barisan depan DEWA sangat alot untuk ditembus. Ia bermain sangat objektif, mengutamakan Turtle dan Turret dibandingkan rasio KDA.
-
Kekurangan: Saat berhadapan dengan Jungler mekanik tinggi seperti Kairi, Dolynn sering tertinggal dalam rotasi gold. Kecepatan farming-nya saat menggunakan hero Assassin masih perlu dievaluasi.
2. Octa (Mid Laner)
-
Kelebihan: Otak dari agresi lini tengah DEWA. Octa mahir mengontrol tempo dengan hero-hero bertipe penguasaan area seperti Lylia dan Vexana. Sinerginya dengan Roamer sering kali menghasilkan first blood yang berharga.
-
Kekurangan: Sering kesulitan jika ditekan dengan hero Assassin/Burst Midlaner yang bisa langsung mengeliminasi ke garis belakang. Positioning-nya di fase krusial menit ke-20+ sering menjadi target operasi musuh.
3. Maybeee (Gold Laner)
-
Kelebihan: Pemain muda dengan refleks luar biasa. Maybeee bermain sangat baik dengan hero scaling seperti Irithel atau Melissa. Ia cukup sabar untuk tidak melakukan kesalahan bodoh di fase laning, memastikan dia mendapatkan perlengkapan intinya sebelum memulai peperangan besar.
-
Kekurangan: Mentalitasnya di panggung besar saat berhadapan dengan nama-nama veteran masih sering goyah. Duel 1v1 melawan Kelra akan menjadi ujian psikologis terberatnya.
4. Qinn (EXP Laner)
-
Kelebihan: Pilar pertahanan sejati. Qinn merupakan pemain yang siap mengorbankan badannya demi memenangkan ruang untuk tim. Ia mahir melakukan cut minion dan memberikan distraksi di ujung peta saat timnya sedang mengambil objektif penting.
-
Kekurangan: Pemilihan hero yang monoton. Qinn sangat kuat dengan hero tebal, namun jika DEWA membutuhkan EXP Laner yang bisa mengangkat damage saat draft mereka kekurangan output damage, Qinn kurang bisa memberikan dampak instan.
5. Muezza / Kesu (Roamer)
-
Kelebihan (Muezza/Kesu): Fleksibilitas tinggi dalam memberikan kejutan draft. Kesu sering memberikan stabilitas dengan healer (Mathilda, Floryn), sementara Muezza lebih ke inisiasi Tank. Keduanya memiliki sinergi apik dengan Octa dalam membuka map (open map).
-
Kekurangan: Kalah dalam pengalaman zoning makro. Saat tim berada dalam posisi tertekan (losing condition), shotcalling dari Roamer DEWA sering kali terlihat buntu dan ragu-ragu untuk melakukan set-up defensi.
Prediksi Taktik dan Draft Pick
Pertandingan ini akan sangat ditentukan pada 5 menit awal atau fase Early Game.
Kunci bagi ONIC: Coach CW diprediksi akan memastikan Kelra mendapatkan kenyamanan penuh. Strategi draft kemungkinan akan mem-banned hero-hero yang bisa dengan cepat menutup jarak ke garis belakang, seperti Joy atau Arlott. ONIC akan memaksa DEWA bermain pasif dengan rotasi 4-man di satu sisi (mid-to-gold lane rotation) untuk menghancurkan Turret Tier 1 Maybeee secepat mungkin. Sanz akan memegang peran vital untuk melakukan rotasi cepat dan memastikan Kairi unggul level di Turtle pertama.
Kunci bagi DEWA UNITED: DEWA harus mengambil risiko. Coach Aceng tidak boleh membiarkan ONIC bermain dengan tempo mereka. Opsi draft yang sangat proaktif wajib diambil. Dolynn mungkin harus keluar dari zona nyamannya (Tank Jungler) dan menggunakan hero dengan mobilitas tinggi atau hero inisiasi paksa seperti Martis atau Akai untuk menginvasi area hutan Kairi. Selain itu, DEWA wajib memberikan pressure di area EXP Lane melalui Qinn agar konsentrasi rotasi ONIC terpecah, sehingga Maybeee bisa mengimbangi perolehan Gold Kelra di sisi lain peta.
Probabilitas Kemenangan dan Kesimpulan
Melihat seluruh variabel di atas—mulai dari momentum tidak terkalahkan di Season 17, superioritas Head-to-Head historis, hingga perbedaan kedalaman pengalaman di posisi krusial—timbangan sangat berat condong ke arah ONIC.
Performa Kelra sebagai amunisi baru yang luar biasa mengerikan, dikombinasikan dengan sentuhan jenius dari Coach CW, membuat celah kelemahan ONIC nyaris tidak terlihat sejauh ini. DEWA UNITED memang menunjukkan peningkatan makro yang patut diapresiasi, terbukti dari cara mereka meredam NAVI dan Bigetron. Namun, menghadapi ONIC adalah perkara yang benar-benar berbeda. Kekalahan DEWA dari Team Liquid (TLID) membuktikan bahwa mereka masih memiliki celah konsistensi saat menghadapi tim dengan rotasi level tinggi.
Kalkulasi Probabilitas Kemenangan:
-
ONIC: 75%
-
DEWA UNITED: 25%
Prediksi Skor Akhir: ONIC 2 – 0 DEWA UNITED (Atau kemungkinan kecil 2 – 1 jika DEWA berhasil mencuri satu game lewat draft kejutan di laga pembuka).
Laga Jumat, 10 April 2026 ini akan menjadi saksi apakah Anak Dewa memiliki mukjizat dan ketangguhan mental untuk menjatuhkan sang raksasa, atau justru kembali menjadi korban dari invasi tanpa ampun Landak Kuning yang tengah berlari menuju gelar juara berikutnya di MPL ID Season 17. Bagi para penggemar esports Indonesia, siapkan cemilan dan pastikan Anda tidak melewatkan pertunjukan mekanik kelas dewa di atas Land of Dawn!

