Jakarta, 3 April 2026 — Babak Regular Season Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia Season 17 (MPL ID S17) resmi memasuki Week 2 Day 1. Diselenggarakan secara luring di XO Hall, MPL Arena, Jakarta Barat, laga pembuka di hari Jumat, 3 April 2026 menyajikan dua pertandingan krusial yang secara drastis mengukuhkan dominasi tim-tim papan atas di klasemen sementara.
Banyak yang memprediksi bahwa masuknya tim-tim dengan nama besar akan membuat persaingan semakin berimbang. Namun, hasil di lapangan pada MPL ID S17 Week 2 Day 1 membuktikan bahwa konsistensi, chemistry, dan kedisiplinan makro masih menjadi penentu utama. ONIC Esports kembali menegaskan statusnya sebagai “Raja Langit” dengan melibas Geek Fam, sementara Dewa United Esports mempertegas julukan “Anak Dewa” dengan menghentikan langkah perwakilan franchise global, Natus Vincere (NAVI).
Berikut adalah rincian lengkap dari hasil pertandingan, analisis jalannya permainan, serta dampaknya terhadap peta persaingan MPL ID S17 Week 2 Day 1.
Pertandingan Pertama: ONIC Esports vs Geek Fam (15.15 WIB)
Skor Akhir: 2 – 0 untuk ONIC Esports
Pertandingan pembuka di pekan kedua mempertemukan pemuncak klasemen sementara, ONIC Esports, dengan Geek Fam yang sedang berusaha mencari pijakan setelah menelan kekalahan 0-2 dari EVOS di pekan pertama. ONIC turun dengan rasa percaya diri penuh setelah pada pekan pertama sukses melibas dua tim raksasa, NAVI dan RRQ Hoshi, dengan skor identik 2-0.

Alih-alih menjadi ajang kebangkitan bagi Geek Fam, pertandingan ini justru menjadi panggung demonstrasi kekuatan pasukan Landak Kuning. Dalam format Best of 3 (Bo3), ONIC hanya membutuhkan dua game langsung untuk memulangkan Geek Fam.

Jalannya Pertandingan: Dominasi Total Sang Raja Langit
Sejak menit pertama di game kesatu, ONIC langsung menunjukkan kelasnya. Berbeda dengan tim lain yang mungkin membutuhkan waktu untuk memanaskan mesin, ONIC tampil agresif namun sangat terorganisir. Masuknya Kelra ke dalam roster ONIC terbukti terus memberikan impact yang masif di area Gold Lane.
-
Eksekusi Objektif yang Disiplin: ONIC tidak memberikan ruang sedikit pun bagi Jungler Geek Fam untuk bernapas. Rotasi mematikan dari Midlaner dan Roamer ONIC terus-menerus memotong jalur farming dari Geek Fam. Setiap perebutan Turtle di early game selalu dimenangkan oleh ONIC, baik melalui adu Retribution maupun penempatan posisi ( zoning ) yang membuat punggawa Geek Fam terpaksa mundur demi menghindari kerugian kill.
-
Permainan Solid Kelra dkk: Kelra dan rekan-rekan setimnya tampil sangat solid di setiap fase permainan. Transisi ONIC dari fase early menuju mid-game sangat mulus, membuat net worth (perolehan gold) mereka meroket tak terkejar.
-
Tanpa Balas: Ketidakmampuan Geek Fam untuk keluar dari tekanan berlanjut hingga game kedua. Drafting phase dari coach ONIC dengan cerdas membaca gaya permainan Geek Fam, melakukan banned terhadap hero-hero inisiasi andalan mereka. Hasilnya, ONIC mengakhiri perlawanan Geek Fam dengan sapu bersih 2-0.
Kemenangan ini membuat ONIC Esports semakin perkasa di puncak klasemen dengan rekor game win yang menakjubkan (6-0).
Pertandingan Kedua: Dewa United Esports vs Natus Vincere (NAVI) (18.15 WIB)
Skor Akhir: 2 – 0 untuk Dewa United Esports
Laga kedua menyuguhkan tensi yang tak kalah panas. Dewa United Esports yang sedang dalam tren positif—setelah di pekan sebelumnya sukses menumbangkan Bigetron—harus berhadapan dengan raksasa Eropa Timur yang berekspansi ke Indonesia, NAVI. NAVI tentu datang membawa misi balas dendam setelah dilibas ONIC di pekan perdana, namun Dewa United ternyata telah menyiapkan taktik counter-setup yang brilian.
Game 1: Drama Comeback “Anak Dewa” di Mid-Game
Game pertama menjadi ujian mental yang sesungguhnya bagi Dewa United. NAVI bermain dengan tempo yang sangat cepat dan menekan sejak detik pertama.

-
Tekanan Early Game NAVI: Strategi agresif dari NAVI membuahkan hasil di menit-menit awal. Mereka berhasil mengungguli Dewa United dari segi jumlah eliminasi (kill) dan net worth. Objektif Turtle berhasil diamankan oleh NAVI, menempatkan Dewa United di bawah tekanan besar dan memaksa mereka bermain defensif di balik turret.
-
Titik Balik (Momentum Krusial): Ketenangan dan koordinasi komunikasi menjadi kunci bagi Anak Dewa. Alih-alih terpancing untuk melakukan teamfight yang tidak menguntungkan, Dewa United dengan sabar menunggu item utama dari barisan damage dealer mereka selesai. Momentum kebangkitan itu akhirnya tiba di fase mid-game saat perebutan Lord pertama.
-
NAVI yang mencoba melakukan inisiasi Lord justru terkena perangkap setup dari Dewa United. Keputusan penempatan posisi yang apik memungkinkan Dewa United memenangkan teamfight besar-besaran di area sungai. Mereka tidak hanya sukses memukul mundur pemain NAVI dan menyabet beberapa kill, tetapi juga mengambil alih Lord. Kemenangan teamfight ini langsung membalikkan keadaan (comeback), membuka jalan bagi Dewa United untuk menghancurkan base NAVI dan merebut poin di Game 1.
Game 2: Dominasi Mutlak Sejak Early Game
Belajar dari ketertinggalan di early game pada laga pertama, Dewa United mengubah pendekatan mereka secara drastis di Game 2.

-
Rotasi Rapi dan Terukur: Dewa United tampil jauh lebih siap. Mereka tidak membiarkan NAVI mengambil kendali. Rotasi yang sangat rapi dan pengambilan keputusan makro yang terukur membuat mereka mampu meredam agresivitas pemain-pemain NAVI sejak awal laga. Pilihan hero dari Dewa terbukti sangat efektif sebagai counter terhadap gaya inisiasi teamfight lawan.
-
Objektif Gaming Tanpa Celah: Keunggulan Dewa United semakin terlihat jelas memasuki menit ke-10. Mereka berhasil mengamankan Lord pertama dan kedua tanpa perlawanan yang berarti dari NAVI. Lord ini langsung dikonversi menjadi tekanan masif (objective push) di tiga jalur sekaligus, meruntuhkan turret pertahanan lapis kedua ( Inner Turret ) dan ketiga (Inhibitor Turret) NAVI satu per satu.
-
Akhir Perlawanan: Terkurung di dalam markas sendiri, NAVI terpaksa mengambil risiko untuk melakukan teamfight terakhir di menit ke-18. Namun, perbedaan gold dan level yang sudah terlalu jauh membuat perlawanan NAVI sia-sia. Dewa United memenangkan teamfight penentuan tersebut dan langsung menghancurkan Crystal milik NAVI, memastikan kemenangan meyakinkan 2-0 tanpa balas.
Kemenangan ini membuat rekor Dewa United Esports tetap sempurna dan mengamankan posisi mereka di papan atas klasemen Regular Season.
Analisis Peta Klasemen Sementara MPL ID S17
Hasil pertandingan pada hari Jumat memberikan gambaran yang sangat jelas mengenai hierarki kekuatan di MPL ID Season 17 hingga awal pekan kedua ini:
-
ONIC Esports Berada di Liga Berbeda: Mempertahankan puncak klasemen dengan rekor kemenangan sempurna sejauh ini (mengalahkan NAVI, RRQ, dan Geek Fam). Kedatangan amunisi baru terbukti memperkuat taring tim berlambang landak ini. Mereka adalah standar emas yang harus dikalahkan oleh tim lain.
-
Dewa United Esports sebagai Penantang Gelar: Berhasil mengalahkan tim kuat seperti BTR dan membungkam NAVI 2-0 membuktikan bahwa Dewa United bukan sekadar tim kejutan. Kedisiplinan mereka dalam melakukan comeback dan mengeksekusi objektif menunjukkan mentalitas juara yang solid.
-
Lampu Kuning untuk Tim Klasik: Di sisi lain, hasil ini berbanding terbalik dengan nasib tim-tim raksasa masa lalu. RRQ Hoshi dan Alter Ego saat ini harus rela terperosok ke dasar klasemen. RRQ Hoshi yang sebelumnya juga ditumbangkan oleh NAVI (2-0), harus segera mencari jalan keluar dari krisis performa. Begitu pula dengan Geek Fam yang belum mampu memetik satu pun kemenangan dari dua laga yang telah dijalani.
