Panggung Mobile Legends Professional League (MPL) Indonesia Season 18 paruh pertama resmi merampungkan rangkaian pertandingan minggu kelimanya dengan menyajikan berbagai drama yang mengguncang komunitas esports Tanah Air.
Persaingan sengit turnamen kasta tertinggi Mobile Legends ini mencatat anomali luar biasa. Dua nama besar yang kerap dijagokan sebagai kandidat juara, yakni RRQ Hoshi dan Geek Fam, secara mengejutkan harus terlempar dan menghuni dua peringkat terbawah klasemen sementara.
Situasi Kontras Papan Atas dan Jurang Papan Bawah
Hingga akhir MPL ID Season 18 Week 5, dominasi kuat masih dipegang oleh Team Liquid ID (TLID) yang nyaman bertengger di puncak singgasana dengan catatan impresif 8 kemenangan dan 1 kekalahan. Mereka ditempel ketat oleh Alter Ego Esports dan NAVI di posisi tiga besar.
Namun, cerita sangat berbeda tersaji di ujung sebaliknya. Zona merah klasemen MPL ID Season 18 diisi oleh dua tim sarat pengalaman: RRQ Hoshi yang berada di peringkat ke-8 (zona degradasi playoffs) dan Geek Fam yang harus rela menjadi juru kunci di posisi ke-9.
Rincian Posisi Zona Terbawah (Data Aktual Week 5):
-
Peringkat 8 – RRQ Hoshi: Membukukan 2 kemenangan dan 6 kekalahan (Match Point 2), dengan selisih game -8 (5 menang – 13 kalah).
-
Peringkat 9 – Geek Fam: Menjadi penghuni dasar klasemen dengan catatan 1 kemenangan dan 8 kekalahan (Match Point 1), serta selisih game yang mengkhawatirkan di angka -12 (5 menang – 17 kalah).
Akar Permasalahan: Mengapa RRQ Hoshi dan Geek Fam Bisa Terpuruk?
Keterpurukan kedua tim besar ini bukan tanpa sebab. Berdasarkan performa sepanjang lima pekan berjalan, sejumlah faktor teknis maupun non-teknis menjadi pemicu utama kemerosotan performa mereka:
-
Adaptasi Meta yang Lambat: Baik RRQ Hoshi maupun Geek Fam terlihat kesulitan membaca pergeseran prioritas draft pick hero di patch kompetitif musim ini. Rotasi objektif Turtle dan Lord kerap terlambat dieksekusi tatkala menghadapi tim-tim agresif seperti Team Liquid ID atau Alter Ego.
-
Problem Konsistensi Roster: Bongkar pasang pemain yang dilakukan jajaran pelatih belum membuahkan hasil optimal. Tekanan mental bertanding di hadapan ribuan suporter MPL Arena membuat beberapa pemain muda di kubu Geek Fam maupun jajaran roster baru RRQ Hoshi sering melakukan unforced error di momen krusial.
-
Tekanan Psikologis Pendukung: Nama besar membawa beban mental tersendiri. Ketika rentetan hasil buruk mulai menumpuk sejak paruh pertama, kepercayaan diri para penggawa terlihat menurun drastis saat memasuki mid-game hingga late-game.
Jalan Terjal Menuju Babak Playoff
Dengan format Double Round-Robin yang mempertemukan seluruh tim sebanyak dua kali di Regular Season, fase paruh kedua mendatang akan menjadi babak penentuan hidup-mati. Sesuai regulasi MPL Indonesia, hanya enam tim teratas di akhir musim reguler yang berhak melaju ke babak Playoffs demi memperebutkan tiket menuju panggung dunia M8 Championship.
Bagi RRQ Hoshi dan Geek Fam, sisa pertandingan di minggu-minggu berikutnya adalah laga final yang haram hukumnya untuk kalah. Jika tidak segera melakukan perombakan strategi drastis dan pembenahan mentalitas pemain, bukan tidak mungkin sejarah kelam tercipta di mana salah satu atau kedua tim ikonik ini gagal melangkah ke babak penyisihan akhir.
Mampukah Raja dari Segala Raja (RRQ Hoshi) dan Sang ‘Raja Kegelapan’ (Geek Fam) keluar dari lubang jarum dan membalikkan keadaan di sisa musim reguler MPL ID Season 18?
Bagaimana prediksi Anda terhadap performa RRQ Hoshi dan Geek Fam pada paruh kedua musim ini? Apakah mereka mampu bangkit dari zona degradasi?
