Panggung Mobile Legends Professional League (MPL) Indonesia Season 18 kembali menyuguhkan kejutan besar yang menggemparkan skena esports nasional. Tim yang selama ini dikenal sebagai raja tanpa mahkota, penguasa jalannya turnamen, dan sang dynasty yakni ONIC ID, kini harus menelan pil pahit.

Alih-alih memimpin puncak klasemen seperti musim-musim sebelumnya, tim berlogo landak kuning ini justru harus puas terperosok di posisi ke-5 klasemen sementara dengan rekor pertandingan 3 kemenangan dan 4 kekalahan (3-4). Perubahan drastis ini sontak memicu tanda tanya besar dari para pencinta Mobile Legends: Bang Bang tanah air.
Transformasi Sang Raja: Dari Kejayaan Menuju Penurunan Performa
Bukan rahasia lagi jika ONIC ID memegang rekor sebagai salah satu tim paling ditakuti di Indonesia bahkan level internasional. Di musim-musim sebelumnya, dominasi mereka nyaris tidak tersentuh berkat konsistensi permainan, kedalaman strategi, serta mental juara yang melekat pada para roster utamanya.
Namun, memasuki MPL ID Season 18, atmosfer kompetisi terbukti jauh lebih kejam. Gelombang perombakan roster serta adaptasi patch baru tampaknya memberikan pukulan telak bagi skuad asuhan sang pelatih. Kehadiran nama-nama bintang seperti Kairi di jungler, Sanz di midlane, Kiboy sebagai roamer, Lutpii di EXP lane, serta Kelra di posisi gold lane awalnya digadang-gadang bakal kembali mengantar ONIC merajai liga.
Sayangnya, ekspektasi tinggi tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan hasil di Land of Dawn. Inkonsistensi permainan terlihat jelas tatkala ONIC mulai sering kecolongan poin dari tim-tim rival yang tampil jauh lebih agresif dan disiplin.
Rangkaian Hasil Minor yang Menenggelamkan Sang Landak
Terperosoknya ONIC ID ke papan tengah klasemen bukan terjadi tanpa alasan. Jika dibedah dari perjalanan paruh musim Regular Season MPL ID Season 18, performa mereka diwarnai oleh serangkaian hasil minor yang memilukan:
-
Pukulan Telak dari Rival Utama: ONIC sempat menelan kekalahan menyakitkan dari tim-tim kuat seperti Bigetron by Vitality (1-2) serta kekalahan ketat atas Team Liquid ID dengan skor 1-2.
-
Kekalahan Telak Tanpa Balas: Tren negatif semakin diperparah ketika mereka ditekuk oleh Natus Vincere (NAVI) dengan skor telak 0-2, serta tumbang di tangan Dewa United Esports dengan skor 1-2.
-
Hilangnya Daya Gigit: Kegagalan mengamankan poin penuh di laga-laga krusial membuat selisih match dan game rate mereka terpaut jauh dari tim-tim papan atas seperti Team Liquid ID dan NAVI yang nyaman di singgasana atas.
Julukan “Landak Botak” pun ramai digaungkan oleh netizen di kolom komentar siaran langsung sebagai bentuk kritik sekaligus kekecewaan atas melemahnya daya serang sang juara bertahan. Pertahanan mereka yang biasanya rapat kini kerap ditembus, sementara koordinasi teamfight di fase mid-game sering kali berujung blunder fatal.
Persaingan MPL ID S18 yang Semakin Ketat
Merosotnya posisi ONIC ke peringkat 5 besar klasemen sementara juga menjadi indikator bahwa kekuatan di MPL ID Season 18 telah merata. Tim-tim kuda hitam kini bertransformasi menjadi kekuatan yang mematikan. Team Liquid ID, Alter Ego, dan Bigetron tampil sangat trengginas dengan strategi makro yang matang, memaksa tim-tim besar harus bekerja dua kali lipat lebih keras untuk mengamankan tiket menuju babak Playoffs.
Bagi ONIC ID, posisi kelima bukanlah zona nyaman. Meski masih berada di area aman untuk lolos ke fase selanjutnya, ancaman dari tim di bawah mereka sangat nyata jika tidak segera melakukan evaluasi total.
“Musim ini adalah ujian berat bagi mentalitas dan kapasitas adaptasi ONIC ID. Menjaga takhta jauh lebih sulit daripada merebutnya, dan kini mereka harus membuktikan apakah sang landak mampu bangkit atau justru semakin tenggelam.”
Waktu terus berjalan, dan paruh kedua Regular Season MPL ID Season 18 akan menjadi penentu krusial. Mampukah ONIC ID membenahi komunikasi tim, keluar dari tekanan, dan mengembalikan taring mereka demi merangsek kembali ke papan atas klasemen? Mari kita saksikan terus kelanjutan perjuangan mereka di Land of Dawn!
