Lionel Messi akhirnya mengucapkan selamat tinggal kepada Timnas Argentina. Setelah lebih dari 20 tahun mengenakan seragam Albiceleste, pemain berusia 39 tahun itu memutuskan mengakhiri perjalanan internasionalnya.
Melalui unggahan di Instagram, Messi mengungkapkan bahwa keputusan tersebut bukan sesuatu yang mudah. Ia menyadari bahwa sebuah bab dalam hidupnya telah berakhir, meski rasa cintanya terhadap Argentina tidak akan pernah berubah.
“Setelah waktu berlalu sejak final dan setelah memikirkannya dengan matang, saya ingin memberi tahu semua orang bahwa saya pensiun dari Timnas Argentina. Itu adalah keputusan yang menyakitkan dan masih terasa sangat dalam, tetapi saya memahami bahwa waktunya telah tiba,” tulis Messi.
Selama dua dekade, Messi mengalami hampir seluruh emosi bersama Argentina. Ia pernah merasakan kekecewaan setelah gagal di sejumlah final, bahkan sempat pensiun dari tim nasional pada 2016. Namun, ia kembali dan kemudian menjadi bagian dari era paling sukses dalam sejarah Argentina.
Copa America 2021, Piala Dunia 2022, dan Copa America 2024 menjadi bukti bahwa perjuangan panjang Messi akhirnya terbayar. Ia kemudian kembali membawa Argentina ke final Piala Dunia 2026 sebelum harus mengakhiri turnamen sebagai runner-up setelah kalah dari Spanyol.
“Saya telah memberikan semua yang saya miliki dan tidak ada lagi yang bisa saya berikan,” ujar Messi.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, pelatih, rekan setim, dan seluruh pihak yang telah menemaninya selama perjalanan tersebut. Messi mengaku akan merindukan suara para suporter dari atas lapangan.
“Saya akan sangat merindukan mendengar suara kalian dari lapangan. Sekarang saya hanya akan menjadi salah satu dari kalian, memberikan dukungan dan bersorak dari luar,” katanya.
Messi menutup pesannya dengan rasa bangga sebagai orang Argentina.
“Saya pergi dengan hati yang tenang dan penuh kebanggaan karena telah memberikan kepada kalian, bersama rekan-rekan setim saya, momen-momen yang dahulu hanya berani kami impikan.”
Di akhir pesannya, Messi menulis kalimat sederhana namun penuh makna: “Terima kasih, Tuhan, karena telah menjadikan saya orang Argentina. Ayo, Argentina!”
