Jakarta, 22 Agustus 2026 – Dunia kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) di tanah air kembali bergemuruh. Turnamen kasta tertinggi, Mobile Legends Professional League Indonesia (MPL ID) Season 18, resmi bergulir dan langsung menyita perhatian komunitas esports. Di tengah hingar-bingar panggung megah musim ini, satu narasi besar terus menjadi perbincangan hangat di kalangan analis, caster, hingga jutaan Kingdom: apakah sang Raja dari segala Raja, RRQ Hoshi, mampu merebut kembali mahkota juara yang sudah terlalu lama lepas dari genggaman?
Gelar juara terakhir RRQ Hoshi yang diraih pada Season 9 kini terasa seperti memori usang. Sejak momen kejayaan tersebut, panggung MPL ID bergantian dikuasai oleh rival abadi serta kekuatan-kekuatan baru yang berkembang pesat. Dengan catatan pahit berupa kegagalan beruntun pada empat edisi terakhir (Season 14 hingga Season 17), Season 18 menjadi medan pertaruhan paling krusial bagi masa depan sang raksasa.

Menengok Kemarau Panjang: Rentetan Musim yang Menyakitkan
Besarnya beban ekspektasi di pundak skuad RRQ Hoshi saat ini tidak lepas dari rentetan kegagalan dramatis yang mereka alami di musim-musim sebelumnya. Gelar juara kerap berada tepat di depan mata, namun selalu terlepas di saat-saat paling menentukan.

1. Season 14: Nestapa Game Ketujuh di Grand Final
RRQ Hoshi sebenarnya tampil sangat dominan sepanjang babak Regular Season S14. Mengamankan posisi puncak klasemen dengan torehan 13 kemenangan dan hanya 3 kekalahan, mereka melenggang mulus ke Grand Final. Namun impian mengangkat piala seketika hancur di tangan Team Liquid ID yang membalikkan keadaan dalam laga maraton 7 gim, memaksa RRQ bertekuk lutut dengan skor tipis 3-4.
2. Season 15: Kutukan Royal Derby
Kisah serupa terulang di Season 15. RRQ kembali mengunci posisi teratas Regular Season lewat rekor 12-4, termasuk kemenangan dramatis atas Natus Vincere (NAVI). Babak puncak mempertemukan duel klasik Royal Derby melawan ONIC ID. Namun sejarah kelam kembali berulang; ONIC mengunci gelar juara ketujuhnya setelah menutup seri Best of 7 (Bo7) dengan skor 4-3, sekaligus merebut tiket MSC menuju Riyadh dari tangan RRQ.
3. Season 16: Grafik Penurunan dan Kebuntuan Taktik
Memasuki Season 16, dominasi RRQ mulai goyah sejak fase liga. Meski pertandingan mereka melawan NAVI tetap mencatatkan rekor viewership fantastis hingga menembus 2,5 juta penonton, performa tim di dalam arena justru melempem. RRQ terlempar lebih awal di fase Playoffs, menyaksikan ONIC dan Alter Ego melaju ke partai puncak.
4. Season 17: Munculnya Pesaing Baru
Dominasi kekuatan MPL ID kembali bergeser di Season 17. Bigetron MLBB menjelma menjadi momok menakutkan yang menyapu bersih Team Liquid ID 3-0 di final Lower Bracket. Kendati RRQ sempat memetik kemenangan 2-0 atas Bigetron di fase awal Playoffs, mereka gagal mempertahankan konsistensi makro dan kembali harus tersingkir dari perebutan gelar juara.
Perombakan Skuad Season 18: Era Baru Sang Raja
Manajemen RRQ menyadari bahwa mempertahankan pola lama hanya akan memperpanjang puasa gelar. Menghadapi MPL ID Season 18, RRQ Hoshi melakukan manuver perombakan besar-besaran dengan memadukan pilar inti yang berpengalaman dan transfer bintang paling menyita perhatian di bursa transfer.
Berikut susunan roster utama RRQ Hoshi untuk MPL ID Season 18:
-
Rinz (Mid Laner)
-
Idok (Roamer)
-
Super Kenn (Jungler)
-
ToYy (Gold Laner)
-
Dan (EXP Laner)
Kehadiran duo Rinz dan Idok menjadi jangkar stabilitas tim. Keduanya telah merasakan pahitnya kekalahan di Grand Final beruntun, sehingga memiliki tingkat kematangan mental dan kepemimpinan yang sangat krusial di atas panggung besar.
Namun, pusat perhatian utama bursa transfer jelas tertuju pada perekrutan Super Kenn. Mantan Jungler andalan Bigetron Alpha ini memutuskan bergabung ke kubu Sang Raja untuk mengisi posisi vital pengendali tempo. Dikenal memiliki mekanik mikro luar biasa pada hero Assassin serta kalkulasi objektif yang dingin, Super Kenn diprediksi akan menjadi kepingan puzzle yang selama ini hilang dari permainan RRQ.
Tidak adanya nama-nama veteran era lama menandakan sinyal kuat: RRQ Hoshi tidak lagi bergantung pada nostalgia kejayaan masa lalu, melainkan menatap masa depan bersama generasi baru yang lapar akan prestasi.
Jadwal Krusial dan Peta Persaingan
Langkah RRQ Hoshi di Season 18 dipastikan tidak akan berjalan mudah. Ketatnya persaingan Regular Season menyajikan beberapa laga penentu yang akan menjadi tolok ukur kesiapan mental mereka:
-
Derbi Emosional vs Bigetron MLBB (30 Agustus 2026)
Pertandingan pekan ketiga ini akan menjadi sorotan utama karena mempertemukan Super Kenn dengan mantan tim yang membesarkan namanya. Bigetron yang berstatus sebagai finalis musim lalu dipastikan akan tampil agresif untuk meredam sang mantan rekan setim.
-
Ujian Makro vs Natus Vincere (NAVI) (6 September & 16 Oktober 2026)
NAVI yang terus mematangkan kedisiplinan makronya di MPL ID akan menjadi batu sandungan berbahaya. Meski RRQ sempat menang 2-0 pada pertemuan Mei lalu, skuad asuhan NAVI kerap mengejutkan tim-tim unggulan lewat eksekusi late-game yang rapi.
-
Tembok Kokoh ONIC ID & Team Liquid ID
Rivalitas abadi melawan ONIC ID dan Team Liquid ID tetap menjadi ujian terberat. ONIC masih memegang mentalitas juara yang solid, sementara Team Liquid ID memiliki fleksibilitas draft pick yang sering merepotkan formasi RRQ.
Analisis Peluang: Bisakah RRQ Hoshi Bangkit?
Melihat kedalaman roster dan gaya bermain saat ini, peluang RRQ Hoshi untuk kembali mengangkat piala terbuka sangat lebar. Masuknya Super Kenn memberikan agresi ekstra di area jungle yang selama ini kerap menjadi titik lemah saat menghadapi tim-tim bertempo cepat.
Faktor kunci kebangkitan RRQ Hoshi musim ini bertumpu pada tiga hal:
-
Konsistensi Disiplin Objektif: Menghindari blunder di menit-menit krusial saat perebutan Lord, yang pada musim-musim sebelumnya kerap berujung pada comeback menyakitkan dari tim lawan.
-
Sinergi Roamer-Jungler: Kecepatan back-up Idok dalam membuka visi semak-semak (bush control) agar Super Kenn leluasa melakukan inisiasi tanpa risiko tereliminasi secara cuma-cuma.
-
Fleksibilitas Penguasaan Hero META: Kemampuan Rinz dan Dan dalam mengamankan hero prioritas patch terbaru tanpa tertekan proses ban-pick lawan.
Jika seluruh elemen tersebut mampu dieksekusi secara rapi dari pekan ke pekan, Season 18 bisa menjadi panggung kebangkitan sempurna bagi RRQ Hoshi untuk merebut kembali tahta tertinggi MPL ID sekaligus mengamankan tiket menuju panggung M-Series World Championship.
