Berita kancah esports Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) di Indonesia kembali memanas. Memasuki paruh kedua babak Regular Season MPL Indonesia Season 18 (S18), persaingan antartim semakin ketat dan tidak terprediksi. Hingga penutupan Pekan ke-6 pada Minggu, 20 September 2026, Team Liquid ID (TLID) secara kokoh masih bertengger di puncak klasemen sementara. Kendati harus menelan kekalahan pahit dari EVOS pada hari terakhir di pekan tersebut, dominasi dan konsistensi poin yang telah mereka kumpulkan sejak pekan pertama masih belum mampu dikejar oleh rival-rival terdekatnya seperti Alter Ego dan pendatang baru berprestasi, NAVI.
Artikel ini akan mengupas tuntas dan memberikan ulasan komprehensif mengenai jalannya kompetisi MPL ID S18 hingga Pekan ke-6, menganalisis performa tim-tim, serta melihat bagaimana dinamika roster dan mekanik baru memengaruhi peta kekuatan esports MLBB di Tanah Air.

1. Rekapitulasi Pekan 6: Puncak Klasemen Masih Milik Team Liquid ID
Pekan ke-6 MPL ID S18 yang berlangsung pada 18-20 September 2026 di XO Hall, Jakarta Barat, menghadirkan rentetan laga yang penuh dengan kejutan. Fokus utama tentu tertuju pada sang pemimpin klasemen, Team Liquid ID (TLID). Perjalanan TLID pada pekan ini ibarat rollercoaster.
Pada pertandingan hari Sabtu (19/9), TLID tampil sangat dominan kala membantai juara bertahan musim lalu, Bigetron by Vitality, dengan skor telak 2-0. Dalam laga tersebut, Bigetron dibuat sama sekali tidak berkutik—hanya mampu mencatatkan 3 eliminasi berbanding 36 eliminasi yang dikumpulkan oleh punggawa TLID. Kemenangan ini semakin mempertegas status TLID sebagai penantang gelar terkuat musim ini.
Namun, kejutan terjadi pada keesokan harinya (20/9). Berhadapan dengan EVOS, TLID justru harus tersungkur dengan skor 1-2. EVOS yang dimotori oleh roster solid berhasil mencuri momentum. Meskipun sempat tertinggal pada game pertama, EVOS berhasil melakukan comeback luar biasa dan memenangkan dua game berturut-turut. Kekalahan ini merupakan hasil minor kedua yang dialami TLID sepanjang babak Regular Season, mengubah rekor kemenangan mereka menjadi 9 menang dan 2 kalah (9-2). Beruntungnya, surplus kemenangan di pekan-pekan sebelumnya menjadi bantal pengaman yang sangat empuk, sehingga takhta puncak klasemen masih belum tergoyahkan.
2. Analisis Performa Tim: Dominasi, Kebangkitan, dan Kejatuhan
MPL ID Season 18 menghadirkan pergeseran kekuatan yang sangat masif dibandingkan musim-musim sebelumnya. Berikut adalah analisis mendalam terkait performa tim-tim unggulan hingga pertengahan musim.
A. Team Liquid ID (TLID): Formula Roster Baru yang Sukses Besar
Keberhasilan TLID menduduki peringkat pertama (Rekor 9-2) bukanlah sebuah kebetulan. Tim yang sebelumnya pernah merengkuh gelar juara pada MPL ID S14 ini, kini membawa identitas baru yang jauh lebih matang. Keputusan manajemen untuk merombak lini Gold Lane dengan memasukkan Keven untuk menggantikan Kyou terbukti menjadi langkah yang brilian.
Bersama dengan Aran (EXP Laner), Kevin (Jungler), Drichel (Mid Laner), dan Lyoni (Roamer), TLID menunjukkan team fight yang sangat rapi. Lyoni sebagai inisiator seringkali mampu membuka visi (map) yang menguntungkan Kevin untuk mengamankan objektif besar seperti Turtle dan Lord. Walaupun kalah dari EVOS, keunggulan Net Game Win TLID yang mencapai angka +12 membuktikan bahwa jika mereka menang, mereka cenderung memenangkan laga dengan skor bersih 2-0.
B. Alter Ego dan NAVI: Sang Penantang Serius di Papan Atas
Di posisi kedua dan ketiga, terdapat Alter Ego (8-3) dan NAVI (8-2) yang terus menempel ketat perolehan poin TLID.
-
Alter Ego: Mengandalkan roster seperti Nino (EXP), Affan (Jungler), dan Dingarai (Gold Laner), Alter Ego tampil konsisten dan bermain dengan tempo yang stabil. Di Pekan ke-6, mereka sempat takluk 0-2 dari Dewa United, namun bangkit kembali dengan gaya permainan macro yang cemerlang.
-
NAVI: Kehadiran tim esports raksasa asal Eropa Timur ini di kancah MPL ID langsung membuahkan hasil. Dengan roster Karss (EXP), Andoryuuu (Jungler), dan Zeonn (Gold), NAVI mencatatkan rekor 16-6 dari segi jumlah game. Pada Pekan 6, mereka sukses melumat Geek Fam 2-0, memperlihatkan adaptasi strategi luar biasa terhadap meta permainan tim-tim Asia Tenggara.
C. Bigetron by Vitality: Sang Juara Bertahan yang Tengah Tersesat
Kisah paling tragis di S18 sejauh ini adalah jebloknya performa Bigetron by Vitality. Sebagai kampiun MPL ID Season 17, Bigetron sebenarnya memulai musim dengan sangat impresif lewat catatan lima kemenangan beruntun di awal musim. Namun, memasuki pertengahan musim, mereka terjun bebas.
Kekalahan beruntun dari Team Liquid ID (0-2) dan ONIC (0-2) di Pekan 6 membuat Bigetron harus menelan lima kekalahan beruntun. Kini mereka terperosok ke peringkat lima klasemen dengan rekor menang-kalah 5-5. Masalah utama dari Bigetron terlihat dari lambatnya antisipasi mereka terhadap pola rotasi musuh dan eksekusi pertarungan di area objektif yang seringkali berujung pada wiped out. Jika Hans “Wurahhh” Salano (Pelatih) tidak segera melakukan intervensi strategi, tiket menuju babak Playoffs bisa saja melayang.
D. Ancaman di Zona Merah: RRQ Hoshi dan Geek Fam
Jika papan atas dipenuhi pertarungan sengit, papan bawah klasemen memberikan pemandangan yang memilukan bagi tim-tim legendaris.
-
RRQ Hoshi: Berada di peringkat ke-8 dengan rekor sangat buruk 2-8 (2 menang, 8 kalah), RRQ Hoshi seakan kehilangan taringnya. Meskipun baru saja mendatangkan Jungler pemenang M7 World Championship, Demonkite, sinkronisasi antarpemain tampak belum berjalan dengan baik. Kekalahan 1-2 dari Dewa United dan 1-2 dari Alter Ego di Pekan 6 semakin membenamkan mereka di dasar klasemen.
-
Geek Fam ID: Menempati posisi juru kunci (peringkat 9) dengan rekor 2-9. Kehilangan Roamer veteran mereka, Baloyskie, yang kini berpindah menjadi staf pelatih di ONIC, sangat berdampak pada kualitas komunikasi dan pengambilan keputusan di dalam gim. Meskipun sempat mengejutkan dengan menang 2-0 atas ONIC di hari pertama Pekan 6, Geek Fam kembali takluk di tangan NAVI pada hari berikutnya.
3. Faktor Pengubah Permainan: Annual Map Change System
Satu elemen fundamental yang wajib disoroti dalam memberikan ulasan lengkap tentang MPL ID Season 18 adalah penerapan Annual Map Change System dari Moonton. Untuk pertama kalinya dalam sejarah skena kompetitif, peta pertarungan (Land of Dawn) mendapatkan variasi acak di setiap game yang dimainkan. Variasi ini mencakup:
-
Dangerous Grass: Area semak belukar yang posisinya berubah, mempengaruhi cara Roamer melakukan penyergapan (ganking).
-
Broken Walls: Perubahan rintangan fisik yang memaksa para EXP Laner dan Assassin untuk menemukan jalur penetrasi baru ke garis belakang (backline) musuh.
-
Flying Cloud & Expanding Rivers: Modifikasi pada area sungai yang secara langsung memengaruhi ritme pertempuran saat memperebutkan objektif besar seperti Turtle dan Lord.
Sistem peta acak ini menuntut fleksibilitas drafting hero dan adaptasi in-game tingkat tinggi. Tim seperti Team Liquid ID dan NAVI membuktikan bahwa pemahaman makro terhadap modifikasi peta ini menjadi kunci kemenangan mereka sejauh ini, sementara tim yang kaku dengan satu strategi operasional, seperti Bigetron di pekan-pekan terakhir, kerap dihukum dengan keras.
4. Klasemen Sementara MPL ID Season 18 (Hingga Pekan 6)
Untuk memberikan gambaran yang lebih faktual, berikut adalah klasemen sementara berdasarkan data pekan ke-6 per 21 September 2026:
Catatan Regulasi: Hanya 6 tim teratas pada akhir babak Regular Season yang berhak melaju ke babak Playoffs pada bulan November 2026 mendatang. Dua tim finalis dari babak Playoffs ini nantinya akan menjadi wakil resmi Indonesia di ajang kejuaraan dunia M8 World Championship di Turki.
Kesimpulan
Hingga berakhirnya Pekan ke-6, MPL ID Season 18 menyajikan tontonan dengan intrik dan tingkat kompetisi tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Team Liquid ID berhasil membuktikan bahwa stabilitas performa, pemilihan roster yang tepat, dan kemampuan adaptasi terhadap sistem peta baru adalah kunci menjadi penguasa klasemen. Di sisi lain, derita yang dialami oleh Bigetron dan RRQ Hoshi menjadi alarm peringatan keras bahwa nama besar tidak akan menyelamatkan mereka dari kerasnya persaingan esports modern.
Dengan tersisa tiga pekan lagi menuju penghujung Regular Season (berakhir 18 Oktober 2026), perebutan tiket enam besar (Playoffs) dijamin akan berlangsung semakin brutal. Pertanyaan terbesarnya adalah: mampukah Team Liquid ID mempertahankan takhta mereka hingga akhir, dan apakah raksasa yang tertidur seperti RRQ Hoshi masih bisa menciptakan keajaiban lolos dari lubang jarum?
