Pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni tak mau mencari kambing hitam di balik kekalahan timnya di final Piala Dunia 2026 menghadapi timnas Spanyol.
La Albiceleste harus mengakui keunggulan Tim Matador satu gol tanpa balas pada pertandingan yang digelar di New York New Jersey Stadium pada Senin, 20 Juli 2026 dini hari WIB.
Scaloni tidak mau mencari-cari alasan di balik kekalahan tersebut. Apalagi menyebut wasit sebagai pihak yang berpengaruh di balik hasil antiklimaks itu.
“Apakah kepemimpinan wasit tidak adil? Tidak. Kami kalah karena Spanyol lebih baik daripada kami,” tegasnya.
Lebih lanjut, mantan pemain timnas Argentina itu menyebut mereka harus mengakui Spanyol tampil lebih baik dan siap untuk mengevaluasi performa agar bisa tampil lebih baik di masa depan.
“Kami harus mengakuinya, mereka bermain lebih baik. Mengakui hal itu akan membuat kami menjadi lebih baik di masa depan,” sambungnya.
Ia menduga salah satu sebab penampilan Lionel Messi dan kawan-kawan tak benar-benar mencapai klimaks lantaran faktor kelelahan.
“Kemungkinan kami tiba di final dengan kondisi tenaga yang sudah habis. Itulah kenyataannya,” tegasnya.
Walaupun Argentina gagal pertahankan gelar, bek Lisandro Martinez tetap bangga dengan pencapaian timnya. Bek berusia 28 tahun itu tak lupa mengungkapkan rasa bangganya mengenakan seragam Argentina dalam salah satu postingannya di akun sosial media pribadi.
“Kami menghadapi berbagai rintangan, mencapai sesuatu yang dulu tampak mustahil, dan tidak pernah mencari-cari alasan. Kami hanya menemukan alasan untuk terus melangkah maju,” tulis bek Manchester United itu.
Lisandro Martinez yang mengalami cedera di partai final menbyebut bermain untuk timnas Argentina adalah sebuah kebanggaan yang melebihi apapun juga. Ia mengaku sangat terhormat bisa membela Tim Tango.
“Kami membela warna kebesaran kami jauh melampaui apa yang terjadi di atas lapangan, serta berbagi momen-momen yang tak terlupakan bersama tim nasional, keluarga kami, dan dukungan tanpa syarat dari seluruh rakyat Argentina. Merupakan kehormatan yang luar biasa bagi saya untuk selalu mewakili kalian.”
Sebagaiman diketahui, gol tunggal kemenangan Spanyol atas Argentina dicetak oleh pemain pengganti Ferran Torres di awal babak tambahan waktu kedua.
Kemenangan ini mengantar Spanyol ke tangga juara sekaligus menambah koleksi gelar Piala Dunia menjadi dua. Sementara itu, asa Argentina untuk “back to back” juara harus pupus.
Ini sekaligus menjadi kado pahit perpisahan sang kapten, Lionel Messi dari panggung Piala Dunia dan mungkin timnas La Albiceleste.
