Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) akhirnya memiliki keputusan akhir terkait pelatih timnas Italia. Belakangan ini berkembang polemik terkait sejumlah kandidat mulai dari Pep Guardiola, Carlo Ancelotti, hingga Andrea Pirlo.
Ternyata FIGC menjatuhkan pilihan pada Roberto Mancini. Keputusan untuk kembali ke pola lama ini disampaikan oleh FIGC melalui akun resminya. Pada waktu yang sama FIGC pun sudah langsung mengumumkan Claudio Ranieri sebagai Direktur Teknik menggantikan Paolo Maldini dan Leonardo yang baru saja meletakan jabatan tersebut.
Dalam keterangannya Presiden FIGC,Giovanni Malago mengatakan keputusan itu diambil karena pihaknya memiliki waktu yang terbatas. Ia menilai sosok yang pernah menangani timnas Italia pada periode 2018 hingga 2023 itu adalah pilihan terbaik. Di periode tersebut Mancini berhasil mempersembahkan gelar Pial Eropa 2020 namun gagal mengantar Italia ke Piala Dunia 2022.
Setelah itu, Mancini melanjutkan kariernya di Qatar untuk menangani klub top setempat, Al Sadd.
“Waktu sangat terbatas, dan saya menilai sosok yang pantas menjadi pelatih baru Italia adalah Roberto Mancini karena berbagai alasan. Saya bertanggung jawab penuh atas keputusan tersebut.”
Terkait penunjukkan Ranieri, Malago menyebut pria berusia 74 tahun itu sebagai sosok yang memiliki visi yang sejalan dengan FIGC.
“Orang yang memiliki visi yang sama dengan saya adalah Claudio Ranieri, yang beberapa menit lalu memastikan menerima jabatan tersebut. Ia akan mengemban tugas yang sangat penting dan penuh tanggung jawab.”
Penunjukkan Mancini tentu menuai pro dan kontra. Namun, pelatih Como, Cesc Fabregas menyambut positif.
“Saya selalu menyukai Mancini. Saya juga mengikuti kiprahnya saat melatih Manchester City,” beber Fabregas.
Lebih lanjut, mantan pemain Barcelona dan Arsenal itu mengakui kualitas dan kepribadian Mancini.
“Saya beberapa kali berbicara dengannya. Dia seorang pemenang, pelatih yang menuntut tinggi, dan memainkan sepak bola yang bagus. Dia sudah membuktikannya ketika menjuarai Piala Eropa,” sambungnya.
