Tim nasional Prancis gagal menyegel posisi ketiga di Piala Dunia 2026. Les Bleus harus mengakui keunggulan Inggris 4-6 pada pertandingan yang digelar di Miami Stadium pada Minggu, 19 Juli 2026 dini hari WIB.
Kekalahan ini tentu membuat Prancis gagal finis di urutan ketiga atau mendapat medali perunggu.
Situasi ini jelas mendatangkan kekecewaan dari kubu Prancis. Salah satunya adalah sang kapten, Kylian Mbappe.
“Kami juga manusia. Kami terpukul setelah kalah dari Spanyol. Namun, dalam pertandingan seperti ini, kami tidak punya hak untuk hanya menjadi manusia. Pada babak kedua, kami kembali menjadi mesin dengan level tertinggi,” tandas Mbappe.
Lebih lanjut, striker Real Madrid itu mengajukan permohonan maaf kepada sang pelatih Didier Deschamps.
“Hasil ini sangat disayangkan bagi pelatih karena babak pertama bisa membuatnya terlihat seperti kami meninggalkannya. Namun, itu sama sekali bukan yang terjadi,” tutupnya.
Di balik kekalahan ini, Mbappe ikut mencetak dua gol. Hal ini menempatkannya di posisi pertama dalam daftar sementara pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2026 dengan 10 gol, unggul dua gol dari Lionel Messi.
Di sisi lain, tambahan dua gol ini membuatnya menjadi pemain dengan jumlah gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 22 gol, satu gol lebih banyak dari Messi.
Deschamps pun mengaku kecewa dengan hasil ini. Namun, ia masih belum bisa lepas dari bayang-bayang kekalahan di babak semifinal.
“Kami datang ke sini dengan ambisi tinggi. Kami mampu melakukan sejumlah hal positif namun tidak cukup cakap dalam laga lawan Spanyol.”
Ia tetap optimis dengan masa depan timnya di masa mendatang. Sebab, mereka punya materi pemain muda potensial yang cukup berlimpah.
“Namun ini bukan sepenuhnya kekalahan. Kami punya skuad berkualitas, pemain muda yang akan terus meningkatkan kemampuan. Kami punya pemain-pemain yang terus mencatat hasil positif.”
Ia mengapresiasi dukungan yang diberikan kepada timnya, terutama dari rakyat Prancis. Ia melihat gairah yang besar dari para fan untuk menikmati Piala Dunia kali ini.
“Kekecewaan ada dalam aspek hasil, namun kami punya kesempatan membangkitkan sisi emosional dan jutaan orang Prancis juga merasakan gairah itu. Ini adalah Piala Dunia dan tak ada yang lebih indah dari itu.”
Terkait kekalahan ini, ia pun tak mau mencari kambing hitam. Ia malah dengan berani mengaku bertanggung jawab atas hasil negatif ini.
“Itu kesalahan saya, saya pasti tidak melakukan sesuatu yang harusnya dilakukan di babak pertama. Tentu saja, akan lebih baik bila finis di posisi ketiga,” pungkas mantan pemain timnas Prancis itu.
