Juventus harus menelan pil pahit di leg pertama babak play-off fase gugur Liga Champions 2025/2026 di markas Galatasaray. Pertandingan yang digelar di Rams Park pada Rabu, 18 Februari 2026 dini hari WIB itu berakhir dengan skor 5-2 untuk kemenangan tim tamu.
Lima gol klub asal Turki itu dicetak oleh Gabriel Sara, Noa Lang, Davinson Sanchez, dan Sacha Boey. Lang mencetak brace alias sepasang gol.
Sementara itu, dua gol tim tamu diborong oleh Teun Koopmeiners. Sepasang gol ini tidak cukup untuk menyelamatkan muka Juventus.
Kekalahan ini juga diperparah dengan kartu merah yang diterima Juan Cabal di menit ke-67 yang membuat Nyonya Tua makin tertekan hingga laga usai.
Dengan selisih tiga gol, Juventus akan menghadapi leg kedua yang berat. Meski bermain di kandang sendiri di Turin nanti, Bianconeri harus bisa mengejar ketertinggalan yang tidak sedikit.
Sebaliknya, Galatasaray mendapat modal bagus untuk pertandingan tandang nanti. Mereka hanya butuh hasil seri dengan skor berapa pun untuk lolos ke babak berikutnya.
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti masih menaruh keyakinan timnya bisa bangkit di kandang sendiri nanti.
Ia menyadari di pertandingan ini mereka tidak bisa menampilkan permainan terbaik terutama di babak kedua.
“Kami mengakhiri babak pertama dengan buruk, mencoba bangkit dan mengubah beberapa hal, tapi kami benar-benar turun dalam hal karakter,” tegas Spalletti.
Lebih lanjut, ia menyadari timnya benar-benar tidak bisa memperagakan permainan terbaik. Mereka seperti mencatatkan tiga langkah mundur.
“Bukan satu langkah mundur, tapi tiga langkah mundur malam ini. Jelas, Cambiaso berisiko kartu kedua di akhir babak pertama, dalam pertandingan seperti ini, bijaksana untuk melakukan pergantian,” sambungnya.
Ia menyadari bila tidak segera memperbaiki keadaan maka mereka akan kembali menelan hasil minor. Kemampuan untuk bertahan dengan baik dan menghindari kebobolan menjadi catatan penting yang harus diperhatikan dan dibenahi segera.
“Saya yakin kita bisa meringankan beban pertahanan jika bermain dengan kualitas. Jika kita membuat barikade dan mengandalkan serangan balik, kita tidak memiliki pemain yang cocok untuk itu.”
Untuk itu ia pun ingin agar timnya bisa melakukan pembenahan menyesuaikan dengan kemampuan timnya.
“Jadi saya percaya menyerang adalah bentuk pertahanan terbaik, mengambil inisiatif di depan. Jika kualitas menurun, kita selalu berisiko kebobolan,” pungkasnya.
Susunan pemaun Galatasaray versus Juventus:
Galatasaray (4-2-3-1): Ugurcan Cakir; Roland Sallai, Davinson Sanchez, Abdulkerim Bardakci, Ismail Jakobs; Lucas Torreira, Gabriel Sara; Baris Alper Yilmaz, Yunus Akgun, Noa Lang; Victor Osimhen.
Pelatih: Okan Buruk
Juventus (4-3-3): Michele Di Greogrio; Pierre Kalulu, Bremer, Lloyd Kelly, Andrea Cambiaso; Khephren Thuram, Manuel Locatelli, Teun Koopmeiners; Francisco Conceicao, Kenan Yildiz, Weston McKennie.
Pelatih: Luciano Spalletti
