Tim nasional Italia sangat serius melakukan pembenahan menyusul kegagalan tampil di Piala Dunia tiga kali secara beruntun. Salah satu yang tengah menjadi prioritas adalah mencari pelatih kepala baru.
Tidak tanggung-tanggung, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) membidik sejumlah pelatih top. Duan ama yang disebut-sebut adalah Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti.
Sebagaimana dikatakan direktur teknik FIGC, Paolo Maldini dan penasihan khusus Leandro, pihaknya bahkan sudah melakukan komunikasi dengan kedua sosok kawakan tersebut.
“Kami tidak bisa memberikan informasi mengenai apa yang sedang terjadi saat ini. Anda sudah mengetahui salah satu tujuan kami,” tandas Maldini.
Walau demikian, pihaknya tidak mau tergesa-gesa mengambil keputusan. Mereka akan benar-benar mencari pelatih yang punya kesamaan visi.
“Kami juga berbicara dengan Carlo Ancelotti sebelum berbicara dengan Pep. Rasanya memang tepat memulai proses ini dengan mereka yang kami anggap sebagai pelatih terbaik di dunia, sehingga kami dapat mengetahui gambaran mengenai ketersediaan mereka.”
Opsi merekrut Ancelotti rupanya bakal menemui hambatan. Sebab, Don Carlo baru mendatangani kontrak baru bersama timnas Brasil. Saat ini target FIGC adalah mendapatkan pelatih baru secepat mungkin. Namun, mereka tidak akan melakukannya dengan tergesa-gesar.
“Situasi ideal adalah memiliki pelatih pada akhir pekan ini, tetapi mungkin akan lebih ideal lagi menunggu orang yang benar-benar kami inginkan. Ada rasa mendesak, tetapi bukan berarti harus tergesa-gesa.”
Leandro menegaskan bahwa pemilihan pelatih baru tidak semata-mata mempertimbangkan rekam jejaknya. Faktor penting lain adalah pelatih baru memiliki kesamaan visi dan filosofi dengan apa yang sudah dirancang FIGC.
“Kami menginginkan pelatih yang memiliki pandangan sepak bola yang kurang lebih sama dengan kami,” tegas Leonardo.
Pelatih baru nantinya akan mengikuti arah pembinaan sepak bola yang sudah disusun. FIGC sedang menyusul peta jalan dan pedoman pembinaan yang akan diterapkan secara berkelanjutan di semua level, termasuk di tim nasional senior.
