Jakarta, 24 Mei 2026 – Pekan kesembilan alias “Bloody Week” dari ajang Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia (MPL ID) Season 17 benar-benar menyajikan drama tensi tinggi yang tak akan terlupakan oleh para penggemar esports Tanah Air.
Dalam laga penutup hari kedua yang berlangsung pada Sabtu malam, 23 Mei 2026, Bigetron by Vitality (Pasukan Robot Merah) secara mengejutkan berhasil menumbangkan sang pemuncak klasemen abadi, ONIC (Landak Kuning), dengan skor dramatis 2-1. Kemenangan monumental ini tidak hanya menjadi bukti kebangkitan mentalitas juara skuad Bigetron, tetapi juga memperpanjang napas mereka dalam perebutan tiket menuju babak Playoff yang dipenuhi persaingan brutal musim ini.
Latar Belakang: Laga Hidup Mati di Ujung Tanduk
Masuk ke Week 9, situasi klasemen MPL ID S17 berada dalam kondisi yang sangat memacu adrenalin. ONIC telah jauh hari memastikan diri lolos ke Playoff dan mengamankan takhta Upper Bracket dengan rekor fantastis 12 kemenangan. Dominasi mereka seakan tak tergoyahkan, membuat siapapun lawannya merasa gentar sebelum bertanding di Land of Dawn.
Di sisi lain, Bigetron by Vitality datang dengan membawa beban sangat berat di pundak. Berada di bayang-bayang zona merah eliminasi klasemen bawah, kemenangan menjadi harga mati.
Sebelum laga El Clasico modern ini, Bigetron baru saja memeras keringat dengan meraih kemenangan krusial 2-1 melawan Dewa United pada laga pembuka Day 1. Namun, kemenangan itu sama sekali belum menggaransi keamanan posisi mereka. Tim-tim kuda hitam seperti Alter Ego, Geek Fam ID, dan NAVI terus memberikan tekanan hebat untuk menjegal langkah sang Robot Merah.
Menghadapi ONIC adalah skenario terburuk bagi tim manapun yang butuh poin penuh. Para analis bahkan memprediksi ONIC akan menang mudah. Namun, apa yang tersaji di panggung sesungguhnya benar-benar menjungkirbalikkan segala prediksi.
Rangkuman Pertandingan
Game 1: Kedisiplinan Sang Raja Langit Menunjukkan Taringnya
Memasuki Game pertama, sorak-sorai Sonic (pendukung ONIC) dan Bigetroopers menggema di seisi arena. ONIC langsung menunjukkan kelasnya. Fase Drafting berjalan sangat berkelas; pelatih ONIC secara cerdik mengunci draf pahlawan yang menonjolkan agresivitas early hingga mid-game. Mereka sangat paham bagaimana mengeksploitasi meta rotasi cepat yang difasilitasi oleh pembaruan peta musim ini, yaitu Expanding Rivers.
Dengan air sungai yang kini meluap ke jalur terdekat dan memberikan efek tambahan movement speed, Roamer dan Jungler ONIC dengan leluasa melakukan invasi tanpa ampun ke area pertahanan Bigetron. Bigetron mencoba mengimbangi ritme dengan komposisi high-ground defense dan pertarungan area. Namun, kedisiplinan makro ONIC terlalu rapi. Objektif demi objektif dieksekusi tanpa cacat.
Memasuki menit ke-12, tekanan semakin menyesakkan. ONIC memanfaatkan Dangerous Grass—semak lebat baru yang mengelilingi area Tengah dan Lord—untuk menciptakan zona blind spot. Puncaknya terjadi di menit ke-14. ONIC sengaja membiarkan Lord terpukul setengah darah untuk memancing rotasi lawan. Melalui inisiasi flank kilat dari area Broken Walls, garis belakang Bigetron hancur berantakan.
Lewat sapuan Wiped Out, ONIC tak menyia-nyiakan momen dan langsung melakukan straight push menghancurkan base lawan pada menit 15:20. Skor 1-0 untuk ONIC.
Game 2: Kebangkitan Determinasi Sang Robot Merah
Tertinggal satu poin di laga yang menjadi penentu nasib, mental anak-anak Bigetron diuji pada tingkat tertingginya. Kekalahan di game pertama tidak membuat nyali mereka ciut. Memasuki Game 2, staf pelatih Bigetron memutar otak dan melakukan penyesuaian strategi (draft adjustment) yang sangat berani. Sadar bahwa bermain defensif melawan ONIC adalah bunuh diri, mereka mengambil hero agresif bertipe pick-off satuan dan bermobilitas tinggi.
Sejak peluit virtual dibunyikan, Game 2 menyajikan intensitas pertempuran yang sangat berdarah. Bigetron mulai mendikte tempo lewat rotasi mematikan antara Midlaner dan Roamer mereka. Celah-celah dari Broken Walls dimanfaatkan secara maksimal oleh skuad Bigetron untuk memberikan surprise gank yang membuat Gold Laner ONIC tak bisa melakukan farming dengan aman.
Pertandingan mencapai klimaks di menit ke-18. ONIC yang tertinggal net worth gold, enggan menyerah dan melakukan pergerakan nekat ke arah Lord. Menyadari hal ini, Bigetron menunjukkan kedewasaan makro yang luar biasa. Alih-alih menabrak secara frontal, mereka membentuk formasi mengapit (flanking). Saat HP Lord berada di angka kritis, Jungler Bigetron melakukan penetrasi luar biasa menggunakan Retribution, mencuri Lord di depan mata roster ONIC sekaligus memecah formasi musuh.
Dukungan Lord di jalur tengah menjadi bencana bagi ONIC. Sang pemuncak klasemen berusaha keras melakukan pertahanan, memanfaatkan fitur Flying Cloud di dalam markas agar pahlawan yang baru respawn bisa melayang menjaga area high ground. Akan tetapi, gempuran Bigetron terlalu dahsyat. Eksekusi akhir yang dingin meratakan Crystal ONIC pada menit ke-20:45. Skor imbang 1-1.
Game 3: Pertarungan Berdarah dan Epic Comeback Bersejarah
Game ketiga benar-benar mendefinisikan arti sebenarnya dari “Bloody Week” di MPL ID S17. Pada sepuluh menit pertama, kedua tim mempertontonkan rasa hormat yang tinggi melalui permainan yang ekstra hati-hati.
Bahkan hingga memasuki menit ke-15, disparitas gold antara kedua tim tak pernah lewat dari margin 2.000 koin. Bukti sahih betapa meratanya adu mekanik yang disajikan. Pertarungan mental mencapai titik kulminasinya pada menit ke-21 dalam fase super late game di mana waktu pelarikan kembali (respawn) melebihi satu menit, membuat satu kesalahan kecil akan dibayar dengan kekalahan.
Di area sungai, sebuah bentrokan 5 vs 5 raksasa pecah. Awalnya, petaka menaungi Bigetron ketika sang Roamer yang mencoba membuka map harus ter-pick-off terlebih dahulu. Dalam posisi timpang 4 vs 5, secara logika Bigetron diwajibkan mundur total.
Namun, di sinilah keajaiban terjadi. Sang Gold Laner Bigetron secara cerdik bersembunyi membeku di rimbunnya Dangerous Grass, mendapatkan sudut serang (flank) impian. Ketika amunisi skill ONIC terbuang ke arah Jungler Bigetron yang berlagak mundur, Gold Laner tersebut mendadak keluar melepaskan rentetan damage mematikan ke lini belakang ONIC yang sangat rapuh.
Positioning tak terduga itu menciptakan kombo mematikan. Tiga pahlawan utama ONIC meleleh dalam hitungan detik. Caster di arena berteriak kehabisan napas, dan penonton meledak dalam euforia yang memekakkan telinga.
Tak butuh waktu lama untuk mempertimbangkan Lord; dalam kondisi menguntungkan 4 vs 2, Bigetron memilih jalan straight push dari Mid Lane. Sisa pemain defensif ONIC gagal mengamankan gelombang Super Minion yang mendobrak masuk. Pukulan demi pukulan akhirnya meruntuhkan Crystal ONIC di menit 22:30. Skor akhir 2-1 tercipta, melahirkan selebrasi penuh haru dari Pasukan Robot Merah di atas panggung.
Dampak Kemenangan: Napas Panjang Menuju Tahta Velodrome
Kemenangan heroik ini melepaskan gelombang kejut ke seluruh tatanan klasemen MPL ID S17.
| Tim | Hasil Akhir Week 9 Day 2 | Implikasi Klasemen |
| Bigetron by Vitality | Menang (2-1) | Membukukan rekor 7 W – 7 L. Naik ke posisi aman menggeser Alter Ego dan Geek Fam, menghidupkan kembali harapan tiket Playoff. |
| ONIC | Kalah (1-2) | Tetap kokoh di Peringkat 1 dengan rekor 12 W – 2 L. Memastikan tiket Upper Bracket tanpa tergeser. |
Dengan suntikan poin emas ini, hal tersebut membuktikan DNA petarung BTR yang selalu meledak ketika ditekan ke ujung jurang. Menumbangkan raksasa seperti ONIC, yang baru menelan dua kekalahan sepanjang Regular Season, merupakan pencapaian kolosal yang mendongkrak mentalitas tim hingga batas maksimal.
Sebaliknya, bagi ONIC, kekalahan ini tak menggeser posisi sang raja di pucuk klasemen. Kendati demikian, hasil akhir ini merupakan teguran keras menjelang babak Playoff. Di arena kompetitif sekelas MPL Indonesia, tak ada singgasana yang mutlak aman ketika berhadapan dengan tim “terluka” yang bertarung habis-habisan demi bertahan hidup.
Pekan penutup yang berdarah ini sekali lagi menahbiskan MPL ID sebagai turnamen dengan tingkat persaingan paling menegangkan di kancah Mobile Legends dunia. Menginjak laga puncak perebutan dua tiket Playoff terakhir di Day 3, antusiasme pencinta esports Tanah Air kian tersulut. Apakah keajaiban Pasukan Robot Merah akan terus menyala hingga panggung Velodrome? Semuanya akan terjawab dalam waktu dekat.
