Lionel Messi sedang dilanda duka mendalam. Sang ayah sekaligus agen pribadinya, Jorge Messi, berpulang pada usia 68 tahun. Kepergian ini bukan sekadar kehilangan keluarga, tetapi juga guncangan besar bagi pondasi karier pesepak bola terhebat sepanjang masa itu.
Jorge adalah figur sentral di balik setiap langkah Messi. Sejak La Masia hingga puncak kejayaan di Paris dan Inter Miami, sang ayah selalu berada di belakang layar, mengatur kontrak, memilih klub, dan menjadi tempat bertanya pertama.
“Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan tanpamu,” tulis Messi dalam unggahan media sosialnya.
Kehadiran Jorge di stadion Lusail, Qatar, saat Argentina mengangkat Piala Dunia 2022 menjadi kenangan paling mengharukan. Di momen puncak itu, ayah dan anak saling berpelukan, menyelesaikan misi besar yang mereka mulai bertahun-tahun lalu. Messi bahkan sempat menyampaikan bahwa sang ayah menyaksikan langsung pencapaian terbesar dalam kariernya.
Kini Messi berusia 39 tahun. Waktu bermainnya di level tertinggi memang tersisa. Namun yang membuatnya ragu bukanlah usia, melainkan hilangnya pendamping setia yang selalu memegang tangannya sejak pertama kali menendang bola di Rosario.
“Aku tidak tahu bagaimana harus melangkah maju. Dulu aku hanya bermain sepak bola, dan kini aku benar-benar tidak yakin apakah aku akan terus melakukannya lebih lama lagi,” ungkapnya dengan jujur.
Rasa kehilangan itu begitu berat karena Jorge bukan sekadar orang tua. Ia adalah mitra, penasihat, dan penggemar nomor satu yang menyaksikan setiap suka duka sang putra. Sepak bola akan terus berputar, tetapi bagi Messi, tanpa Jorge di sisinya, lapangan hijau terasa asing.
“Kau selalu mendampingiku sejak awal; tinggal sedikit lagi waktu tersisa hingga akhir. Mengapa kau tidak bisa bertahan sedikit lebih lama lagi agar kita bisa menyelesaikannya bersama-sama?”
Akankah ini menjadi akhir dari petualangan panjangnya? Hanya waktu yang bisa menjawab. Yang pasti, duka ini telah mengguncang fondasi semangat bermain seorang Lionel Messi.
