Di tengah duka yang menyelimuti keluarga Lionel Messi setelah kepergian sang ayah, Jorge Messi, sebuah gesta sportif justru muncul dari sosok yang tak terduga: Cristiano Ronaldo.
Jorge Messi berpulang pada usia 68 tahun setelah berjuang melawan sakit yang cukup panjang. Kepergiannya meninggalkan lubang besar, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia sepak bola yang kehilangan salah satu agen paling berpengaruh di balik layar.
Ronaldo dan Messi memang telah menghiasi dua dekade persaingan sengit di panggung terbesar. Namun rivalitas itu luntur saat menghadapi kehilangan kemanusiaan. Ronaldo segera mengirimkan pesan penghiburan yang tulus.
“Pelukan hangat untukmu dan orang-orang terkasihmu di tengah masa sulit ini, Leo,” tulis Ronaldo.
“Tetap kuat,”tambahnya.
Dukungan itu datang di saat Messi sedang berada dalam masa paling rentan secara emosional. Sang megabintang Argentina bahkan mengakui bahwa ia masih sulit menerima kenyataan pahit bahwa sang ayah telah tiada.
Jorge adalah sosok yang selalu ada sejak langkah pertama Messi di Newell’s Old Boys. Ia kemudian mengambil peran sebagai agen, mengawal setiap kontrak dan keputusan karier putranya dari masa remaja hingga meraih gelar dunia. Tanpa Jorge, perjalanan Messi mungkin tak akan pernah mencapai puncak seperti sekarang.
Dalam unggahan emosionalnya, Messi mengungkapkan betapa berat rasa kehilangan itu. “Saya masih tidak percaya bahwa Ayah sudah pergi,” tulisnya dengan getir.
Ia juga menyebut bahwa sang ayah sangat ingin menyaksikannya bermain di Piala Dunia terakhir. Namun takdir berkata lain—kondisi Jorge justru memburuk beberapa hari sebelum turnamen bergulir di Qatar.
“Ayah pergi terlalu cepat. Kita masih memiliki banyak hal yang bisa dinikmati bersama,” lanjut Messi dalam kesedihannya.
Kehadiran Ronaldo di tengah duka ini mengirimkan pesan kuat: di atas semua rivalitas, rasa kemanusiaan tetap bersinar. Sepak bola memang mempertemukan mereka sebagai lawan, tetapi duka mengingatkan bahwa mereka tetaplah manusia yang saling membutuhkan.
