PSG's head coach Luis Enrique celebrates with the trophy after the Champions League final soccer match between Paris Saint-Germain and Inter Milan at the Allianz Arena in Munich, Germany, Saturday, May 31, 2025. (AP Photo/Matthias Schrader)
Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique mengatakan bahwa timnya memang layak melangkah ke final dan berpeluang menjadi juara Liga Champions 2025/2026. Hal ini disampaikan setelah memastikan tempat di partai puncak dengan menyingkirkan favorit juara lainnya, Bayern Muenchen.
Les Parisien menahan imbang Die Roten di Alianz Arena pada Kamis, 7 Mei 2026 dini hari WIb dengan skor 1-1 sehingga lebih dari cukup ke final dengan keunggulan agregat 6-5.
“Apakah saya percaya bahwa kami bisa memenangi final? Ya. Apakah Anda ingat apa yang pernah saya katakan setelah fase grup? Saya bilang bahwa saya tidak melihat ada tim yang lebih baik daripada kami,” tandasnya.
Pelatih asal Spanyol itu tidak menampik bahwa lawan-lawan yang telah dan akan dihadapi yakni Arsenal adalah tim yang tangguh. Arsenal dinilai sebagai salah satu tim terbaik musim ini menyusul performa meyakinkan di Liga Champions dan Premier League.
“Kritiknya mengatakan bahwa PSG mungkin tidak sehebat itu, tapi saya benar. Bayern itu kan selevel dengan kami dan Arsenal jadi salah satu tim terbaik di musim ini. Mereka menjalani sebuah musim yang luar biasa, dan masih mengejar Premier League.”
Meski demikian, mantan pelatih Barcelona itu yakin dengan kemampuan timnya sebagaimana telah dibuktikan sejauh ini.
“Mereka menjejak final, tapi saya percaya dengan tim saya dan penting untuk menegaskan hal itu. Kami toh sudah menunjukkan dalam tiga musim terakhir bahwa kami siap melawan tim manapun. Ini adalah sebuah tim yang bisa diandalkan karena kami selalu bersaing.”
Di sisi lain, kubu Bayern tentu kecewa dengan hasil minor tersebut. Kegagalan memaksimalkan laga kandang untuk membalikkan keadaan membuat Manuel Neuer dan kawan-kawan harus merelakan tiket final.
Sang kapten itu mengakui bahwa timnya tampil kurang tajam di lini depan. Mereka belum bisa memaksimalkan setiap peluang untuk mencetak gol.
“Menurut saya kami tak punya insting membunuh saat menyerang hari ini, tapi pada akhirnya kami punya peluang-peluang untuk menang.”
Di sisi lain, pemain senior asal Jerman itu menyadari bahwa timnya kekurangan peluang di pertandinga ini sehingga kesulitan untuk mencetak banyak gol. Ia membandingkan dengan performa PSG terutama di leg pertama yang mampu mencetak lima gol.
“Kami memang tak punya banyak peluang yang bersih banget, tapi ketika Anda mendapatkan momen-momen…lihat saja ke Paris, mereka benar-benar mematikan, mencetak lima gol dengan caranya di leg pertama.”
Meski begitu, ia tetap mengapresiasi perjuangan timnya. Mereka nyaris melangkah ke final andaisaja tampil lebih kreatif dan mematikan.
“Itulah yang kami butuhkan hari ini. Dan menurut saya Anda bisa melihat bahwa kami benar-benar nyaris mencapai final, tapi kami tak mampu menuntaskan tugas kami.”
