Berita mengenai bursa transfer MPL ID Season 17 sedang memanas, terutama setelah hasil M7 World Championship yang cukup mengejutkan bagi para penggemar di Indonesia. Tim “Raja Langit”, ONIC Esports, menjadi pusat perhatian karena melakukan perombakan yang cukup radikal dalam struktur timnya.
Berikut adalah artikel ulasan mendalam mengenai prediksi dan analisis roster ONIC Esports untuk MPL ID Season 17.

Era Baru Sang Raja Langit: Prediksi dan Analisis Roster ONIC Esports di MPL ID S17
Kegagalan meraih hasil maksimal di M7 World Championship 2026 nampaknya menjadi titik balik bagi manajemen ONIC Esports untuk melakukan evaluasi besar-besaran. Sebagai tim yang sempat mendominasi kancah domestik selama beberapa musim, perubahan adalah hal yang tak terelakkan. Menjelang MPL ID Season 17, sinyal “Era Baru” mulai terlihat dengan pergeseran kursi kepelatihan hingga masuknya bintang internasional.
Transformasi Kursi Kepelatihan: Dari Adi ke CW
Salah satu kabar paling mengejutkan adalah mundurnya Coach Adi dari kursi kepelatihan. Perannya kini digantikan oleh sosok yang sudah sangat familiar di telinga fans, yakni Calvin “CW” Winata.

CW, yang sebelumnya merupakan pemain Gold Laner legendaris dan sempat menjabat sebagai asisten pelatih di Season 16, kini resmi naik jabatan menjadi Head Coach. Langkah ini dipandang sebagai upaya ONIC untuk menyuntikkan perspektif baru dari mantan pemain yang memiliki pemahaman makro tinggi terhadap game saat ini.
Prediksi Line-up Utama (Starting Five)
Berdasarkan data bursa transfer per Februari 2026, berikut adalah prediksi susunan pemain ONIC Esports untuk MPL ID Season 17:

Analisis Mendalam: Plus dan Minus Setiap Roster
1. Lutpii (EXP Laner)
Lutpii tetap menjadi pilihan utama di sisi side lane. Ketangguhannya dalam menggunakan hero-hero tanky maupun fighter mekanik tinggi sudah teruji.
-
Plus: Memiliki pool hero yang luas dan sangat disiplin dalam menjaga lane. Ia jarang sekali kalah secara laning phase satu lawan satu.
-
Minus: Terkadang masih kesulitan dalam pengambilan keputusan saat late game di bawah tekanan turnamen internasional yang sangat besar.
2. Kairi (Jungler)
Meski banyak rumor kepindahannya kembali ke Filipina, Kairi dipastikan tetap membela Landak Kuning.
-
Plus: Retribution yang masih menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Mekanik hero assassin-nya (seperti Fanny dan Ling) tetap berada di level tertinggi.
-
Minus: Sangat bergantung pada performa tim secara keseluruhan. Jika early game ditekan habis-habisan, Kairi sering kali kesulitan untuk melakukan comeback.
3. Sanz (Mid Laner)
Sanz adalah “nyawa” dari permainan ONIC. Fleksibilitasnya adalah kunci.
-
Plus: Kemampuan farming yang sangat efisien meski berada di posisi Mid. Ia bisa bertransformasi menjadi damage dealer tambahan maupun support yang presisi.
-
Minus: Jika emosinya terpancing (terutama saat menghadapi rival berat), gaya permainannya terkadang menjadi terlalu agresif yang berisiko pada blunder.
4. Kelra (Gold Laner) – The New Superstar
Kedatangan Kelra dari ONIC PH adalah headline terbesar. Ia menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Skylar yang memutuskan untuk rehat (inactive).
-
Plus: Dijuluki “The Gold Standard”, Kelra memiliki positioning luar biasa dan mentalitas juara yang kuat. Ia sangat fasih menggunakan hero marksman murni yang sangat dibutuhkan dalam meta saat ini.
-
Minus: Kendala bahasa (language barrier) mungkin menjadi tantangan di awal musim. Selain itu, ia harus cepat beradaptasi dengan gaya main agresif ala tim Indonesia yang berbeda dengan Filipina.
5. SSamuel (Roamer)
Menggantikan sosok legendaris seperti Kiboy bukan perkara mudah. Samuel dipromosikan dari ONIC Prime untuk memberikan kesegaran di posisi Roamer.
-
Plus: Membawa gaya main yang lebih tidak terduga dan segar. Samuel dikenal memiliki inisiasi yang berani dan hero pool roamer meta yang up-to-date.
-
Minus: Kurangnya pengalaman di panggung esports besar MPL ID bisa menjadi titik lemah jika ia tidak mampu mengatasi tekanan mental saat menghadapi tim-tim besar seperti RRQ atau EVOS.
Akankah Landak Kuning Kembali Berjaya?
Perubahan roster ini menunjukkan bahwa ONIC tidak lagi ingin berada di zona nyaman. Keputusan untuk mengistirahatkan Skylar dan mendatangkan Kelra adalah judi besar yang sangat menarik untuk dinantikan hasilnya. Dengan CW di kursi pelatih, ONIC diprediksi akan memiliki strategi yang lebih taktis dan lebih mengutamakan objektif daripada sekadar adu mekanik.
Secara teoritis, roster ini memiliki potensi yang mengerikan. Namun, kunci utamanya tetaplah pada chemistry. Jika Samuel dan Kelra bisa langsung “nyambung” dengan trio Kairi-Sanz-Lutpii, bukan tidak mungkin piala MPL ID Season 17 akan kembali ke pelukan Sang Raja Langit.
Prediksi Peringkat: 1 – 3 (Kandidat kuat Grand Final).
