Minggu, 26 April 2026 – Pekan kelima dari Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia (MPL ID) Season 17 ditutup dengan hari yang dipenuhi oleh tensi tinggi, drama reverse sweep, dan pergeseran klasemen yang sangat masif. Pertandingan yang berlangsung pada hari Minggu, 26 April 2026 ini, menghadirkan tiga laga krusial: ALTER EGO vs NAVI, GEEK FAM vs ONIC, dan DEWA UNITED vs TEAM LIQUID ID (TLID). Semua tim bertarung mati-matian di putaran kedua (leg kedua) Regular Season ini demi mengamankan tiket menuju babak Playoff yang akan diselenggarakan di Jakarta International Velodrome.
Artikel berita ini akan mengupas tuntas secara mendalam, dari hasil pertandingan faktual, dan aktual mengenai statistik, drafting, gameplay, hingga wawancara pasca-pertandingan dari ketiga laga panas tersebut, berdasarkan siaran resmi MPL ID Season 17 [15:04].

MATCH 1: ALTER EGO vs NAVI (14:15 WIB) – Kebangkitan DNA Barbar Alter Ego
Laga pembuka pada hari ketiga minggu kelima ini mempertemukan Alter Ego yang masih mencari konsistensi formula baru mereka, melawan tim asal regional CIS yang bermain di MPL ID, NAVI. NAVI yang perlahan mulai bangkit di leg pertama berharap bisa memutus rantai inkonsistensi mereka. Sementara itu, Alter Ego dengan pelatih mereka, Coach Saver, kembali melakukan eksperimen strategi.
Game 1: NAVI Menghukum Eksperimen Alter Ego
Pada fase drafting Game 1, Alter Ego mengejutkan banyak pihak dengan melepas hero prioritas meta saat ini, yaitu Marcel, yang langsung diamankan oleh NAVI untuk Apro. Alter Ego mencoba membalas dengan komposisi Leomord (Yasuke) dan Valentina (Cyrus), serta Arvi yang menggunakan Yi Sun-Shin (YSS).
Namun, sejak menit awal, NAVI mendominasi. Chemistry NAVI yang sempat dipertanyakan justru terlihat sangat solid. Mereka berhasil mengamankan perfect turtle [51:05]. Apro yang menggunakan Marcel benar-benar menjadi tembok yang tak bisa ditembus sekaligus pemberi damage yang mematikan melalui kombinasi Platinum Snap dan Golden Hour. Andoru dari NAVI yang menggunakan Suyou sukses menjadi algojo dengan mengumpulkan 7 stack Sky Piercer, memberikan eksekusi instan terhadap Nino (Uranus) dan pemain Alter Ego lainnya [54:22]. Pertukaran team fight selalu merugikan Alter Ego. Puncaknya, NAVI berhasil melakukan Wipe Out dan mengamankan kemenangan Game 1 dalam waktu singkat di bawah 14 menit [58:14]. Apro dinobatkan sebagai MVP pada game ini berkat penempatan posisi dan inisiasinya yang tanpa cela.
Game 2: Alter Ego Menolak Tunduk, Sang Bintang Harith Beraksi
Kalah di game pertama membuat Alter Ego sadar bahwa mereka tidak bisa membiarkan Marcel terlepas. Di Game 2, Alter Ego menutup Marcel dan kembali ke identitas asli mereka: bermain agresif sejak menit awal. Alter Ego mengamankan Harith untuk Arvi dan Yu Zhong untuk Nino, sementara NAVI mencoba mengimbangi dengan Suyou (Andoru) dan Guinevere (Ukir).
Berbeda 180 derajat dengan Game 1, Alter Ego langsung menabrak formasi NAVI. Mereka mendominasi area river dan mengambil alih rotasi [01:23:06]. Nino dengan Yu Zhong-nya menjadi monster di lini depan. Ia berhasil melakukan zoning out yang sangat luar biasa dan bahkan mendapatkan double kill krusial di menit-menit awal. Arvi yang menggunakan Harith sangat leluasa melakukan farming, menumpuk pundi-pundi gold, dan mendapatkan item utamanya lebih cepat. Pada menit ke-13, berbekal Zaman Force yang tepat sasaran, Arvi mengacak-acak garis pertahanan NAVI, mendapatkan Triple Kill, dan membawa Alter Ego menyamakan kedudukan 1-1 melalui momen Wipe Out [01:34:26]. Arvi keluar sebagai MVP Game 2.
Game 3: Penyelesaian Sempurna Sang “Reverse Sweep”
Di game penentuan, Alter Ego semakin percaya diri. Mereka kembali memilih Yu Zhong untuk Nino dan kali ini Arvi dipercaya menggunakan Granger. Di sisi lain, Cyrus mengejutkan penonton dengan pick Odette di area midlane. NAVI yang tertekan mencoba bermain defensif, namun Alter Ego menerapkan taktik invasi jungle secara konstan.
Sejak awal game, Alter Ego mematikan pergerakan NAVI dengan menguasai seluruh buff dan objektif netral [02:08:00]. Alex yang menggunakan Hilda secara terus-menerus memberikan informasi letak musuh dan mengganggu formasi NAVI. Rotasi yang agresif dari Nino dan damage beruntun dari Arvi (Granger) membuat NAVI tidak bisa bernapas. Keunggulan gold Alter Ego bahkan sempat menyentuh angka 10.000 gold difference. Meski NAVI sempat melakukan pertahanan luar biasa (High Ground Defense) di area base mereka, gempuran Alter Ego terlalu kuat. Game ketiga pun berakhir dengan kemenangan Alter Ego, memastikan Reverse Sweep 2-1 atas NAVI [02:21:14].
Statistik & Ulasan Pemain:
-
Nino (Alter Ego): Bermain luar biasa dominan di Game 2 dan 3 dengan Yu Zhong. Ia dinobatkan sebagai Player of the Match karena perannya sebagai initiator dan damage soaker yang membuka ruang bagi Arvi.
-
Arvi (Alter Ego): Mendapatkan gelar Rich Guy by Todak dan MVP di Game 2 dengan Harith, membuktikan bahwa dirinya adalah salah satu Gold Laner paling mematikan jika diberikan hero power.
-
Apro (NAVI): Tampil memukau di Game 1 dengan Marcel, namun kesulitan di dua game berikutnya karena target ban yang ketat dari Alter Ego.
MATCH 2: GEEK FAM vs ONIC (17:15 WIB) – Kembalinya Sang “King Slayer”
Laga kedua menyajikan pertarungan penuh emosi antara pemuncak klasemen ONIC (Sang Raja Langit) melawan GEEK FAM (Sang Penakluk Raja). GEEK FAM sedang dalam masa transisi setelah merombak roster dan memasukkan jungler baru jebolan MDL, Nazara. Sementara ONIC tampil stabil tanpa pergantian susunan pemain, siap untuk mengamankan tiket Playoff lebih awal.
Game 1: ONIC Menunjukkan Kelasnya
Pada Game 1, ONIC menunjukkan mengapa mereka berada di puncak klasemen. Kairi diberikan hero signature-nya, Fanny, sementara Kelra menggunakan Harith, dan Sans memakai Lilia. GEEK FAM mencoba melawan dengan Marcel (Apro), Moskov (Kenzy), dan Harley (Nazara).
ONIC bermain dengan tempo yang sangat sabar namun mematikan. Alih-alih bermain chaos di awal, Kairi (Fanny) sangat tenang mengamankan farming dan objektif turtle [03:47:02]. Kesabaran ONIC membuahkan hasil ketika GEEK FAM melakukan blunder dan over-extend (terlalu memaksakan maju) di area pertempuran. Kelra (Harith) menghukum kesalahan tersebut dengan positioning yang sangat baik, mengeksekusi player GEEK FAM satu per satu hingga ONIC mendapatkan momentum Wipe Out [03:56:52]. GEEK FAM kehilangan base turret dan akhirnya harus merelakan Game 1 kepada ONIC dalam waktu yang relatif cepat. Kelra menjadi MVP berkat dominasinya menggunakan Harith.
Game 2: Taring GEEK FAM Mulai Terlihat
Tertinggal 0-1 tidak memadamkan semangat GEEK FAM. Di Game 2, mereka bangkit dengan merespons draft ONIC secara brilian. Marcel dari GEEK FAM memilih Phoveus sebagai jawaban atas hero dash dari ONIC (Valentina dan Leomord). Kairi kali ini menggunakan Leomord, sementara Kelra beralih ke Beatrix.
Game berjalan ketat sejak awal, namun Baloyskie (Roamer GEEK FAM) menunjukkan kelasnya sebagai otak permainan. Inisiasinya yang sangat tajam berkali-kali mematahkan pergerakan Sans dan Lutfi [04:31:31]. Marcel yang menggunakan Phoveus menjadi bintang di game ini. Ia tidak hanya menyerap damage yang luar biasa besar, tetapi juga memberikan pressure luar biasa ke lini belakang ONIC. Nazara (Harley) juga berkontribusi besar dengan pergerakan silumannya yang secara konsisten melakukan burst damage ke pemain kunci ONIC. Berkat eksekusi yang disiplin dan minimnya kesalahan (no mistake), GEEK FAM berhasil menyamakan kedudukan 1-1, memaksa pertandingan dilanjutkan ke Game 3.
Game 3: Runtuhnya Langit, “Reverse Sweep” GEEK FAM!
Game penentuan mempertaruhkan segalanya. ONIC masih percaya diri, namun GEEK FAM sedang berada di atas angin. GEEK FAM kembali mengamankan Harley untuk Nazara dan Phoveus untuk Marcel. ONIC mencoba melakukan penyesuaian, tetapi inisiasi mereka sering terbaca.
Sejak awal game, ONIC terlihat tertekan oleh rotasi GEEK FAM [04:54:00]. Combo dari Baloyskie dan eksekusi instan dari Nazara (Harley) membuat formasi ONIC porak-poranda. Kelra yang biasanya bebas menembak, kali ini benar-benar dibungkam dan dipaksa untuk terus melakukan reposisi akibat zoning masif dari Phoveus (Marcel) dan inisiasi mendadak dari Aboy (Lylia). Momen krusial terjadi ketika GEEK FAM berhasil mendapatkan Lord tanpa kontes berarti, dan tekanan bertubi-tubi membuat ONIC tidak mampu melakukan High Ground Defense.
Dengan dominasi total dan eksekusi yang nyaris tanpa cacat, GEEK FAM menghancurkan base ONIC dan memastikan kemenangan 2-1 [05:17:36]. Kemenangan ini kembali membuktikan bahwa julukan “King Slayer” bukan sekadar isapan jempol belaka. GEEK FAM selalu menemukan cara untuk menjatuhkan tim-tim raksasa di liga.
Statistik & Ulasan Pemain:
-
Marcel (GEEK FAM): Meraih MVP di Game 2 dan 3 karena performa brutalnya menggunakan Phoveus. Ia membuktikan bahwa pilihan hero yang spesifik untuk melakukan counter setup sangat berdampak pada alur pertandingan.
-
Nazara (GEEK FAM): Sang rookie membuktikan mental bajanya. Meski melawan Kairi, Nazara tetap tenang. Ia meraih gelar Rich Guy by Todak dengan perolehan GPM (Gold Per Minute) tertinggi.
-
Kelra (ONIC): Menjadi tulang punggung ONIC di Game 1, namun tak mampu berbicara banyak di Game 2 dan 3 karena target operasi khusus yang dilakukan oleh Baloyskie dkk.
MATCH 3: DEWA UNITED vs TEAM LIQUID ID (20:15 WIB) – Lahirnya Kuda Hitam Penghancur
Pertandingan pamungkas hari ini adalah pertarungan balas dendam bagi Dewa United atas kekalahan mereka dari Team Liquid ID di leg pertama. Laga ini juga menjadi ajang adu Rookie Sensation antara Dolin (Dewa United) dan Drichel (TLID). Team Liquid ID turun dengan line-up Aran, Kevin, Drichel, Leoni, dan Yawi, sementara Dewa United membawa Kin, Dolin, Octa, Maybe, dan Muezza.
Game 1: Dewa Membalikkan Kutukan “Maniac”
Game pertama berlangsung dengan sangat epik dan penuh plot twist. Team Liquid ID mengawali laga dengan sangat garang. Pada menit kedua, Aran yang menggunakan Esmeralda secara mengejutkan berhasil mendapatkan Maniac [06:58:50]. Momentum ini seharusnya menjadi jalan mulus bagi TLID untuk melakukan snowballing.
Namun, Dewa United membuktikan mentalitas baja mereka. Meski tertinggal dalam gold dan tertekan di early game, mereka tetap tenang. Kunci kebangkitan Dewa ada pada Kin yang menggunakan Freya. Di pertengahan game, sebuah team fight besar terjadi di area Lord Pit. Kin melakukan rotasi dari belakang (flanking) dan memecah belah formasi Team Liquid ID. Distraksi yang diciptakan Kin membuat Octa (Lunox) dan Maybe (Granger) memiliki ruang bebas untuk menembak. Granger milik Maybe yang sudah mendapatkan stack Sky Piercer dengan cepat menyapu bersih pemain TLID [07:01:11]. Momen tersebut mengarah pada Wipe Out dan Dewa United langsung melakukan dorongan langsung ke arah base, mengunci kemenangan Game 1 dengan gaya epic comeback. Kin keluar sebagai MVP atas inisiasi briliannya.
Game 2: Pembantaian Cepat Sang Kuda Hitam
Memasuki Game 2, Team Liquid ID tampak masih terguncang oleh kekalahan di game sebelumnya. Dewa United yang sudah mendapatkan momentum, tampil jauh lebih agresif. Dewa mengamankan Suyou untuk Dolin dan Phoveus untuk Kin, sementara Octa kembali dipercaya menggunakan Lunox.
Dewa United bermain sangat rapi, mendominasi setiap lini sejak menit pertama. Dolin (Suyou) bergerak tanpa hambatan di area jungle, sementara Kin (Phoveus) terus memenangkan pertukaran damage di jalur EXP Lane melawan Aran [07:23:01]. Rotasi midlane yang dilakukan Octa dengan damage gila dari Lunox (yang menggunakan item Penetrasi penuh) membuat para pemain TLID seakan “meleleh” seketika. Pertarungan berjalan sangat sepihak (one-sided). Kesalahan fatal dari Kevin di early game yang berujung pada tercurinya beberapa buff semakin mematikan langkah TLID.
Hanya dalam waktu singkat (sekitar 11 menit), Dewa United menyudahi perlawanan Team Liquid ID dan mengamankan kemenangan mutlak 2-0 (clean sweep) [07:34:22]. Kemenangan ini tak lepas dari permainan kolektif Dewa yang luar biasa disiplin, membuat TLID tidak diberikan celah sedikit pun untuk bernapas.
Statistik & Ulasan Pemain:
-
Kin (Dewa United): Pemain EXP Laner ini terpilih sebagai Player of the Week [08:00:15] berkat penampilannya yang sangat impresif, terutama setup krusialnya di Game 1 menggunakan Freya dan dominasinya menggunakan Phoveus di Game 2.
-
Dolin (Dewa United): Menunjukkan bahwa dirinya layak menyandang gelar Jungler terbaik. Performanya yang konsisten menggunakan Suyou membawanya meraih gelar Rookie of the Week [07:59:19].
-
Octa (Dewa United): Lunox milik Octa membuktikan bahwa hero power bisa menghancurkan draft lawan jika dieksekusi dengan positioning yang sempurna.
Dampak Klasemen dan Penghargaan Mingguan
Hasil pertandingan pada hari Minggu, 26 April 2026 ini membawa perubahan masif pada klasemen sementara MPL ID Season 17 [07:57:43]:
-
DEWA UNITED secara dramatis melompat ke peringkat #2, membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pemanis, melainkan “Kuda Hitam” sejati yang siap mengkudeta pemuncak klasemen.
-
GEEK FAM dan ALTER EGO sama-sama merangkak naik, memperbesar peluang mereka untuk aman di zona Playoff.
-
ONIC meski menelan kekalahan, masih menduduki posisi puncak, namun mereka sadar bahwa singgasana mereka mulai terancam oleh tim-tim di bawahnya.
-
Tim-tim seperti NAVI, EVOS, dan TLID harus turun peringkat dan diwajibkan untuk memenangkan pertandingan di minggu-minggu berikutnya jika ingin bertahan.
Penghargaan Individu Minggu Ke-5:
-
Rookie of the Week: Dolin (DEWA UNITED) [07:59:19] – Bermain sebagai jungler eksekutor dengan sangat tajam dan presisi.
-
Player of the Week: Kin (DEWA UNITED) [08:00:15] – EXP Laner pembuat keajaiban yang mampu memutarbalikkan situasi tertinggal menjadi kemenangan mutlak.
Pembuktian Alter Ego dan Geek Fam
MPL ID Season 17 Week 5 Day 3 akan dikenang sebagai harinya para “Pembalik Keadaan” (Reverse Sweep) dan unjuk gigi sang kuda hitam. Alter Ego dan Geek Fam membuktikan bahwa dengan mental baja, ketertinggalan 0-1 di game pertama bukanlah akhir dari segalanya. Sementara itu, Dewa United mengukuhkan diri sebagai kandidat penantang juara sesungguhnya dengan kedisiplinan dan keberanian mereka merusak tempo permainan musuh.
Perjalanan Regular Season masih menyisakan beberapa minggu, dan tiket menuju Velodrome masih diperebutkan dengan sengit. Setiap match adalah final, setiap rotasi adalah penentu nasib. Para penonton (Super Fans) di seluruh Indonesia pastinya tidak sabar menunggu kejutan apa lagi yang akan dihadirkan di Land of Dawn pada minggu keenam mendatang.
(Data, statistik, dan kutipan bersumber langsung dari siaran resmi MPL Indonesia Season 17 Week 5 Day 3)

