Babak liga atau Regular Season dari ajang kompetisi esports Mobile Legends: Bang Bang paling bergengsi di Tanah Air, Mobile Legends Professional League Indonesia Season 17 (MPL ID S17), telah resmi berakhir dengan penuh drama pada hari Minggu, 24 Mei 2026. Sembilan minggu pertempuran tanpa henti akhirnya mencapai titik kulminasi. Air mata, sorak-sorai, dan kejutan besar mewarnai penutup musim ini. Tiga tim besar harus mengubur mimpi mereka dalam-dalam dan angkat koper lebih awal, yaitu Alter Ego Esports, Natus Vincere (NAVI), dan sang Raja dari Segala Raja, RRQ Hoshi.
Sementara itu, enam tim teratas telah memastikan tiket emas mereka menuju babak Playoffs yang akan digelar mulai 10 Juni 2026 mendatang. Keberhasilan keenam tim ini tidak lepas dari kemampuan mereka beradaptasi dengan perubahan besar di Land of Dawn, sementara kegagalan tiga tim terbawah menjadi catatan sejarah paling kelam di sepanjang partisipasi mereka.
Berikut adalah rincian lengkap dari dinamika klasemen, performa mengecewakan dari tim yang gugur, hingga kekuatan mematikan dari enam tim yang melaju ke babak penentuan juara.
Klasemen Akhir Regular Season MPL ID S17
Sistem Double Round Robin yang diterapkan mengharuskan setiap tim bermain 16 kali. Dari total 72 pertandingan sepanjang sembilan minggu, inilah klasemen akhir yang menentukan nasib kesembilan tim:
| Peringkat | Nama Tim | Match (W-L) | Net Game Win | Status |
| 1 | ONIC Esports | 13-3 | +21 | Lolos ke Playoffs (Upper Bracket) |
| 2 | Team Liquid ID | 10-6 | +5 | Lolos ke Playoffs (Upper Bracket) |
| 3 | Dewa United Esports | 9-7 | +5 | Lolos ke Playoffs |
| 4 | Bigetron by Vitality | 9-7 | -1 | Lolos ke Playoffs |
| 5 | EVOS Esports | 8-8 | +1 | Lolos ke Playoffs |
| 6 | Geek Fam ID | 8-8 | 0 | Lolos ke Playoffs |
| 7 | Alter Ego Esports | 7-9 | -6 | Tereliminasi |
| 8 | Natus Vincere (NAVI) | 6-10 | -4 | Tereliminasi |
| 9 | RRQ Hoshi | 2-14 | -20+ | Tereliminasi |
Mengupas Tuntas Tumbangnya Tiga Raksasa
Gagal melaju ke babak Playoffs bukanlah hal yang bisa diterima dengan mudah, terutama bagi tim dengan nama besar dan basis penggemar yang masif. Eliminasi Alter Ego, NAVI, dan RRQ Hoshi memiliki cerita tragisnya masing-masing.
1. Kehancuran Sang Raja: RRQ Hoshi (Peringkat 9)
Ini adalah musim terburuk sepanjang sejarah berdirinya divisi Mobile Legends RRQ Hoshi. Berada di dasar klasemen dengan rekor kemenangan sangat memprihatinkan (2-14), sang “Raja dari Segala Raja” benar-benar kehilangan mahkotanya. Sejak minggu-minggu awal, RRQ tampak kesulitan menemukan chemistry antar pemain. Pergantian roster yang sering dilakukan di tengah musim bukannya membawa solusi, malah merusak ritme permainan.
Kesalahan drafting, eksekusi teamfight yang berantakan, serta ketidakmampuan beradaptasi dengan sistem Annual Map Change musim ini membuat mereka sering kali terhukum sejak early game. Gugurnya RRQ Hoshi menorehkan luka dalam bagi para Kingdom (sebutan penggemar RRQ) yang harus rela melihat tim kesayangannya absen di panggung Playoffs untuk pertama kalinya.
2. Tantangan Tim Internasional: Natus Vincere / NAVI (Peringkat 8)
Kehadiran organisasi esports raksasa asal Eropa Timur, NAVI, di kancah MPL Indonesia Season 17 awalnya disambut dengan ekspektasi tinggi. Namun, realita kompetisi Mobile Legends di Indonesia terbukti sangat kejam. Mengakhiri musim di posisi ke-8 dengan raihan 6 kali menang dan 10 kali kalah, NAVI harus pulang lebih awal.
NAVI sebenarnya sempat menunjukkan potensi, salah satunya dengan merebut kemenangan mengejutkan dari tim-tim papan tengah di pertengahan musim. Sayangnya, inkonsistensi menjadi musuh terbesar mereka. Ketidakmampuan menjaga objektivitas saat unggul (snowballing) dan kurang kuatnya pertahanan saat diserang Lord membuat mereka sering kehilangan poin krusial. Tekanan mental bertanding di bawah sorotan jutaan penikmat MPL ID tampaknya menjadi pekerjaan rumah terbesar yang harus mereka benahi untuk musim depan.
3. Tragedi Minggu Terakhir: Alter Ego (Peringkat 7)
Dari ketiga tim yang gugur, Alter Ego adalah yang paling merasakan patah hati. Mereka berada tepat di bawah garis aman dengan rekor 7 menang dan 9 kalah. Nasib Alter Ego ditentukan pada Week 9, di mana setiap pertandingan ibarat final bagi mereka.
Pada laga krusial hari Jumat, 22 Mei 2026, Alter Ego harus berhadapan dengan Team Liquid ID yang sedang on-fire. Alih-alih mencuri poin, Alter Ego justru dibantai habis dengan skor telak 0-2. Kekalahan ini menjadi pukulan telak. Meskipun mereka mencoba bangkit di hari Sabtu saat melawan RRQ Hoshi, posisi mereka di klasemen sudah tidak tertolong akibat tim-tim di atasnya (seperti EVOS dan Geek Fam) berhasil mengamankan poin kemenangan di laga lain. Alter Ego kembali harus menelan pil pahit dan gagal masuk ke Playoffs karena tertinggal satu kemenangan dari EVOS Esports dan Geek Fam ID.
Adaptasi Meta dan “Annual Map Change”: Kunci Kesuksesan
MPL ID S17 bukanlah musim yang biasa. Moonton mengimplementasikan fitur Annual Map Change dengan perubahan acak yang memaksa setiap tim bermain dengan strategi super dinamis. Tim yang berhasil lolos ke Playoffs adalah mereka yang sukses memanfaatkan fitur-fitur baru ini, sementara yang tereliminasi sering kali mati kutu di tangannya.
-
Dangerous Grass: Semak belukar yang jauh lebih lebat menutupi area vital seperti area Mid, Lord pit, dan sekeliling turret. Tim seperti ONIC Esports sangat lihai menggunakan fitur ini untuk melakukan pick-off kejutan.
-
Broken Walls: Celah-celah dinding baru membuka rute flanking (serangan menyamping) yang tak terduga. Assassin dari Team Liquid ID dan Bigetron by Vitality merajalela memanfaatkan jalur pintas ini untuk membunuh Marksman atau Mage lawan.
-
Flying Cloud: Platform awan di dekat base memberikan efek melayang dan kecepatan gerak selama 5 detik setelah respawn. Ini membuat momen defense base jauh lebih kuat, memungkinkan EVOS dan Dewa United melakukan pertahanan epic comeback.
-
Expanding Rivers: Aliran sungai yang meluap ke jalur lane meningkatkan Movement Speed bagi pahlawan yang melewatinya. Rotasi menjadi kunci, dan Geek Fam ID sangat pintar memanfaatkannya untuk rotasi ganking secepat kilat.
6 Tim Penguasa yang Siap Bertarung di Playoffs
Keenam tim yang lolos telah membuktikan kualitas, konsistensi, dan mentalitas juara mereka di sepanjang Regular Season.
1. ONIC Esports
Sang landak kuning masih menjadi penguasa absolut MPL Indonesia. Dengan rekor gemilang 13 kemenangan dan hanya 3 kekalahan (Net Game Win +21), ONIC tampil dominan nyaris di setiap lininya. Eksekusi makro tingkat tinggi dan kedisiplinan menjaga Turret membuat mereka nyaman mengamankan slot Upper Bracket.
2. Team Liquid ID
Kejutan manis datang dari Team Liquid ID. Mengamankan posisi kedua dengan rekor 10-6, mereka sukses merebut tiket terakhir Upper Bracket. Kemenangan krusial 2-0 atas Alter Ego di minggu ke-9 membuktikan bahwa Liquid bukan sekadar tim kuda hitam, melainkan kandidat kuat juara musim ini dengan gaya permainan yang super agresif.
3. Dewa United Esports
Berada di posisi ke-3 dengan skor 9-7, Dewa United bermain luar biasa stabil. Mereka sering kali mengeksploitasi kelengahan musuh di late game dan mengamankan obyektif Lord dengan presisi Retribution yang akurat.
4. Bigetron by Vitality
Meski performa mereka sempat naik-turun yang tercermin dari Net Game Win minus (-1), Bigetron (9-7) tetap menjadi raksasa yang menakutkan. Pengalaman jam terbang tinggi membuat robot merah ini selalu tahu cara keluar dari tekanan dan membalikkan keadaan.
5. EVOS Esports
Sang macan putih nyaris saja terpeleset. Mengakhiri musim dengan skor berimbang 8-8, EVOS sangat diuntungkan oleh rentetan kemenangan mereka di awal musim dan sedikit terbantu oleh kekalahan tim-tim pesaing di bawahnya. Namun, EVOS di babak Playoffs selalu memiliki DNA yang berbeda.
6. Geek Fam ID
Tim terakhir yang berhasil mencuri tiket Playoffs adalah Geek Fam (8-8). Mental pantang menyerah mereka teruji saat menghadapi tim-tim papan atas. Daya juang untuk merangsek masuk ke 6 besar di detik-detik terakhir membuktikan kelayakan mereka untuk berada di panggung utama.
Menuju Babak Penentuan
Dengan tersingkirnya Alter Ego, NAVI, dan RRQ Hoshi, peta kekuatan Mobile Legends di Indonesia mengalami pergeseran besar. Babak Playoffs akan segera dimulai pada hari Rabu, 10 Juni 2026 hingga puncaknya di akhir pekan tersebut.
Pertarungan dijamin akan semakin berdarah. ONIC Esports dan Team Liquid ID yang berada di Upper Bracket hanya tinggal menanti lawan mereka dari hasil pertarungan sengit antara Dewa United, Bigetron by Vitality, EVOS Esports, dan Geek Fam. Tidak ada lagi kesempatan kedua bagi tim yang berada di Lower Bracket.
MPL ID Season 17 telah menyajikan cerita manis, air mata, dan kejatuhan para raja. Siapakah yang akan mengangkat piala dan menjadi penguasa baru di Land of Dawn pada tahun 2026 ini? Jawabannya akan segera kita saksikan bersama di babak Playoffs mendatang.
