JAKARTA – Jagat kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Indonesia sedang diguncang badai rumor yang melibatkan dua bintang terbesar tanah air: Schevenko “Skylar” Tendean dan Gilang “Sanz“. Pasca hasil mengecewakan di kejuaraan dunia M7 World Championship awal 2026, kabar mengenai keretakan hubungan antara sang Midlaner jenius dan Gold Laner fenomenal ini terus memanas.

Spekulasi ini bukan tanpa dasar. Berbagai potongan video livestream, absennya Skylar dari roster aktif, hingga kedatangan pemain asing “Kelra” menjadi kepingan puzzle yang menyusun narasi perselisihan di tubuh ONIC Esports. Benarkah mereka berseteru? Apa sebenarnya yang terjadi di balik layar?
Awal Mula Api: Kegagalan M7 dan “Blame Game”
Pemicu utama yang menyulut isu ini adalah performa ONIC Esports di M7 World Championship. Sebagai tim yang diunggulkan, kegagalan mereka meraih takhta tertinggi memicu evaluasi besar-besaran. Data faktual menunjukkan bahwa pasca turnamen tersebut, tensi di internal tim meningkat.

Dalam beberapa sesi livestream pribadi, Sanz sempat tertangkap kamera memberikan komentar yang ambigu mengenai performa rekan setimnya. Meski tidak menyebut nama secara eksplisit, netizen menangkap adanya ketidakpuasan Sanz terhadap koordinasi di area Gold Lane. Sebaliknya, Skylar yang dikenal sebagai pemain dengan mekanik tinggi, terlihat mulai jarang melakukan “party” (bermain bersama) dengan pemain ONIC lainnya di luar jam latihan resmi, sebuah anomali bagi tim yang selama ini dikenal sangat solid.
Kronologi Masalah: Tekanan Performa vs Ego Bintang
Analisis dari para pengamat esports dan data yang dihimpun dari pergerakan bursa transfer menunjukkan ada tiga poin krusial yang menyulut permasalahan ini:

1. Perbedaan Visi di Area Gold Lane
Sebagai pemain yang sangat perfeksionis, Sanz menuntut efisiensi tinggi dalam setiap rotasi. Rumor yang beredar di kalangan orang dalam (insider) menyebutkan bahwa ada ketidakcocokan gaya main antara agresivitas Sanz dan pola farming Skylar yang membutuhkan space lebih besar. Perbedaan ini memuncak saat pertandingan krusial di babak playoff M7, di mana kegagalan komunikasi berujung pada kekalahan fatal.
2. Kedatangan Kelra: Ancaman atau Solusi?
Per 8 Februari 2026, ONIC secara mengejutkan memperkenalkan Grant “Kelra” Pillas, Gold Laner legendaris asal Filipina yang dijuluki “The Filipino Sniper”. Langkah manajemen ini dipandang sebagai respons langsung terhadap “masalah” di posisi Skylar. Masuknya Kelra praktis membuat posisi Skylar terancam, yang kemudian berujung pada pengumuman bahwa Skylar resmi berstatus Non-Aktif (Inactive).
3. “Livestream Leaks” dan Spekulasi Netizen
Netizen menyoroti momen di mana Sanz hampir “keceplosan” menyalahkan performa individu tertentu saat membahas kekalahan tim di hotel selama M7. Meski kemudian diredam oleh rekan setim lainnya seperti Kiboy, potongan klip tersebut sudah terlanjur viral dan menjadi bensin bagi isu perseteruan ini.
Status Skylar: Rehat atau “Dibuang”?
Saat ini, status resmi Skylar di ONIC adalah inactive. Dalam pengumuman resminya, pihak manajemen menyebutkan bahwa Skylar membutuhkan waktu untuk “rehat” demi kesehatan mental dan kebugaran fisik. Namun, banyak pihak meragukan narasi “rehat” ini.

Jika melihat sejarah transfer Skylar dari RRQ Hoshi ke ONIC pada Agustus 2025 yang begitu fenomenal, keputusan untuk memarkirkannya hanya dalam waktu kurang dari satu tahun adalah langkah yang sangat drastis. Indikasi bahwa ada masalah pribadi dengan Sanz semakin kuat karena Sanz kini menjadi figur sentral dalam pembentukan chemistry baru bersama Kelra dan Kairi.
Ulasan Faktual: Profesionalisme di Atas Segalanya?
Secara faktual, hingga hari ini belum ada pernyataan resmi dari kedua pemain yang menyatakan bahwa mereka saling membenci secara pribadi. Namun, dalam dunia esports profesional, “perseteruan” seringkali bukan berarti pertengkaran fisik, melainkan hilangnya kepercayaan (trust) di dalam game.
Sanz, dengan standar performanya yang luar biasa, dikenal tidak mentolerir kelemahan dalam eksekusi strategi. Di sisi lain, Skylar adalah bintang yang terbiasa menjadi pusat perhatian dan “gendong” tim di RRQ. Benturan ego dua “Alpha” dalam satu tim ini nampaknya menjadi harga mahal yang harus dibayar ONIC.
Era Baru Tanpa Skylar?
Perseteruan Skylar dan Sanz mungkin tidak akan pernah dikonfirmasi secara gamblang oleh pihak klub demi menjaga nilai pasar pemain. Namun, data di lapangan berbicara jelas: Skylar kini berada di luar garis lapangan, sementara Sanz tetap menjadi motor utama ONIC dengan rekan baru dari Filipina.
Permasalahan yang menyulutnya bukan sekadar “siapa yang salah,” melainkan ketidakmampuan dua talenta besar untuk menyelaraskan ego demi visi jangka panjang tim. Bagi penggemar, ini adalah akhir dari duet yang sebenarnya sangat menjanjikan di atas kertas.
