JAKARTA, 26 Februari 2026 – Jagat kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Indonesia kembali memanas. Kali ini, sorotan tidak datang dari atas panggung MPL, melainkan dari ruang siaran langsung sang Gold Laner legendaris, Schevenko “Skylar” Tendean. Setelah berbulan-bulan menjadi sasaran spekulasi liar netizen mengenai keretakan hubungannya dengan punggawa ONIC Esports, Skylar akhirnya memberikan pernyataan menohok yang membungkam para provokator.

Melawan Arus Provokasi: Pernyataan Tegas Skylar
Sejak kepindahannya yang fenomenal dari RRQ Hoshi ke ONIC Esports pada MPL ID Season 16, gerak-gerik Skylar selalu diawasi ketat. Puncaknya terjadi menjelang bergulirnya MPL ID Season 17, di mana Skylar secara resmi diumumkan akan mengambil masa rehat (break). Keputusan ini memicu rumor adanya konflik internal, terutama antara dirinya dengan pemain lama ONIC seperti Sanz, Kairi, hingga Kiboy.
Akhirnya Skylar Buka Suara: “Yang Bikin Nggak Baik Itu Kalian!”
Akhirnya dalam sebuah sesi live streaming yang ditonton oleh puluhan ribu penggemar baru-baru ini, Skylar buka suara tampak tidak lagi bisa menahan kegeramannya terhadap opini publik yang dianggapnya sudah kelewat batas. Dengan nada bicara yang tenang namun tegas, ia mengklarifikasi status hubungannya dengan rekan-rekan setimnya di Landak Kuning.

“Hubungan gue sama semua anak ONIC itu baik-baik aja. Nggak ada masalah sama sekali, kita tetap seru-seruan bareng,” ujar Skylar saat menanggapi komentar negatif di kolom chat.
Ia kemudian melanjutkan dengan kalimat yang langsung menjadi viral di berbagai platform media sosial: “Yang bikin nggak baik itu adalah kalian para provok yang sok paling tahu. Kalian yang bikin seolah-olah kita ada masalah, padahal di internal aman-aman aja.”
Pernyataan ini seolah menjadi tamparan keras bagi sebagian oknum penggemar atau “provokator” yang seringkali membanding-bandingkan performanya dengan Gold Laner lain, atau menafsirkan setiap interaksi di media sosial sebagai tanda-tanda perpecahan.
Fakta di Balik Masa Rehat: Bukan Konflik, Tapi Burnout
Berdasarkan data valid dari konferensi pers resmi yang digelar manajemen ONIC Esports pada awal Februari 2026, keputusan Skylar untuk rehat murni didasari oleh alasan personal dan kesehatan mental.

CEO ONIC Esports, Justin Widjaja, menjelaskan bahwa jadwal kompetisi yang sangat padat selama satu tahun terakhir—mulai dari MPL ID Season 16 hingga kesuksesan menjuarai Games of the Future 2025—telah menguras energi sang pemain secara luar biasa.
“Skylar tetap bagian dari keluarga besar ONIC. Dia memutuskan rehat untuk recovery karena jadwal yang sangat intens, hampir setengah tahun penuh dia berada dalam mode bootcamp tanpa henti. Kami sepenuhnya menghormati keputusan itu,” tegas Justin dalam keterangannya.
Chemistry yang Sering Disalahartikan
Pengamat esports menilai bahwa tekanan yang diterima Skylar muncul karena ia bergabung dengan tim yang sudah memiliki “inti” yang sangat kuat. Ketika ONIC mengalami sedikit penurunan performa atau saat Skylar melakukan kesalahan individual di land of dawn, netizen cenderung mencari kambing hitam dan mengaitkannya dengan masalah chemistry.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Melalui unggahan beberapa pemain ONIC lainnya, Skylar seringkali terlihat menghabiskan waktu bersama di luar jam latihan. Interaksi roasting yang terjadi antara Kairi dan Skylar dalam video-video konten tim juga merupakan bentuk kedekatan yang sudah lazim di antara pemain profesional, bukan tanda ketidaksukaan.
Dampak Absennya Skylar di Season 17
Dengan absennya Skylar, ONIC Esports kini mengandalkan Kelra sebagai ujung tombak baru di lini Gold Lane. Meskipun posisi Skylar digantikan sementara, manajemen memastikan bahwa pintu selalu terbuka bagi pemain asal Manado tersebut untuk kembali memperkuat skuad utama jika masa rehatnya telah usai.
Keputusan Skylar untuk “buka suara” ini diharapkan dapat meredam tensi di antara basis penggemar, terutama antara pendukung fanatik RRQ (Kingdom) dan ONIC (Sonic) yang seringkali terlibat adu argumen mengenai status sang pemain.
Dewasa dalam Menanggapi Rumor
Kasus Skylar menjadi pengingat penting bagi komunitas esports Indonesia bahwa apa yang terlihat di permukaan—baik itu hasil pertandingan maupun cuplikan pendek di media sosial—tidak selalu mencerminkan realita hubungan antar pemain di belakang layar.
Skylar telah menunjukkan kedewasaannya dengan tetap loyal kepada timnya meskipun harus berhadapan dengan badai kritik. Kini, tugas komunitas adalah memberikan ruang bagi sang pemain untuk beristirahat tanpa harus dibumbui dengan narasi-narasi provokatif yang tidak berdasar.
