Di tengah konflik yang tengah mengemuka antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel, Federasi Sepak Bola Iran meminta FIFA untuk memindahkan seluruh jadwal pertandingannya di Piala Dunia 2026 dari Amerika Serikat ke Meksiko.
Hal ini tidak lepas dari ketegangan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat yang merupakan salah satu tuan rumah ajang akbar empat tahunan yang akan berlangsung di musim panas ini.
Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengaku pada pernyataan presiden AS Donald Trump yang dianggap membahayakan keselamatan para pemain Iran.
“Ketika Trump secara eksplisit mengatakan tidak bisa menjamin keamanan timnas Iran, kami pasti tidak akan bepergian ke Amerika,” tegas Mehdi Taj.
Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya bernegosiasi dengan FIFA agar seluruh pertandingan timnas Iran berlangsung di Meksiko.
“Kami saat ini sedang bernegosiasi dengan FIFA untuk menggelar pertandingan Iran di Piala Dunia di Meksiko,” sambungnya.
Namun, keinginan tersebut tidak bisa dipenuhi FIFA. Dalam pernyataan resmi, Federasi Sepak Bola Dunia itu mengatakan seluruh pertandingan berjalan sesuai jadwal yang sudah dirilis pada Desember 2025. Pihak FIFA pun terus menjalin komunikasi dengan seluruh peserta termasuk Iran.
Pihak Meksiko yang menjadi salah satu tuan rumah tetap terbuka terhadap setiap perubahan, termasuk bila menjadi host bagi setiap pertandingan timnas Iran.
Hal ini disampaikan oleh Presiden Claudia Scheinbaum belum lama ini. Claudia mengatakan pihaknya memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan semua negara. Untuk itu, mereka akan menunggu keputusan FIFA terkait adanya perubahan.
“Mexico memelihara hubungan diplomatik dengan setiap negara di dunia. Karena itu, kami akan menunggu keputusan FIFA,” tandas Claudia Sheinbaum.
Di Piala Dunia 2026 nanti, Iran tergabung di grup Bersama Belgia, Selandia Baru, dan Mesir. Iran yang lolos sebagai runner-up grup kualifikasi zona Asia akan menghadapi Belgia dan Selandia Baru di Los Angeles, sebelum bersua Mohamed Salah dan timnas Mesir di Seattle.
