Dunia industri game dan esports global kembali diguncang oleh kabar monumental. Bagi Anda yang mengikuti perkembangan industri ini, tentu masih ingat momen bersejarah pada tahun 2021 ketika ByteDance (perusahaan induk TikTok) mengakuisisi Moonton Technology, developer di balik raksasa game mobile Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Namun, roda bisnis berputar sangat cepat. Kini, sebuah manuver bisnis yang jauh lebih masif sedang ramai diperbincangkan: Savvy Games Group, raksasa gaming asal Arab Saudi, dilaporkan kuat berencana mengambil alih Moonton dari tangan ByteDance dengan valuasi yang fantastis.

Kabar ini bukan sekadar isapan jempol belaka. Berbagai laporan dari media finansial global seperti Reuters dan Bloomberg telah menyoroti negosiasi tingkat tinggi ini. Mari kita bedah secara faktual dan rinci bagaimana rentetan kejadian ini berlangsung, mulai dari era ByteDance hingga intervensi triliunan rupiah dari Timur Tengah.
Mega-Akuisisi ByteDance di Tahun 2021
Untuk memahami betapa “gilanya” kabar terbaru ini, kita harus mundur sejenak ke bulan Maret 2021. Saat itu, ByteDance sedang berada di puncak ambisinya untuk menyaingi dominasi Tencent di industri gaming global. Melalui divisi gaming-nya, Nuverse, ByteDance berani merogoh kocek yang sangat dalam.
-
Nilai Akuisisi 2021: Sekitar $4 Miliar USD (sekitar Rp60 Triliun pada kurs saat itu).
-
Alasan Utama: ByteDance menginginkan senjata utama untuk mematahkan monopoli Honor of Kings (Arena of Valor) milik Tencent. MLBB, yang memiliki puluhan juta pemain aktif harian (DAU) dan mendominasi pasar Asia Tenggara, adalah kandidat yang paling sempurna.
Di bawah bendera ByteDance, ekosistem esports MLBB (seperti MPL, MSC, dan M-Series) terus berkembang pesat, mencatatkan rekor viewership yang mencengangkan setiap tahunnya. Namun, di balik layar, lanskap bisnis ByteDance perlahan berubah.
Mengapa ByteDance Ingin Melepas Moonton?
Anda mungkin bertanya-tanya, jika MLBB sangat sukses, mengapa ByteDance ingin menjualnya? Jawabannya terletak pada restrukturisasi bisnis dan efisiensi korporat.

Pada akhir tahun 2023, ByteDance mengumumkan perombakan besar-besaran pada divisi Nuverse. Berdasarkan data faktual:
-
Fokus Bisnis Bergeser: ByteDance memutuskan untuk mundur dari pengembangan game inti (core gaming) dan lebih memilih fokus pada bisnis utama mereka: platform video pendek (TikTok/Douyin), e-commerce, dan kecerdasan buatan (AI).
-
Efisiensi Biaya: Mengembangkan dan memelihara ekosistem game hardcore memakan biaya operasional yang raksasa. ByteDance mulai melakukan PHK massal di divisi Nuverse dan mencari pembeli potensial untuk aset-aset gaming mereka, termasuk Moonton.
Inilah momen di mana celah terbuka lebar bagi investor raksasa lainnya untuk masuk dan mengambil alih takhta MLBB.
Masuknya Savvy Games Group: Ambisi Arab Saudi di Dunia Esports
Di sinilah cerita menjadi semakin menarik dan “edan”. Pembeli paling potensial yang maju ke meja perundingan bukanlah perusahaan sembarangan, melainkan Savvy Games Group (SGG).

Siapa itu Savvy Games Group? SGG adalah perusahaan gaming dan esports yang didanai penuh oleh Public Investment Fund (PIF), lembaga dana kekayaan kedaulatan (Sovereign Wealth Fund) milik pemerintah Arab Saudi. Perusahaan ini dipimpin oleh CEO Brian Ward (mantan petinggi Activision Blizzard) dan didorong langsung oleh visi Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Arab Saudi memiliki Visi 2030 yang bertujuan untuk mendiversifikasi ekonomi negara agar tidak lagi bergantung pada minyak bumi. Salah satu pilar utamanya adalah menjadikan Arab Saudi sebagai pusat gaming dan esports global. PIF bahkan telah mengalokasikan dana khusus sebesar $38 Miliar USD (sekitar Rp590 Triliun) hanya untuk berinvestasi di industri game.
Rekam jejak belanja “gila” Savvy sebelumnya:
-
Mengakuisisi penyelenggara turnamen ESL dan FACEIT senilai $1,5 Miliar USD.
-
Mengakuisisi developer game mobile Scopely (Monopoly Go!) senilai $4,9 Miliar USD.
-
Memiliki saham signifikan di Nintendo, EA, dan Take-Two Interactive.
“Nominal Lebih Gila” – Angka di Balik Negosiasi
Ketika ByteDance membuka pintu penjualan Moonton, Savvy Games Group langsung dikabarkan sebagai peminat utama. Laporan industri menyebutkan bahwa ByteDance enggan menjual Moonton di bawah harga beli mereka pada 2021.
-
Valuasi yang Ditargetkan: ByteDance dilaporkan mematok harga di angka $4 Miliar hingga $5 Miliar USD (bisa menembus angka lebih dari Rp75 Triliun).
-
Bagi perusahaan konvensional, membeli satu developer game mobile dengan harga tersebut adalah tindakan tidak masuk akal. Namun bagi Savvy, yang memiliki cadangan dana tanpa batas dari PIF, angka ini dinilai sebagai investasi strategis yang sepadan.
Mengapa MLBB dihargai sedemikian fantastis oleh Savvy?
-
Metrik Penonton: Turnamen dunia MLBB, seperti M5 World Championship, mencatatkan peak viewers (penonton puncak) lebih dari 5 juta penonton. Ini menjadikannya salah satu game esports paling banyak ditonton di dunia, mengalahkan banyak game PC raksasa.
-
Pasar Timur Tengah (MENA): MLBB memiliki basis pemain yang berkembang sangat pesat di kawasan Timur Tengah. Hal ini sangat sejalan dengan ambisi Savvy untuk membesarkan ekosistem gaming di wilayah asal mereka.
-
Esports World Cup (EWC): Pada pertengahan tahun 2024, Arab Saudi menggelar Esports World Cup di Riyadh. MLBB menjadi salah satu gelar perdana yang diumumkan dengan prize pool masif sebesar $3 Juta USD. Ini adalah sinyal kuat betapa pentingnya MLBB bagi ekosistem esports Timur Tengah.
Dampak Signifikan Jika Akuisisi Terjadi
Apabila Savvy Games Group resmi mengakuisisi Moonton dari ByteDance, lanskap MLBB akan berubah drastis. Berikut adalah beberapa dampak faktual yang bisa diekspektasikan:
-
Suntikan Dana Esports Skala Masif: Dengan backing dari PIF, kita bisa melihat peningkatan drastis pada total hadiah (prize pool) untuk turnamen M-Series, MSC, dan MPL di berbagai wilayah.
-
Ekspansi Global yang Lebih Agresif: Selama ini, MLBB sangat dominan di Asia Tenggara (Indonesia, Filipina, Malaysia) namun masih berjuang keras menembus pasar Barat (Eropa dan Amerika Utara). Koneksi dan modal jaringan global Savvy dapat mempercepat ekspansi MLBB ke wilayah-wilayah Barat, bertarung langsung secara global.
-
Fokus Murni pada Pengembangan Ekosistem: Berbeda dengan ByteDance yang menjadikan gaming sebagai proyek sampingan dari TikTok, Savvy memiliki fokus inti di industri game. Ini berarti Moonton akan mendapatkan dukungan penuh secara operasional dan infrastruktur dari induk perusahaan yang passion-nya memang di esports.
Industri Esports Bukan Industri Kacangan Lagi!
Kabar mengenai ketertarikan Savvy Games Group untuk mengakuisisi Moonton dari ByteDance dengan valuasi hingga menyentuh angka $5 Miliar USD adalah bukti nyata bahwa industri esports mobile kini sejajar dengan industri hiburan raksasa lainnya. Transisi kepemilikan dari raksasa teknologi Tiongkok (ByteDance) ke raksasa finansial Timur Tengah (Savvy) bukanlah tanda kemunduran bagi MLBB, melainkan potensi ledakan pertumbuhan di tahap selanjutnya.

Meski proses akuisisi sebesar ini membutuhkan waktu panjang untuk finalisasi hukum dan regulasi, satu hal yang pasti: masa depan MLBB tidak pernah terlihat secerah dan semewah ini.
