Salah satu pertandingan krusial akan tersaji di Stadion Monterrey, Guadalupe, Meksiko pada Rabu, 1 April 2026 pagi WIB. Irak dan Bolivia akan saling beradu di final play-off antar-konfederasi Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pertandingan ini menjadi penentuan nasib kedua kontestan ke putaran final Piala Dunia 2026 pada musim panas ini di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Irak lolos ke pertandingan pemungkas ini usai mencatatkan kemenangan dramatis atas Uni Emirat Arab dengan agregat tipis 3-2 di putaran kelima zona Asia (AFC).
Sementara itu Bolivia mengalahkan Suriname di babak semifinal play-off antarkonfederasi. Tidak mudah memang bagi wakil Amerika Selatan itu menghentikan Suriname. Mereka sempat tertinggal dari wakil CONCACAF itu lalu berhasil bangkit untuk membalikkan keadaan dengan skor akhir 2-1.
Kini Bolivia di ambang sejarah. Penantian panjang selama 32 tahun akan segera berakhir. Syaratnya mereka bisa mengalahkan Irak tim yang juga sedang dalam semangat tinggi untuk bisa berpartisipasi di pesta akbar empat tahunan itu.
Kedua tim tentu akan menyiapkan strategi terbaik. Punya kedalaman skuad berimbang termasuk di lini serang.
Hanya saja, Irak harus kehilangan dua pilar di lini belakang yakni kipper sekaligus kapten tim Jalal Hassan serta bek kiri Ahmed Yahya. Pelatih Graham Arnold pun harus memutar otak untuk menemukan pengganti yang sepadan.
Arnold sudah menegaskan mereka akan berjuang maksimal dan tidak hanya ingin untuk sekadar terhindar dari kekalahan. Kemenangan adalah target utama yang akan dikejar.
“Hal terpenting adalah kami mempersiapkan diri dengan benar. Kami akan memberikan gas pol selama 95 atau 120 menit, atau berapa pun waktu yang dibutuhkan untuk memenangkan laga ini,” tandas Arnold.
Arnold tentu harus bisa mewaspadai para pemain depan Bolivia terutama Miguel Terceros yang menjadi senjata di lini serang. Pemain ini sudah mencetak delapan gol dari 12 pertandingan terakhir di bbaak kualifikasi.
“Irak adalah tim di level yang berbeda, tapi begitu juga dengan kami. Kami siap melakukan hal besar,” beber Miguel Tercero.
Pemain Bolivia lainnya Moises Paniagua sadar bahwa pertandingan ini tidak akan mudah. Kedua tim akan bertarung dalam semua aspek. Hanya saja ia yakin mereka punya strategi untuk meredam lawan.
“Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang sulit, tapi kami punya alat untuk mempersiapkan diri dan menghadapi Irak dengan cara terbaik,” tandas Paniagua.
Pemenang di pertandingan ini akan bergabung dengan Prancis, Norwegia, dan Senegal yang sudah lebih dahulu menempati Grup I.
Prediksi Susunan Pemain Kedua Tim:
Irak: Talib; Doski, Hashim, Tahseen, H Ali; Al-Ammari, Sher, Farji, Abdulkareem; M Ali, Hussein.
Bolivia: Viscarra; Medina, Haquin, Morales, Fernandez; Matheus, Cuellar, Villamil; Miguelito, Monteiro, Vaca.
