Tidak mudah bagi Chelsea untuk melewati hadangan Wrexham di babak 16 besar Piala FA 2025/2026 yang berlangsung di Racecourse Ground, Minggu (8/3) dini hari.
Betapa tidak. Sempat tertinggal dua gol, The Blues akhirnya bisa mengunci kemenangan dengan skor 2-4.
Tuan rumah memimpin lebih dahulu melalui Sam Smith dan Callum Doyle. Chelsea kemudian merespon dengan gol-gol dari Josh Achempong, Alejandro Garnacho, Joao Pedro, dan gol bunuh diri Arthur Okonkwo.
Meski harus bermain dengan 10 pemain menyusul kartu merah yang diterima George Dobson di injury time, tuan rumah sanggup memaksa Chelsea berlanjut hingga babak tambahan waktu setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga waktu normal berakhir.
Chelsea mendapat momentum positif dengan meningkatkan intensitas serangan dengan memaksimalkan keunggulan jumlah pemain. Alhasil tim tamu berhasil mencetak dua gol untuk mengunci kemenangan dengan skor 2-4.
Wrexham sebenarnya sempat membuat Chelsea kembali ketar-ketir setelah Lewis Brunt mencetak gol di menit ke-113. Sayangnya, gol tersebut dianulir wasit usai meninjau VAR karena sang pemain dianggal lebih dahulu berada dalam posisi offside.
Pelatih Chelsea, Liam Rosenior mengakui tidak mudah untuk meraih kemenangan di pertandingan ini meski menghadapi lawan dari divisi lebih rendah. Apalagi di pertandingan ini ia melakukan rotasi besar-besaran dengan tidak menyertakan Cole Palmer, Moises Caicedo, dan Enzo Fernandez. Reece James, Marc Cucurella dan Joao Pedro menempati bangku cadangan.
“Ya, itu risiko yang harus Anda ambil,” tegas sang pelatih.
Di laga ini ia memberi kesempatan kepada Romeo Lavia untuk menjadi starter setelah empat bulan absen karena cedera.
“Romeo adalah pemain top, tetapi Anda tidak bisa berharap kesempurnaan dari pemain yang sudah absen selama empat bulan.”
Di balik kemenangan ini, ia menilai rotasi yang ia lakukan terbilang efektif.
“Tidak ada jaminan jika Anda selalu memainkan starting XI utama maka pertandingan akan menjadi lebih mudah. Kami harus mempercayai seluruh skuad.”
Ia menegaskan bahwa kompetisi seperti Piala FA selalu sulit meski menghadapi lawan dari level yang lebih rendah.
“Itulah alasan mengapa Piala FA selalu menjadi kompetisi yang istimewa. Mereka tampil luar biasa, terutama dari segi energi dan keberanian mereka dalam melakukan pressing.”
Susunan pemain Wrexham versus Chelsea:
Wrexham (3-4-3): Okonkwo; Doyle, Hyam, Cleworth; Thomason, Vyner, Dobson, Longman; O’Brien, Smith, Rathbone
Pelatih: Phil Parkinson
Chelsea (3-4-2-1): Sanchez; Sarr, Badiashile, Adarabioyo; Hato, Santos, Lavia, Acheampong; Garnacho, Neto; Delap
Pelatih: Liam Rosenior
