Mimpi Arsenal untuk meraih dua gelar musim ini pupus. Setelah menjuarai Premier League 2025/2026, The Gunners gagal menambah koleksi gelar dari pentas elite Eropa yakni Liga Champions.
Asa Meriam London dihancurkan sang juara bertahan, Paris Saint-Germain (PSG) dalam pertarungan sengit di Puskas Arena, Budapest pada Minggu, 31 Mei 2026 dini hari WIB melalui adu penalti dengan skor akhir 3-4.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta pun angkat bicara menyusul kegagalan ini. Pelatih asal Spanyol itu menegaskan kekalahan ini sulit diterima karena mereka sudah menunjukkan performa maksimal sejak fase grup.
“Ya, kekalahan ini sangat sulit untuk kami terima karena kami begitu konsisten di kompetisi ini dari awal hingga final. Namun pada akhirnya kami harus kehilangan trofi ini karena kalah di babak adu penalti,” beber Arteta.
Lebih lanjut, mantan asisten pelatih Pep Guardiola itu tidak mau mencari-cari sebab kekalahan. Ia tak mau berbicara tentang siapa yang layak dijadikan kambing hitam dalam pertandingan ini.
Sebagai gantinya, ia mengaku sangat bangga dengan performa yang sudah ditunjukkan Martin Odegaard dan kawan-kawan.
“Ya, ini sesuatu yang sulit diterima namun saya benar-benar bangga dengan apa yang sudah tim ini lakukan musim ini,” sambungnya.
Ia merasa tersanjung bisa memimpin tim yang dihuni para pemain hebat. Ia menyebut para pemainnya sudah memberikan segalanya.
“Saya benar-benar terhormat bisa menangani tim ini dengan pemain-pemain hebat di dalamnya. Mereka benar-benar memberikan segalanya untuk lambang di dada ini,” tutupnya.
Sementara itu, mantan pemain Arsenal, Samir Nasri ikut berkomentar terkait jalannya pertandingan final. Ia secara khusus menyoroti kepemimpinan wasit terutama di babak kedua yang dianggap merugikan Meriam London.
“Dalam babak kedua, wasit secara sistematis meniup pelanggaran yang merugikan Arsenal. Dia menghukum mereka karena membuang-buang waktu pada babak pertama,” ungkap Nasri.
Namun, terkait sejumlah isiden yang kontroversial, ia tak sepenuhnya menyalahkan wasit. Sebab, pelanggaran itu berada di area abu-abu yang sulit untuk diputuskan.
“Jika dia meniup penalti, saya kira VAR tidak akan membatalkannya. Tetapi fakta bahwa dia tidak meniup penalti juga bukan sebuah skandal,” lanjutnya.
Terlepas dari itu, mantan pemain timnas Prancis itu angkat topi dengan pencapaian PSG. Ia memuji kinerja pelatih PSG, Luis Enrique yang dianggap sudah memimpin tim dengan benar dan mengambil keputusan tepat.
“Dia tidak akan pernah mengambil risiko yang tidak diperhitungkan. Sejak menemukan formula yang tepat, semuanya terkendali. Dia selalu memiliki rencana untuk mengecoh pelatih lawan,” kpuji Nasri.
Sebagaimana diketahui kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak extra time. Arsenal lebih dahulu memimpin di menit keenam melalui Kai Havertz. Namun, PSG berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua via penalti Ousmane Dembele. Dalam adu tos-tosan dua penendang Arsenal yakni Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes gagal menjalankan tugas.
