Kabar mengejutkan datang dari kancah kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) di Jepang. Organisasi esports raksasa asal Negeri Sakura, ZETA DIVISION, secara resmi mengumumkan pembubaran divisi MLBB mereka pada akhir Januari 2026. Keputusan ini diambil menyusul berakhirnya kontrak seluruh pemain dan staf pelatih setelah perjalanan singkat namun penuh warna di panggung internasional.
Berikut adalah rincian lengkap mengenai perjalanan, alasan pembubaran, dan dampak dari hengkangnya ZETA DIVISION dari skena MLBB.

Akhir Perjalanan di Awal 2026
Melalui pernyataan resmi di situs dan media sosial perusahaan pada 27 Januari 2026, manajemen ZETA DIVISION mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan memperpanjang masa bakti para punggawa MLBB mereka. Keputusan ini menandai berakhirnya operasional divisi yang baru seumur jagung tersebut, yang pertama kali dibentuk pada Mei 2025.

Nama-nama yang resmi berstatus free agent antara lain:
-
june1 (Jun Oda) – EXP Lane
-
Falcon (Tsuneo Ken Dejos Nokura) – Jungler
-
ten (Tenta Takazawa) – Jungler
-
Katsu (Mark Hiro Iwasaki) – Mid Lane
-
muiminet (Asahi Nakaminami) – Gold Lane
-
Kani (Keigo Matsubuchi) – Roamer
-
Ola (Kevin Valdez Olavere) – Head Coach
Kilas Balik: Gebrakan ZETA di Skena Internasional
ZETA DIVISION memasuki dunia MLBB dengan ambisi besar. Sebagai organisasi yang sangat dominan di game Valorant dan Brawl Stars, kehadiran mereka di MLBB memberikan harapan baru bagi komunitas Jepang yang sempat meredup sejak era 10s Gaming Frost.
1. Debut di MSC 2025
Hanya beberapa minggu setelah terbentuk, ZETA langsung membuktikan taringnya dengan menjuarai kualifikasi nasional dan mewakili Jepang di Wild Card MSC 2025 (Mid Season Cup) yang berlangsung di Riyadh, Arab Saudi. Meskipun gagal melaju ke babak utama, performa mereka—terutama permainan solid dari june1—mendapat pujian luas dari analis internasional.
2. Panggung M7 World Championship
Pencapaian tertinggi tim ini terjadi saat mereka berhasil lolos ke babak Wild Card M7 World Championship di Kuala Lumpur, Malaysia, pada awal Januari 2026. Kehadiran mereka di M7 sempat viral, terutama karena sosok Katsu, Mid Laner muda blasteran Jepang-Filipina yang mencuri perhatian komunitas global dengan gaya visualnya yang unik dan kemampuan mekaniknya yang tinggi.
Namun, realita di lapangan cukup pahit. Di babak Wild Card M7, ZETA DIVISION harus menelan kekalahan beruntun dari tim-tim kuat seperti Z1 (Team Zone) dari Mongolia dan LEON Esports. Kegagalan menembus fase grup utama M-Series ini diduga menjadi salah satu faktor pertimbangan manajemen dalam mengevaluasi masa depan divisi ini.

Alasan di Balik Pembubaran
Meski ZETA DIVISION tidak memberikan alasan yang sangat mendetail selain “berakhirnya kontrak,” para analis esports melihat ada beberapa faktor krusial yang melatarbelakangi keputusan ini:
-
Evaluasi Hasil Kompetitif: Meskipun sukses di tingkat regional Jepang, ZETA kesulitan bersaing saat berhadapan dengan tim dari kawasan Asia Tenggara (SEA) dan Mongolia di ajang internasional. Ketertinggalan meta dan pengalaman di panggung besar membuat mereka sulit memberikan hasil instan bagi organisasi.
-
Alokasi Sumber Daya: ZETA DIVISION dikenal sebagai organisasi yang sangat selektif. Fokus besar mereka saat ini masih tertuju pada ekosistem Valorant (VCT Pacific) dan konten kreator. Mengelola divisi MLBB yang membutuhkan bootcamp intensif dan persaingan ketat di Asia mungkin dirasa kurang efisien secara bisnis jika tidak dibarengi dengan prestasi S-Tier.
-
Ekosistem MLBB di Jepang: Meskipun tumbuh, pasar MLBB di Jepang belum sepopuler game konsol atau PC. Tanpa adanya liga tetap seperti MPL di Indonesia atau Filipina, organisasi besar seringkali merasa investasi jangka panjang di wilayah tersebut memiliki risiko tinggi.
Dampak bagi Komunitas Esports Jepang
Bubarnya ZETA DIVISION MLBB menjadi pukulan telak bagi perkembangan skena profesional di Jepang. Pasalnya, ZETA adalah “wajah” utama yang membawa perhatian sponsor dan penonton baru ke game ini di Jepang.
Pemain seperti Katsu dan june1 kini menjadi incaran tim-tim besar lainnya. Katsu, dengan popularitasnya yang melonjak tajam selama M7, dikabarkan tengah dilirik oleh beberapa tim dari MPL Filipina dan MPL Indonesia yang ingin melakukan ekspansi talenta atau sekadar memperkuat basis fanbase mereka.
Terima Kasih, ZETA
Dalam salam perpisahannya, ZETA DIVISION menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para penggemar yang telah mendukung perjalanan singkat ini.
“Kami sangat bangga dengan apa yang telah dicapai para pemain dalam waktu sesingkat ini. Terima kasih telah membawa bendera ZETA ke panggung dunia,” tulis manajemen dalam pernyataan resmi mereka.
Meskipun divisi ini bubar, warisan ZETA DIVISION di MLBB tetap tercatat sebagai salah satu upaya paling serius dari tim non-SEA untuk mendobrak dominasi global. Kini, mata komunitas tertuju pada para mantan pemain ZETA: ke mana mereka akan melangkah selanjutnya untuk melanjutkan mimpi di Land of Dawn?
