Presiden Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA), Gianni Infantino angkat bicara terkait persiapan menuju Piala Dunia 2026 di tengah berkecamuknya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran di satu sisi dan Amerika Serikat serta Israel di sisi lainnya.
Orang nomor satu itu tetap optimis penyelenggaran pesta akbar empat tahunan yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada kurang dari empat bulan akan berlangsung semarak.
Ia sangat yakin, saat berbicara kepada salah satu media Spanyol belum lama ini, meski situasi geopolitik dunia sedang memanas, pesta sepak bola akan berjalan sukses.
“Piala Dunia akan menjadi fantastis, fenomenal. Ada antusiasme yang belum pernah terjadi sebelumnya di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada,” beber Infantino.
Ia menegaskan bahwa antusiasme penggemar sepak bola di seluruh dunia menyambut Piala Dunia 2026 begitu tinggi. Hal ini bisa dilihat dari tingginya minat publik terhadap tiket pertandingan.
“Dalam empat minggu, kami menerima lebih dari 500 juta permintaan tiket. Ini luar biasa. Kami memiliki hampir tujuh juta tiket, tetapi 500 juta adalah sesuatu yang belum pernah terlihat dalam sejarah FIFA atau institusi mana pun.”
Ia mengklaim sebagian besar pertandingan menarik permintaan tiket yang sangat tinggi. Ia sangat yakin semua stadion akan terisi penuh dan penyelenggaraan Piala Dunia kali ini akan menorehkan sejarah tersendiri.
Infantino menambahkan bahwa sebagian besar pertandingan juga mencatat permintaan yang sangat tinggi.
“77 dari 104 pertandingan memiliki lebih dari satu juta permintaan tiket, dan sisanya berada di sekitar angka tersebut. Kami menahan sebagian tiket untuk tahap akhir turnamen dan hari-hari terakhir. Semua stadion akan penuh; ini akan menjadi pesta besar.”
Ia mengatakan saat ini pandangan terkait sepak bola di Amerika Serikat sudah sangat berubah. Sepak bola sudah mendapat tempat yang makin sentral dalam kehidupan warga di sana.
“Ketika orang mengatakan bahwa sepak bola tidak terlalu dihargai di Amerika Serikat, itu sudah berubah. Ini akan menjadi sukses besar.”
Dari sisi peserta, turnamen kali ini menghadirkan perubahan dengan keikutsertaan 48 tim yang akan terlibat dalam 104 pertandingan di 16 kota berbeda di tiga negara.
Ini lebih dari sekadar turnamen, lebih dari kompetisi olahraga; ini adalah peristiwa sosial yang akan membuat dunia berhenti untuk menontonnya.”
Terlepas dari optimisme Infantino, situasi yang sedang terjadi di Iran membuat banyak pihak bertanya-tanya terkait penyelenggaraan Piala Dunia kali ini. Konflik yang sedang membara antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memberikan dampak ke berbagai aspek.
Federasi Sepak Bola Iran bahkan sempat meminta penundaan laga play-off antarbenua yang dijadwalkan berlangsung di Meksiko. Hal ini terjadi karena kendala logistik, termasuk penutupan wilayah udara dan soal visa.
Muncul pula keraguan apakah timnas Iran akan berpartisipasi di turnamen yang akan digelar di negara yang sedang berkonflik dengan mereka.
Kita menanti seperti apa kelanjutan dari konflik yang sedang membara ini dan persiapan menuju Piala Dunia 2026 yang sudah di depan mata.
