JAKARTA – Dunia esports Indonesia kembali dikejutkan oleh pergerakan bursa transfer yang tak terduga. Setelah resmi berpisah dengan Bigetron by Vitality pada awal Februari 2026, Made Bagas “Zuxxy” Pramudita kini resmi diperkenalkan sebagai punggawa baru Alter Ego Ares. Pengumuman ini disampaikan langsung melalui kanal media sosial resmi Alter Ego Esports pada Kamis, 12 Februari 2026, menandai babak baru bagi sang “Kepala Suku”.

Akhir Era Sang Robot Merah dan Awal di La Familia
Selama hampir delapan tahun, nama Zuxxy sangat identik dengan Bigetron Esports. Sejak memulai karier profesionalnya pada 2018, ia telah bertransformasi dari seorang talenta muda menjadi ikon global. Namun, keputusan untuk meninggalkan “rumah” yang telah membesarkan namanya menunjukkan ambisi Zuxxy yang belum padam untuk mencari tantangan baru.

Alter Ego Esports, melalui sambutan hangatnya, menyatakan bahwa kehadiran Zuxxy bukan sekadar menambah jumlah pemain, melainkan membawa semangat juara ke dalam tim. Dengan jargon “The Legacy Continues Somewhere Else,” Alter Ego menegaskan bahwa warisan prestasi Zuxxy akan berlanjut di bawah panji La Familia.
Analisis Kedalaman Skuad: Roster “Galacticos” Indonesia
Masuknya Zuxxy melengkapi kepingan puzzle yang dibutuhkan Alter Ego Ares untuk mendominasi PMPL ID Spring 2026. Berikut adalah susunan roster resmi Alter Ego Ares musim ini:
Staf Pelatih:
-
Coach: Noval Adrian “HzlnutS” Putra
-
Manager: Fikri Imanudin “Badru” Badru
Kombinasi antara Zuxxy dan Rosemary adalah hal yang paling dinantikan komunitas. Zuxxy dikenal dengan visi strategisnya yang tajam sebagai In-Game Leader (IGL) dan kemampuannya membaca rotasi zona. Di sisi lain, Rosemary merupakan salah satu individu dengan kemampuan mekanik terbaik di Indonesia saat ini. Jika chemistry keduanya menyatu, Alter Ego Ares diprediksi akan menjadi tim yang paling sulit ditembus secara taktik maupun firepower.
Faktor Strategis di Balik Transfer Zuxxy
Ada beberapa alasan mengapa kepindahan ini dianggap sebagai langkah “Masterstroke” bagi kedua belah pihak:
-
Kepemimpinan dan Pengalaman: Alter Ego membutuhkan sosok pemimpin yang telah merasakan asam garam kompetisi tingkat dunia. Zuxxy, sebagai peraih gelar MVP Global Finals 2019 dan juara dunia PMCO, membawa mentalitas tersebut.
-
Kebutuhan Adaptasi Meta: Skena PUBGM 2026 menuntut tim untuk memiliki rotasi yang lebih dinamis dan pengambilan keputusan cepat di late game. Pengalaman Zuxxy sebagai scout legendaris akan sangat membantu tim dalam memetakan pergerakan lawan.
-
Reuni dengan Rekan Baru: Bergabungnya Jimmy (yang juga baru didatangkan bersamaan dengan Zuxxy) menunjukkan bahwa Alter Ego sedang membangun tim super yang siap bersaing tidak hanya di level nasional (PMPL ID), tetapi juga di panggung internasional seperti PMSC dan PMGC 2026.
Dampak bagi Peta Persaingan PMPL ID 2026
Dengan bergabungnya Zuxxy ke Alter Ego, peta kekuatan PUBG Mobile di Indonesia dipastikan bergeser. Tim-tim besar lain kini harus mewaspadai “King Ares” yang tampil dengan wajah baru. Persaingan menuju Grand Finals yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Februari 2026 ini akan menjadi pembuktian pertama bagi Zuxxy apakah ia mampu membawa Alter Ego merengkuh trofi juara.
Bagi para penggemar, ini adalah momen emosional melihat Zuxxy mengenakan jersey selain Merah Putih milik Bigetron. Namun, antusiasme tetap tinggi menyambut duet maut Zuxxy-Rosemary yang selama ini hanya bisa dibayangkan di tim impian (dream team).
Tantangan Baru
Kepindahan Zuxxy ke Alter Ego Esports adalah bukti bahwa profesionalisme dalam esports terus berkembang. Sang legenda tidak memilih untuk pensiun meski telah memenangkan segalanya, melainkan memilih untuk terus mengasah taringnya di lingkungan baru. Tantangan besar kini menanti di depan mata, dan seluruh mata komunitas PUBGM dunia akan tertuju pada bagaimana “Kepala Suku” memimpin pasukan Ares di musim 2026.
