Gelombang pengunduran diri tengah menerjang para petinggi sepak bola Italia. Setelah Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina dan Ketua Delegasi Timnas Italia, Gianluigi Buffon, terkini pelatih utama Gennaro Gattuso pun mengambil langkah serupa.
Hal ini terjadi tak lama setelah timnas Italia dipastikan gagal ke Piala Dunia 2026 menyusul kekalahan dramatis atas Bosnia & Herzegovina di final play-off zona Eropa beberapa waktu lalu.
Pihak FIGC, dalam pernyataan resminya menyampaikan terima kasih atas dedikasi Gattuso yang menangani timnas Italia kurang lebih Sembilan bulan terakhir. FIGC pun mendoakan masa depan yang terbaik bagi mantan pemain timnas Italia itu.
Dalam pernyatan emosionalnya, Gattuso mengakui bahwa dirinya terpaksa mengambil keputusan ini sebagai bentuk tanggung jawab atas kegagalannya membawa timnas Italia ke Piala Dunia 2026.
“Dengan berat hati, setelah gagal mencapai tujuan yang telah kami tetapkan, saya menganggap masa jabatan saya sebagai pelatih tim nasional telah berakhir,” tandas Gattuso.
Mantan gelandang AC Milan itu mengatakan bahwa meskipun tidak lagi mengambil peran sebagai pelatih Gli Azzurri rasa citanya terhadap timnas tidak akan berubah,
Ia pun berharap ada evaluasi mendasar pasca kegagalan ini agar bisa mengambil langkah-langkah penting untuk perbaikan sepak bola Italia di masa depan.
Ia juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada para penggemar dan masyarakat Italia yang sudah memberikan dukungan kepadanya.
“Terima kasih kepada para penggemar dan seluruh masyarakat Italia yang selalu memberikan cinta serta dukungan tanpa henti kepada tim nasional,” tutupnya.
Menyusul pengunduran diri ini, kursi pelatih utama Italia pun lowong. Sejumlah kandidat pun mengemuka dengan nama Roberto Mancini menjadi yang terdepan.
Mancini bukanlah sosok asing dalam sepak bola Italia. Ia pernah menangani timnas Italia hingga menjuarai Euro 2020 lalu.
Sebelumnya Gianluigi Buffon mengambil keputusan serupa. Ia mengatakan keputusan itu sesungguhnya langsung terbersit sesaat setelah pertandingan usai.
“Mengundurkan diri satu menit setelah akhir pertandingan melawan Bosnia adalah tindakan yang mendesak, yang datang dari dalam diri saya, sama spontan dengan air mata dan rasa sakit yang saya rasakan bersama kalian semua,” beber Buffon.
Mantan penjaga gawang Juventus itu mengakui bahwa ia sempat diminta untuk tidak mengundurkan diri. Namun, setelah Gravina mundur ia bisa lebih bebas mengambil keputusan.
Ia menegaskan menjadi bagian dari timnas Italia adalah kehormatan besar. Namun, kegagalan membawa timnas ke panggung Piala Dunia sungguh menyakitkan.
