Minggu, 10 Mei 2026 menjadi hari yang sangat krusial dan penuh gejolak emosional di panggung Mobile Legends Professional League Indonesia (MPL ID) Season 17. Hari penutup di pekan ketujuh ini secara resmi diberi tajuk “Minggu Berdarah” oleh para caster [19:02], karena menjadi momen penentu hidup dan mati bagi sejumlah tim yang sedang berjuang melarikan diri dari zona eliminasi menuju babak Playoffs.
Tiga pertandingan papan atas dengan tensi tinggi dipertandingkan, dimulai dengan RRQ Hoshi yang berhadapan dengan Geek Fam pada pukul 14.15 WIB. Disusul oleh laga krusial antara Natus Vincere (NAVI) melawan Bigetron (BTR) by Vitality pukul 17.15 WIB, dan ditutup dengan duel adu mekanik antara Team Liquid ID (TLID) melawan EVOS Esports pada pukul 20.15 WIB. Berikut adalah ulasan lengkap dan statistik rinci dari rentetan pertandingan MPL ID SEASON 17 – WEEK 7 DAY 3 mendebarkan tersebut.

Hasil MPL ID SEASON 17 – WEEK 7 DAY 3
1. RRQ Hoshi vs Geek Fam (Pukul 14.15 WIB): Akhir Perjalanan Sang Raja
Laga pembuka menjadi momen do-or-die bagi RRQ Hoshi yang sedang terpuruk di dasar klasemen. Menghadapi skuad Geek Fam yang memiliki julukan King Slayer, beban berat jelas terpikul di pundak Super Dan dan kawan-kawan. Sayangnya, RRQ harus menelan kenyataan pahit setelah ditumbangkan dengan skor telak 0-2 [02:00:32].
-
Game 1: Pertandingan berjalan sangat alot dan menguras energi hingga menyentuh durasi 28 menit. RRQ sempat memegang kendali awal (early game) berkat inisiasi Phoveus dari Super Dan dan konsistensi damage dari Super Toy di posisi Gold Lane. Namun, team fight jangka panjang menguntungkan Geek Fam. Marcel yang menggunakan Valentina di Exp Lane sangat tebal dengan racikan item defense seperti Oracle dan Antique Cuirass [01:59:13], sehingga sukses menahan gempuran RRQ. Klimaks terjadi saat Kenziski (Harit) berhasil mencetak rekor Maniac [01:59:48], menyapu bersih empat pemain RRQ sekaligus memastikan kemenangan straight push di menit-menit akhir.
-
Game 2: Bermain lebih lepas, Geek Fam mendominasi penuh pergerakan peta. Nazara selaku Jungler (menggunakan Suyou) dan kapten Baloyskie sukses mengamankan seluruh objektif Turtle dan Lord. Koordinasi rapi ini membuat serangan RRQ selalu buntu dan akhirnya pertandingan ditutup kemenangan mutlak bagi Geek Fam.
Ulasan Statistik: Kekalahan ini memberikan dampak fatal. RRQ Hoshi secara matematis dipastikan menjadi tim pertama yang gagal lolos ke babak Playoffs di musim ini [02:14:01], menyisakan rekor terburuk mereka dengan 1 kali kemenangan dan 11 kekalahan (Match Point 1, Net Game Win -17). Di sisi lain, Baloyskie memberikan pesan moril kepada RRQ, menyatakan bahwa mereka secara kualitas tim masih kuat, namun kesulitan untuk “move on” dari rentetan kekalahan [02:03:42]. Geek Fam sendiri sukses mengamankan peringkat 6 dengan 6 kemenangan dan 7 kekalahan, menjaga peluang mereka menembus babak selanjutnya.
2. NAVI vs Bigetron by Vitality (Pukul 17.15 WIB): Debut Manis Para Rookie
Pertandingan kedua menjadi saksi kebangkitan NAVI. Berada di ujung tanduk, Coach WhyNot mengambil langkah berani dengan menurunkan dua rookie debutan, yakni Jize (Midlaner) dan Zeon (Goldlaner) [03:20:46]. Keputusan ini berbuah sangat manis karena NAVI sukses melakukan reverse sweep atas Bigetron by Vitality dengan skor akhir 2-1 [05:47:08].
-
Game 1: Bigetron tampil sangat dominan. Agresivitas Nael yang menggunakan Assassin Jungler (Lancelot) dikombinasikan dengan Harit dari Eman membuat pergerakan NAVI terbatas. Permainan rapi dari BTR membuat mereka mencuri poin pertama.
-
Game 2: NAVI mulai merespons. Cars memberikan surprise pick dengan menggunakan Minsitthar di Exp Lane. Pemilihan ini sangat krusial karena pasif Minsitthar berhasil mematikan mobilitas hero-hero dash dari Bigetron. Koordinasi ciamik antara Jize dan Jungler Andoryu berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
-
Game 3: Di laga penentu ini, Cars kembali memberikan kejutan dengan memilih Freya untuk Exp Lane [05:24:34]. Langkah berani ini membuat Cars tak tersentuh di jalur atas, melakukan full plating turret secara mandiri, dan memimpin raihan Gold secara mutlak [05:38:45]. Dengan frontline BTR yang berantakan, Zeon yang menggunakan Claude leluasa memberikan damage, memastikan kemenangan 2-1 untuk NAVI.
Ulasan Statistik: Kemenangan ini sangat berharga bagi NAVI untuk tetap menghidupkan napas mereka di sisa Regular Season. Meski berada di peringkat 8 (4-9 Match W-L), kemenangan atas BTR membuktikan potensi adaptasi dari rooster baru mereka. Sebaliknya, BTR harus turun ke peringkat 7 (6-6 Match W-L, Net Game Win -3), membuat posisi Robot Merah terancam tergelincir dari enam besar.
3. Team Liquid ID vs EVOS Esports (Pukul 20.15 WIB): Makro Disiplin Sang Macan
Laga penutup hari ketiga menghadirkan laga balas dendam EVOS Esports atas Team Liquid ID (TLID), mengingat pada leg pertama EVOS kalah telak 0-2. Kali ini, keadaan berbalik 180 derajat. EVOS mempertontonkan tingkat kedisiplinan makro layaknya tim Filipina dan melibas TLID dengan skor 2-0 [07:53:18].
-
Game 1: Berjalan dengan tempo yang sangat lambat dan berhati-hati. Saking pasifnya, First Blood baru tercipta di menit ke-7. Namun, EVOS menunjukkan kematangan mental mereka. Pada menit ke-12, saat kontes Lord terjadi, EVOS mengeksekusi serangan kilat yang menghancurkan ritme TLID. Albert, dengan menggunakan Suyou, mencetak Triple Kill gemilang [07:09:24], yang langsung meratakan seluruh personel TLID dalam satu team fight [07:09:35]. Kemenangan langsung didapatkan seketika.
-
Game 2: TLID berusaha bermain agresif di awal melalui inisiasi Jungler mereka, King Kevin. Namun, Piew (Midlaner EVOS) dan Luke (Exp Laner) selalu mampu mereset pertarungan. Manajemen minion wave super dari EVOS secara perlahan mencekik pertahanan TLID. Tanpa melakukan banyak peperangan mematikan, EVOS membiarkan tumpukan minion raksasa meruntuhkan base utama TLID.
Ulasan Statistik: Permainan brilian ini langsung melesatkan EVOS Esports naik ke peringkat 3 klasemen sementara dengan torehan 7-6 Match W-L (Net Game Win 3). Pertahanan solid dari EVOS membuat Erland (Goldlaner) bisa memberikan performa maksimal tanpa banyak tersentuh. Sedangkan Team Liquid ID harus turun ke peringkat 5 dengan rekor statistik yang persis serupa (7-6 Match W-L) namun kalah dalam selisih perhitungan Net Game Win (-1).
Klasemen dan Penutup
“Minggu Berdarah” pada 10 Mei 2026 ini memberikan kepastian tak terbantahkan mengenai peta persaingan MPL ID S17. ONIC Esports masih berada kokoh di puncak klasemen dengan 10 kemenangan dan 2 kekalahan, ditempel oleh Dewa United di urutan kedua. Namun pukulan paling menyesakkan datang dari RRQ Hoshi yang harus pulang lebih awal tanpa mendapatkan kursi Playoffs.
Dengan sisa 2 pekan lagi untuk mengakhiri Regular Season, persaingan dari papan tengah ke bawah (EVOS, Alter Ego, TLID, Geek Fam, BTR, dan NAVI) dijamin akan semakin panas. Tidak ada lagi ruang untuk kesalahan jika tim-tim tersebut ingin memperebutkan tiket tersisa menuju turnamen prestisius ini.

