Patrick Kluivert kembali masuk dalam pembicaraan mengenai masa depan Timnas Belanda. Setelah Xavi Hernandez resmi ditunjuk sebagai pelatih baru Oranje, nama mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut disebut sebagai salah satu kandidat untuk mengisi posisi asisten.
Jurnalis De Telegraaf, Mike Verweij, mengungkapkan bahwa Kluivert bukan satu-satunya nama yang dipertimbangkan. Ruud van Nistelrooy juga disebut berpeluang menjadi bagian dari staf kepelatihan Xavi.
Namun, Verweij menilai Kluivert memiliki profil yang lebih sesuai. Ia memiliki pengalaman sebagai asisten pelatih Timnas Belanda sekaligus pernah memimpin beberapa tim nasional, termasuk Indonesia, Kamerun, dan Curacao.
Hubungan Kluivert dengan Xavi juga menjadi nilai tambah. Keduanya pernah menjadi rekan setim di Barcelona sehingga sudah memahami karakter masing-masing. Pengalaman tersebut dinilai dapat membantu membangun chemistry dalam tim kepelatihan.
Selain Kluivert dan Van Nistelrooy, Patrick Lodewijks kemungkinan tetap dipertahankan sebagai pelatih kiper. Ia mendapat kepercayaan dari para penjaga gawang Belanda dan dinilai memiliki hubungan yang baik dengan mereka.
Van Nistelrooy sendiri bukan sosok asing bagi Oranje. Ia pernah menjadi bagian dari staf Ronald Koeman dan memiliki pengalaman bekerja di lingkungan Timnas Belanda.
Meski demikian, Verweij kembali menegaskan bahwa Kluivert lebih layak mendapatkan kesempatan. Dukungan terhadap mantan striker Belanda itu juga disebut datang dari sejumlah pihak, termasuk Komite Mijnals KNVB.
Faktor lain yang membuat Kluivert menarik adalah latar belakangnya. Menurut Verweij, sekitar 60 persen skuad Belanda memiliki darah keturunan Suriname, Antillen, atau Maroko.
Kehadiran Kluivert di staf Xavi dinilai dapat membantu menciptakan keberagaman sekaligus menjadi jembatan dengan karakter pemain-pemain Oranje yang memiliki latar belakang beragam.
Jika benar ditunjuk, Kluivert akan kembali ke lingkungan Timnas Belanda dengan peran berbeda. Kali ini, ia berpotensi membantu Xavi dalam membangun kembali kekuatan Oranje menuju era baru.
