Muncul wacana timnas Italia menggantikan timnas Iran di Piala Dunia 2026. Gagasan ini pertama kali dilontarkan oleh utusan khusus Amerika Serikat, Paolo Zampolli. Zampolli pun mengklaim sudah menyampaikan gagasn tersebut kepada FIFA dan Presiden Amerika Serikat.
Italia yang gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 dianggap tetap pantas untuk bertarung di ajang akbar tersebut lantaran memiliki sejarah besar sebagai juara dunia.
“Saya mengonfirmasi bahwa saya telah mengusulkan kepada Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia,” tandas Zampolli.
Sebagai orang Italia, ia tentu berharap sebagaimana pendukung Azzurri lainnya melihat tim kesayangannya berlaga di panggung besar Piala Dunia yang kali ini akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
“Saya orang Italia dan akan menjadi mimpi melihat Azzurri tampil di turnamen yang digelar di Amerika Serikat,” sambungnya.
Namun, kabar tersebut menuai reaksi keras baik dari pihak Italia maupun Iran. Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi menegaskan timnya tidak akan menggantikan Iran di Piala Dunia 2026.
Baginya langkah tersebut tidak hanya mustahil, tetapi juga tidak pantas. Sebab, yang berlaga di Piala Dunia adalah tim-tim yang sudah melewati seleksi di babak kualifikasi.
“Kemungkinan Italia kembali lolos ke Piala Dunia 2026, seperti yang diusulkan kepada FIFA, pertama tidak mungkin, dan kedua tidak pantas. Saya tidak tahu mana yang lebih dulu,” tegas Abodi.
Ia menegaskan untuk bisa tampil di putaran final, harus melewati fase kualifikasi yang mana timnas Italia gagal melewatinya.
“Kualifikasi ditentukan di lapangan,” sambungnya.
Hal senada disampaikan Federasi Sepak Bola Italia. Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj memastikan hingga kini belum ada rencana untuk mengundurkan diri dari turnamen tersebut.
“Saat ini, kami akan tetap berpartisipasi. Sejauh ini, kami tetap ikut serta dalam turnamen tersebut,” tegas Taj.
