Inter Milan menunjukkan kedigdayaan saat menjamu AS Roma di pekan ke-31 Serie A 2025/2026 yang berlangsung di Giuseppe Meazza pada Senin, 6 April 2026 dini hari WIB.
Tujuh gol tercipta di pertandingan ini yang dimenangi tuan rumah dengan skor telak 5-2.
Di balik kemenangan telak ini, kapten tim Lautaro Martinez kembali berhasil comeback dengan manis dan mampu menyumbang dua gol masing-masing di menit kedua dan 52. Tiga gol lainnya dicetak oleh Hakan Calhanoglu di menit ke-45+2, Marcus Thuram di menit ke-55, dan Nicolo Barella di menit ke-63.
Sementara itu, Serigala Roma hanya bisa mencetak sepasang gol melalui Gianluca Mancini di menit ke-40 dan Lorenzo Pellegrini di menit ke-70.
Berkat kemenangan ini Inter Milan pun berhak atas poin penuh. Tambahan tiga angka, Inter kini mengemas 72 poin dan nyaman di puncak klasemen sementara dengan keunggulan Sembilan poin dari rival terdekat yang merupakan rival sekota yakni AC Milan. Sementara itu, kekalahan ini membuat Roma tertahan di posisi keenam dengan 54 poin dan berada dalam tekanan dalam perebutan tiket Liga Champions musim depan.
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini menyadari timnya kesulitan di pertandingan ini. Apalagi mereka kebobolan di awal pertandingan yang menjadi pukulan tersendiri.
“Itu bukan hal mudah ketika kebobolan di detik-detik pertama, tetapi setelah itu saya melihat Roma yang bagus, meskipun tertinggal saat jeda babak pertama benar-benar menjadi pukulan bagi moral tim.”
Lebih lanjut ia mengatakan puncak keterpurukan mereka terjadi saat kebobolan gol ketiga yang membuat mereka kehilangan semangat.
“Gol ketiga secara khusus membuat kami kehilangan semangat, dan sejak saat itu kami benar-benar menderita di lapangan.”
Ia juga menyadari kekalahan telak ini tidak lepas dari skuad yang pincang dengan beberapa pemain kunci harus menepi.
“Tidak diragukan lagi, Mancini adalah pemain yang sangat penting bagi kami. Ketika kami memiliki skuad yang lengkap, kami jauh lebih kompetitif, tetapi saat ini kami kehilangan cukup banyak pemain.”
Mantan pelatih Atalanta itu tidak lupa menerima kenyataan ini dan memberikan pujian kepada Inter Milan yang begitu solid.
“Saya melihat Roma yang oke di babak pertama, hasil akhir membuat segalanya tampak jauh lebih buruk, tetapi diakui pertandingan sudah berakhir saat gol ketiga terjadi dan kita harus memberikan kredit kepada tim Inter yang sangat kuat.”
Terkait peluang menuju pentas Eropa musim depan, ia sendiri tetap optimis. Peluang mereka menuju Liga Champions belum tertutup dan mereka akan berjuang sampai laga terakhir.
Susunan Pemain Inter Milan versus AS Roma:
Inter Milan (3-5-2): 1-Sommer; 25-Akanji, 15-Acerbi, 95-Bastoni (36-Darmian 58’); 2-Dumfries, 23-Barella, 20-Calhanoglu (8-Sucic 67’), 7-Zielinski (22-Mkhitaryan 76’), 32-Dimarco; 10-Lautaro (14-Bonny 58’), 9-Thuram (94-Pio Esposito 66’).
Pelatih: Cristian Chivu.
AS Roma(3-4-2-1): 99-Svilar; 23-Mancini (87-Ghilardi 46’), 5-Ndicka, 22-Hermoso (24-Ziolkowski 81’); 19-Celik, 4-Cristante, 61-Pisilli, 2-Rensch (12-Tsimikas 58’); 18-Soule (92-El Shaarawy 64’), 7-Pellegrini; 14-Malen.
Pelatih: Gian Piero Gasperini.
