Dunia esports Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) kembali disuguhkan dengan drama dan ketegangan tingkat tinggi seiring dengan bergulirnya fase Playoffs di berbagai regional utama. Salah satu sorotan terbesar di bulan Juni 2026 ini adalah nasib dua tim raksasa di bawah naungan organisasi esports yang sama: ONIC Philippines (ONIC PH) dan Fnatic ONIC Indonesia (ONIC ID).
Di MPL Filipina (MPL PH) Season 17, langkah ONIC PH harus terhenti dengan cara yang menyakitkan menjelang garis akhir. Kegagalan tersebut kini menjadi bayang-bayang sekaligus peringatan keras bagi saudara mereka di Indonesia, ONIC ID, yang akan segera memulai perjalanannya di Playoffs MPL Indonesia (MPL ID) Season 17. Pertanyaan besarnya: mampukah Sang Raja Langit dari Indonesia menepis nasib buruk yang menimpa tim Filipina mereka, ataukah kutukan kegagalan di Playoffs akan menular ke Jakarta?
Rekap Pahit ONIC PH di MPL Filipina Season 17
Untuk memahami tekanan yang kini berada di pundak ONIC ID, kita harus membedah secara faktual apa yang terjadi pada ONIC PH di MPL PH Season 17.
ONIC PH sebenarnya tampil sangat solid di babak Regular Season. Mereka berhasil mengamankan posisi ketiga di klasemen akhir dengan rekor kemenangan seri 9-5 dan persentase game 20-13. Posisi tersebut menempatkan mereka di babak Play-Ins, mengharuskan mereka berjuang ekstra keras dari bawah untuk bisa menembus Upper Bracket Semifinals yang sudah dihuni oleh dua raksasa musim ini: Team Liquid PH (TLPH) dan Team Falcons PH (FLCN).
Catatan Penting: Posisi 1 dan 2 Regular Season di MPL PH (TLPH dengan 13-1 dan FLCN dengan 12-2) otomatis mendapatkan tiket Upper Bracket, sebuah keunggulan yang di awal fase gagal diraih oleh ONIC PH.
1. Pertarungan Berdarah Melawan Sang Juara Dunia
Memasuki hari pertama Playoffs pada tanggal 27 Mei 2026, ONIC PH langsung dihadapkan pada laga hidup mati melawan Aurora Gaming PH. Pertandingan ini sarat akan gengsi, mengingat Aurora adalah sang juara dunia bertahan dari ajang M7 World Championship. Namun, ONIC PH berhasil membuktikan kapasitas mereka. Dalam laga yang sangat sengit dan menguras energi, ONIC PH sukses memulangkan Aurora dengan skor tipis 3-2. Kemenangan ini membuktikan bahwa trofi internasional tidak menjadi jaminan dominasi di meta lokal Filipina yang sangat kompetitif.
2. Tergelincir di Hadapan Team Falcons PH
Euforia kemenangan atas Aurora sayangnya tidak bertahan hingga garis akhir. Memasuki babak krusial, ketahanan ONIC PH mulai diuji oleh ketatnya formasi bracket. Puncak dari penderitaan mereka terjadi pada tanggal 30 Mei 2026 dalam laga Lower Bracket Final. Meski telah berusaha memberikan perlawanan yang maksimal, ONIC PH harus mengakui keunggulan Team Falcons PH (FLCN).
Kegagalan di laga penentuan tersebut secara otomatis mengubur mimpi ONIC PH untuk melaju ke Grand Final dan, yang lebih fatal, menghilangkan peluang mereka untuk memperebutkan tiket menuju turnamen internasional bergengsi, Mid Season Cup (MSC) 2026, yang digelar sebagai bagian dari panggung Esports World Cup di Riyadh (mengingat hanya posisi dua besar yang berhak mewakili regional). Pada akhirnya, Team Liquid PH keluar sebagai juara MPL PH Season 17 setelah menaklukkan FLCN di laga puncak pada 31 Mei 2026, sekaligus mencetak sejarah fantastis 3-peat (juara tiga musim berturut-turut pertama) dalam sejarah kompetisi MPL Filipina.
Dominasi Tanpa Cacat ONIC ID di Regular Season
Bergeser ke Jakarta, Fnatic ONIC ID memiliki skenario awal yang jauh lebih menguntungkan dibandingkan saudara mereka di Filipina. Jika ONIC PH harus tertatih-tatih dari babak Play-Ins karena hanya finis di posisi ketiga pada klasemen, ONIC ID justru tampil sebagai penguasa mutlak selama fase Regular Season MPL ID Season 17.
Berikut adalah gambaran posisi klasemen akhir Regular Season MPL ID Season 17 yang menjadi bukti kedigdayaan ONIC ID:
Dengan rekor impresif 13 seri kemenangan dan hanya mencicipi 3 kali kekalahan seri, ONIC ID mantap di posisi puncak. Dominasi ini memberikan mereka hak istimewa operasional: langsung mendapatkan slot aman di Upper Bracket Semifinals.
Sesuai dengan pedoman jadwal resmi kompetisi, pagelaran Playoffs MPL ID Season 17 akan difokuskan di MPL Arena, Jakarta Barat, mulai tanggal 10 Juni 2026. ONIC ID baru akan turun panggung pada tanggal 11 Juni 2026 (Round 2 Match 2) pada pukul 18:15 WIB, di mana mereka tinggal duduk tenang menanti calon lawan hasil bentrokan Play-Ins antara Bigetron by Vitality berhadapan dengan EVOS Esports.
Analisis: Bisakah ONIC ID Menghindari Jurang Kegagalan?
Secara hitungan kertas, penempatan statistik, dan rute bracket, ONIC ID mengantongi persentase peluang kemenangan ke Grand Final yang jauh lebih cerah dibandingkan perjalanan ONIC PH. Namun, panggung utama turnamen acapkali menghadirkan atmosfer tekanan yang bisa menjungkirbalikkan logika statistik. Berikut adalah pijakan analisis yang membuat Fnatic ONIC ID diyakini sanggup memutus sirkuit kesialan musim ini:
-
Hak Istimewa Upper Bracket dan Konservasi Strategi: ONIC PH tersandung akibat kelelahan batin dan terkurasnya kantong taktik mereka lantaran bertarung dari rute Play-Ins. Sebaliknya, ONIC ID bisa melakukan observasi cermat selama jeda istirahat terhadap pola permainan BTR maupun EVOS. Keunggulan waktu meramu counter-strategy dan menyembunyikan opsi draft pick langka ini merupakan modal esensial untuk memenangkan rotasi makro permainan.
-
Kedisiplinan Pertarungan Objektif Neutral: Kegagalan fatal ONIC PH tampak pada saat eksekusi objektif yang tidak terkoordinir sempurna melawan lawan yang jago menahan tempo pertempuran. ONIC ID, sebaliknya, menyuguhkan pergerakan disiplin dengan komunikasi apik di area netral (Lord dan Turtle) sepanjang gelaran musim reguler, serta eksekusi penempatan posisi yang tajam dari Jungler serta pelindungnya.
-
Ancaman Eksternal Tetap Nyata: Tetap ada celah kewaspadaan. Team Liquid ID (TLID), yang berstatus sebagai rintangan peringkat kedua dengan rekor 10-6, bisa menjadi duri yang patut diperhitungkan bila kedua tim saling jumpa di Upper Bracket Final pada tanggal 12 Juni 2026. Apalagi, organisasi Team Liquid kini sedang di atas angin secara global pasca rekor fantastis saudara mereka di Filipina. Menyepelekan penantang yang punya bekal tren positif sering kali membawa bumerang pada saat formasi mental terganggu dalam laga dengan format krusial seri Best of 5 atau Best of 7.
Kesimpulan Akhir
Kegagalan yang dirasakan ONIC PH—gagal mencicipi piala juara dan melepaskan tiket gemerlap ke perhelatan MSC 2026 di panggung Esports World Cup—sudah sewajarnya dikonversi menjadi bel pengingat dan instrumen belajar bagi formasi Fnatic ONIC ID. Menyandang predikat tim terkuat pada rentang Regular Season semata tidak otomatis mendatangkan garansi kalung juara di garis finish.
Berdasarkan fondasi data, kualitas permainan, serta ketepatan rotasi mereka musim ini, ONIC ID sangat mungkin untuk menepis nasib buruk yang menerpa ONIC PH. Jika pelatih sanggup menjaga konsistensi eksekusi para atletnya, tidak terjebak bereksperimen pemilihan taktik secara ceroboh, dan menjaga ketenangan tekanan mental panggung luring, mahkota juara plus potongan terbesar dari prize pool senilai puluhan miliar rupiah akan tetap berada dalam genggaman sang Raja Langit. Segala pembuktian di panggung pertempuran yang sesungguhnya baru akan tersaji pada tanggal 11 Juni mendatang.
