Berita besar kembali mengguncang bursa transfer Mobile Legends tanah air. Setelah spekulasi panjang yang menyelimuti masa depan sang “Rookie fenomenal”, Team Liquid ID secara resmi mengumumkan perpisahan dengan Jungler berbakat mereka, King Gugun.
Kepergian Gugun menandai berakhirnya sebuah babak penting bagi tim berlogo kuda putih tersebut, mengingat Gugun adalah salah satu pilar yang membawa nama AURA Fire (sebelum diakuisisi Liquid) kembali disegani di panggung MPL. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai kepergian Gugun, momen emosional di baliknya, hingga prediksi masa depan sang pemain.

TLID Resmi Lepas King Gugun!
Perjalanan Gugun bersama Team Liquid ID (TLID) adalah sebuah rollercoaster emosi. Datang sebagai bakat muda yang meledak di MPL ID Season 13, Gugun dengan cepat mencuri perhatian lewat mekanik individu yang tajam dan keberaniannya melakukan retribution di momen-momen krusial. Gelar “Rookie of the Week” berkali-kali ia sabet, membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pelengkap roster.
Namun, dinamika kompetisi tingkat tinggi memang kejam. Memasuki Season 14, Team Liquid ID melakukan perombakan besar setelah hasil kurang memuaskan di pekan-pekan awal. Keputusan drastis diambil manajemen: Gugun diturunkan ke divisi Academy (MDL), sementara posisi Jungler utama diisi oleh Faviannn. Meski di MDL ia tetap menunjukkan kelasnya, visi jangka panjang Team Liquid tampaknya sudah tidak lagi menyertakan nama Gugun dalam rencana utama mereka untuk musim-musim mendatang.
Pengumuman resmi yang dirilis pada Februari 2026 ini mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama. Liquid melepas salah satu aset berharganya, sementara Gugun kini berstatus Free Agent, siap untuk mencari tantangan baru di luar sana.
Ketika Kuda Putih Kehilangan Salah Satu Penunggang Terbaiknya
Ada kesedihan yang mendalam saat menyaksikan video perpisahan yang diunggah di kanal media sosial Team Liquid ID. Bagi para penggemar, Gugun bukan sekadar pemain; ia adalah simbol harapan baru saat tim sedang dalam masa transisi tersulitnya.

“Terima kasih untuk setiap tetes keringat, setiap teriakan kemenangan, dan setiap tawa di gaming house. Gugun, kamu akan selalu menjadi bagian dari sejarah kami.”
Melihat kembali ke belakang, momen paling dramatis adalah saat Gugun membantu tim meraih trofi di masa-masa awal ia bergabung. Ia adalah sosok yang pendiam namun mematikan di dalam Land of Dawn. Perpisahan ini terasa lebih menyesakkan karena Gugun pergi tanpa sempat mencicipi gelar juara MPL bersama Liquid dalam status sebagai pemain utama di panggung final.
Ia pergi dengan kepala tegak, namun ada aura “urusan yang belum selesai” (unfinished business) yang tertinggal. Riuh rendah sorakan “King Gugun” di arena MPL kini hanya akan menjadi kenangan bagi para pendukung Liquid, setidaknya sampai ia kembali—mungkin sebagai lawan yang paling ditakuti.
Fakta di Balik Kepergian: Perbedaan Visi atau Strategi?
Secara faktual, pelepasan Gugun didorong oleh beberapa faktor teknis dan strategis:
-
Dominasi Faviannn: Sejak dipromosikan dari MDL, Faviannn menunjukkan performa yang luar biasa stabil dan memiliki chemistry yang sangat padu dengan rekan-rekan setimnya di MPL. Hal ini membuat posisi Jungler utama menjadi sangat sulit digeser.
-
Kebutuhan Menit Bermain: Sebagai pemain muda dengan potensi setinggi Gugun, duduk di bangku cadangan atau terus berada di MDL bukanlah pilihan ideal. Melepaskannya adalah bentuk rasa hormat Liquid agar Gugun bisa berkembang dan menjadi bintang utama di tim lain.
-
Restrukturisasi Roster: Team Liquid ID tampaknya sedang melakukan pembersihan besar-besaran untuk menyambut musim 2026, termasuk kepergian beberapa staf pelatih dan pemain veteran lainnya, guna membangun dinasti baru yang lebih segar.
Prediksi Masa Depan: Ke Mana Gugun Akan Berlabuh?
Dengan statusnya sebagai salah satu Jungler muda terbaik di Indonesia, hampir pasti Gugun akan menjadi rebutan banyak tim. Berikut adalah beberapa prediksi destinasi selanjutnya bagi “King Gugun”:
1. EVOS Glory (Peluang: Tinggi)
EVOS sedang dalam masa pembangunan ulang (rebuild). Mereka membutuhkan sosok Jungler agresif yang memiliki pengalaman panggung besar namun masih lapar akan prestasi. Gugun memenuhi kriteria tersebut. Bergabung dengan “Macan Putih” akan memberinya panggung yang luas untuk membuktikan bahwa Liquid melakukan kesalahan dengan melepasnya.
2. Alter Ego (Peluang: Menengah)
Alter Ego dikenal sebagai tim yang suka mengorbitkan bakat-bakat lokal yang memiliki mekanik tinggi. Jika AE ingin menyegarkan lini depan mereka, Gugun adalah opsi yang masuk akal untuk memberikan tekanan lebih pada lawan-lawan mereka di musim depan.
3. Tim Luar Negeri / Malaysia (Peluang: Kejutan)
Melihat tren pemain Indonesia yang mulai “Go International”, tidak menutup kemungkinan Gugun akan menyusul jejak para pendahulunya ke liga luar seperti MPL MY. Tim-tim di Malaysia seringkali mencari Jungler mekanik tinggi dari Indonesia untuk menaikkan level kompetisi mereka.
Terima Kasih Gugun
Perpisahan Gugun dan Team Liquid ID adalah pengingat bahwa dalam dunia esports, perubahan adalah satu-satunya hal yang pasti. Gugun pergi sebagai seorang ksatria yang telah memberikan segalanya, dan Liquid melepasnya dengan harapan ia akan bersinar di tempat lain.
Dunia esports Indonesia kini menanti. Apakah “King Gugun” akan kembali naik takhta dengan seragam barunya, ataukah ia akan menjadi ancaman terbesar bagi mantan tim yang membesarkannya? Waktu yang akan menjawab.
