Yan Diomande akhirnya mengungkap alasan di balik keputusannya meninggalkan RB Leipzig dan bergabung dengan Real Madrid.
Winger muda asal Pantai Gading itu mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk mempertimbangkan tawaran dari Los Blancos.
Real Madrid menggelontorkan €140 juta atau sekitar Rp2,9 triliun untuk mendapatkan Diomande. Nilai tersebut sekaligus menjadikannya pemain termahal dalam sejarah klub.
Diomande didatangkan untuk memperkuat sektor sayap, khususnya posisi kanan. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan tambahan kecepatan, kreativitas, dan opsi serangan bagi skuad Madrid pada musim 2026/27.
Bagi Diomande, transfer tersebut bukan sekadar perpindahan klub. Pemain berusia 19 tahun itu menyebut Real Madrid sebagai klub yang sudah menjadi bagian dari impiannya sejak masih kecil.
“Saya bangga dan bahagia karena ini adalah impian saya. Ketika masih kecil, saya ingin bermain untuk klub-klub terbesar di dunia,” ujar Diomande kepada Real Madrid TV.
Kesempatan tersebut juga memiliki arti khusus bagi keluarganya. Diomande ingin membuktikan bahwa kerja keras yang dilakukannya selama ini bisa membawanya ke level tertinggi sekaligus membuat orang-orang terdekatnya bangga.
Dalam proses kepindahannya, Jose Mourinho juga disebut memiliki peran penting. Pelatih tersebut sempat berbicara langsung dengan Diomande sebelum transfer rampung. Percakapan itu membuat sang winger semakin yakin dengan keputusannya.
Diomande pun memberikan apresiasi atas dukungan Mourinho dan pihak klub yang telah mempercayainya.
“Saya ingin berterima kasih kepada pelatih karena kami sudah berbicara sebelumnya. Saya berada di sini berkat dia dan klub,” katanya.
Menariknya, Diomande sebenarnya sudah memiliki kesepakatan dengan PSG sebelum Real Madrid datang membawa tawaran. Namun, situasi berubah setelah Madrid menghubunginya.
Menurut Diomande, kesempatan bermain untuk Madrid terlalu besar untuk dilewatkan.
“Ketika Madrid memanggil Anda, Anda tidak bisa mengatakan tidak. Sesederhana itu,” tuturnya.
Meski begitu, perjalanan Diomande di Madrid tidak akan langsung berjalan mulus. Kondisi fisiknya membuat debutnya harus tertunda dan ia masih membutuhkan waktu untuk mencapai level pertandingan.
Ia berpeluang mendapatkan kesempatan tampil dalam laga pramusim terakhir sebelum kompetisi 2026/27 dimulai.
Kini, tantangan terbesar Diomande adalah membuktikan bahwa harga transfer fantastis tersebut sepadan dengan kontribusinya. Ia juga harus beradaptasi dengan tekanan, tuntutan, serta persaingan ketat di ruang ganti Madrid.
Setelah sebelumnya hanya menyaksikan para pemain bintang dari layar televisi, Diomande kini berada di ruang ganti yang sama. Impiannya memang sudah terwujud, tetapi tugas sebenarnya baru saja dimulai.
