Rodri resmi mengakhiri perjalanannya bersama Manchester City setelah bersetuju bergabung dengan Barcelona dalam transfer senilai £64,4 juta (sekitar Rp1,56 triliun). Kepergian gelandang Timnas Spanyol itu menjadi penutup tujuh tahun penuh trofi di Etihad Stadium.
Sejak bergabung dari Atletico Madrid pada 2019, Rodri berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik dunia. Dalam enam musim bersama City, ia mencatat 298 penampilan kompetitif dan menyumbang 12 trofi utama, termasuk empat gelar Premier League dan satu Liga Champions.
Rodri mengakui bahwa perpisahan ini menjadi salah satu momen paling sulit dalam hidupnya. Ia masih mengingat antusiasmenya saat pertama kali tiba di Manchester pada 2019, di mana ia tidak bisa berhenti tersenyum membayangkan kesempatan bermain bersama Kevin De Bruyne, Sergio Aguero, David Silva, Bernardo Silva, dan John Stones.
“Sulit untuk menemukan kata-kata untuk mengungkapkan betapa besar rasa terima kasih, cinta, dan dukungan yang saya dan keluarga saya rasakan selama bertahun-tahun ini,” ujar Rodi.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Pep Guardiola yang membantunya berkembang sejak hari pertama. Rodri bahkan mengenang momen emosional saat ia mengaku tidak sanggup menangani semua taktik yang diajarkan Guardiola di kepalanya.
“Pep, sekarang saya bisa mengatakan kepada Anda, saya tidak bisa menangani semua taktik itu di kepala saya,” kata Rodri dengan nada emosional.
Puncak kariernya di City terjadi pada 2023, ketika ia mencetak gol kemenangan melawan Inter Milan di final Liga Champions—trofi Eropa pertama dalam sejarah klub. Prestasi itu semakin lengkap dengan gelar Ballon d’Or 2024.
“Anda tidak bisa membayangkan betapa bangganya saya menjadi pemain pertama yang memenangkan penghargaan ini dengan seragam biru langit,” ujarnya.
Rodri juga mengenang pencapaian bersejarah lainnya, termasuk treble dan empat gelar liga secara beruntun. Ia merasa bangga menjadi bagian dari momen-momen yang tidak akan pernah dilihat oleh generasi sebelumnya.
“Kami membuat sejarah, dengan treble, dengan empat gelar beruntun. Kami melihat hal-hal yang tidak akan pernah mereka lihat,” katanya.
Tak hanya sukses di lapangan, hubungan Rodri dengan suporter City juga terbentuk melalui dukungan besar saat ia pulih dari cedera lutut yang panjang. Ia mengaku baru menyadari betapa istimewanya para penggemar ketika kembali bermain.
“Pada hari pertama saya kembali ke lapangan, saya menyadari betapa besar cinta kalian kepada saya dan saya memahami betapa istimewanya para penggemar ini,” ujar Rodri.
Kepergian Rodri menutup satu babak indah di Manchester City. Kini, tantangan baru menanti di Barcelona, tetapi kenangan dan sejarah yang ia tinggalkan di Etihad akan tetap dikenang selamanya.
