Jakarta, 6 Maret 2026 – Panggung Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia (MPL ID) Season 17 akan segera bergulir mulai 27 Maret 2026 mendatang. Dari sembilan tim yang siap bertarung memperebutkan takhta tertinggi MLBB di Tanah Air, DEWA United Esports menjadi salah satu tim yang pergerakannya paling disorot. Tim yang dijuluki “Anak Dewa” ini secara resmi telah mengumumkan susunan roster lengkap mereka pada 28 Februari lalu, dan membawa sejumlah kejutan yang mengisyaratkan ambisi besar manajemen di musim ini.

Tidak sekadar berpartisipasi, DEWA United merombak beberapa posisi krusial dengan mendatangkan tiga wajah baru—terdiri dari dua Jungler dan satu Roamer—serta menyegarkan jajaran kursi kepelatihan. Langkah agresif di bursa transfer ini mengukuhkan bahwa manajemen DEWA United sangat serius untuk meningkatkan daya saing, menembus babak Playoff, dan bahkan menjadi penantang gelar juara.
Berikut adalah ulasan lengkap, faktual, dan mendalam mengenai roster DEWA United Esports di MPL ID S17, berdasarkan pengumuman resmi dari ofisial tim.
Daftar Resmi Roster DEWA United Esports MPL ID S17
Kombinasi antara pemain pilar yang dipertahankan dan talenta-talenta segar yang baru didatangkan diharapkan mampu menciptakan chemistry yang solid. Berikut adalah roster pemain dan staf pelatih DEWA United Esports untuk musim ini:

Pemain (Roster):
-
John “QINN” Carlo Mendoza – EXP Laner
-
Delvin “Maybeee” Chua – Gold Laner
-
Muhammad Akmal “Octa” Maulana – Mid Laner
-
Irfan “Muezzaa” Ramadhani – Roamer
-
Samsu “Itoshi Kesu” Randy Pratama – Roamer (Baru)
-
Muhammad Aditya “Dolynn” Irawan – Jungler (Baru/Pinjaman)
-
Alejandro “Kayn” John Dairo – Jungler (Baru)
Jajaran Pelatih (Coaching Staff):
-
Coach Right – Head Coach
-
Raiden – Assistant Coach
-
Aceng – Analyst
Tiga Amunisi Baru: Gebrakan di Sektor Jungler dan Roamer
Fokus utama perombakan DEWA United musim ini ada pada fase early hingga mid-game, yang direalisasikan dengan mendatangkan dua Jungler bergaya main berbeda dan satu Roamer potensial. Kehadiran ketiganya memberikan warna baru dan kedalaman strategi yang belum pernah dimiliki DEWA United di musim-musim sebelumnya.

1. Muhammad Aditya “Dolynn” Irawan (Jungler)
Nama Dolynn tentu sudah tidak asing bagi pengamat skena tier dua atau MDL Indonesia. Didatangkan dari Bigetron Academy dengan status pinjaman (loan), Dolynn adalah rising star muda yang memiliki mekanik tinggi.
-
Gaya Bermain: Dolynn dikenal sebagai Jungler bertipe Assassin yang sangat agresif. Ia memiliki kepekaan insting yang tajam untuk melakukan penetrasi ke garis belakang lawan (backline dive) di fase early hingga mid-game.
-
Ekspektasi Tim: Manajemen DEWA United secara spesifik mendatangkan Dolynn untuk memberikan efek kejut dan meningkatkan tempo permainan. Kecepatan farming dan rotasinya diharapkan mampu menciptakan ruang (space) bagi Gold Laner mereka untuk scaling dengan aman.
2. Alejandro “Kayn” John Dairo (Jungler)
Jika Dolynn membawa energi ledakan khas pemain muda Indonesia, maka kehadiran Kayn adalah bentuk investasi manajemen pada kedewasaan dan mental juara. Pemain berbakat asal Filipina (PH) ini memiliki rekam jejak kompetitif yang sangat impresif.
-
Rekam Jejak: Kayn bukan pemain sembarangan. Ia sebelumnya pernah mencicipi manisnya gelar juara bersama tim ONIC x Nine Lives dan tim raksasa Kamboja, See You Soon.
-
Gaya Bermain: Sebagai Jungler Filipina, Kayn membawa playstyle makro yang sangat disiplin, rapi, dan objektif. Ia piawai menggunakan Jungler Utility maupun Tank/Fighter tebal yang sangat efektif untuk perebutan Turtle dan Lord.
-
Ekspektasi Tim: Pelatih berharap pengalaman Kayn di kancah internasional dan pemahaman makro tingkat tingginya bisa menular kepada pemain lain, membimbing tim agar lebih matang dalam pengambilan keputusan krusial di late-game.
3. Samsu “Itoshi Kesu” Randy Pratama (Roamer)
Langkah brilian lainnya dari DEWA United adalah mempromosikan talenta internal mereka, Itoshi Kesu, ke panggung MPL. Kesu bukan sekadar pemain debutan biasa; ia adalah sosok vital (Shotcaller) saat membawa tim satelit DEWA United Osiris menjuarai kompetisi Liga 1 Esports Nasional.
-
Nilai Tambah: Promosi ini menjadi bukti sehatnya ekosistem regenerasi di tubuh DEWA United. Kesu memiliki mentalitas juara dan jiwa kepemimpinan (leadership) yang kuat. Ia dikenal mahir menggunakan hero-hero Roamer inisiator dan healer, menjadikannya opsi fleksibel di berbagai skema draft.
Fondasi Kuat Para Pemain Pilar (Retained Core)
Meski mendatangkan nama-nama baru, DEWA United tetap mempertahankan fondasi inti (core) mereka yang telah membuktikan dedikasi dan kualitasnya di musim-musim sebelumnya.
QINN (EXP Laner)
John Carlo Mendoza atau QINN masih dipercaya untuk menjaga lini depan DEWA United. Pemain asal Filipina ini terkenal dengan kemampuannya menahan lane secara mandiri (zoning yang kuat) dan memiliki timing inisiasi teamfight yang sangat akurat. Dengan masuknya Kayn yang juga berasal dari Filipina, chemistry dan komunikasi QINN di sektor EXP dan Jungle diprediksi akan menjadi salah satu senjata mematikan DEWA United.
Maybeee (Gold Laner)
Di sektor Gold Lane, Delvin “Maybeee” Chua masih menjadi tumpuan utama (Damage Dealer). Maybeee adalah tipikal pemain yang sangat sabar, menguasai hero-hero Marksman meta, dan jarang melakukan blunder atau over-extend. Dengan agresivitas Dolynn dan proteksi ketat dari para Roamer, Maybeee akan memiliki ruang yang sangat nyaman untuk mengumpulkan pundi-pundi gold.
Octa (Mid Laner)
Muhammad Akmal “Octa” Maulana kembali menjadi dirigen di area tengah (Mid Lane). Octa adalah Mage specialist yang terkenal konsisten. Positioning-nya saat teamfight selalu sulit dijangkau lawan, dan kemampuannya memberikan burst damage atau efek Crowd Control dari jarak jauh menjadi kunci pertahanan (High Ground defense) DEWA United. Keputusan mempertahankan Octa sangat masuk akal demi menjaga keseimbangan mentalitas tim.
Muezzaa (Roamer)
Irfan “Muezzaa” Ramadhani melengkapi sektor penjaga jantung pertahanan DEWA United. Berbagi peran dengan Itoshi Kesu, Muezzaa memiliki jam terbang yang lebih lama di panggung MPL. Keberadaan dua Roamer ini akan memberikan keuntungan taktis, di mana Muezzaa bisa dimainkan untuk strategi yang lebih defensif, sementara Kesu bisa digunakan jika pelatih menginginkan inisiasi yang meledak-ledak.
Mastermind di Balik Layar: Trio Pelatih Baru
Perubahan roster pemain tentu tidak akan maksimal tanpa arah dari juru taktik yang mumpuni. Menyadari hal ini, DEWA United melakukan penyegaran total pada kursi kepelatihan.
-
Coach Right (Head Coach): Mengemban tugas berat sebagai kepala pelatih, Coach Right dituntut untuk menyatukan dua filosofi bermain (Filipina dan Indonesia) ke dalam satu kesatuan sistem permainan yang utuh.
-
Raiden (Assistant Coach): Bertugas membantu penerjemahan strategi teknis dan menjaga ritme latihan anak-anak asuhnya agar selalu berada dalam kondisi puncak.
-
Aceng (Analyst): Menjelma menjadi mata dan telinga tim. Analisis Aceng mengenai statistik lawan, celah draft pick, dan meta terbaru akan sangat krusial, terutama menghadapi tim-tim dengan hero pool luas seperti ONIC atau Team Liquid ID.
Analisis Kekuatan: Kenapa Roster Ini Berbahaya?
Dari kacamata analitik esports, roster DEWA United Season 17 menghadirkan fleksibilitas (Draft Flexibility) yang sangat tinggi. Sistem dua Jungler dengan karakter yang berlawanan 180 derajat adalah pedang bermata dua yang bisa sangat mematikan jika dieksekusi dengan baik.
-
Skenario A (Opsi Agresif): Jika DEWA United ingin bermain cepat (Meta Snowballing), Coach Right dapat menurunkan Dolynn bersanding dengan Itoshi Kesu. Duo pemain muda ini bisa mengacak-acak Jungle lawan sejak menit pertama, memaksa lawan bermain reaktif, dan menyudahi pertandingan sebelum menit ke-15.
-
Skenario B (Opsi Objektif & Disiplin): Saat menghadapi lawan yang memiliki pertahanan solid atau draft late-game kuat (misalnya RRQ atau Alter Ego), memasang Kayn dan Muezzaa adalah pilihan ideal. Makro disiplin Kayn memastikan setiap Turtle dan Lord dapat di-set up dengan matang tanpa mengambil risiko (High Risk) yang tidak perlu.
Selain itu, kendala komunikasi yang sering terjadi di tim yang menggunakan import Filipina tampaknya dapat dijembatani dengan baik, mengingat QINN sudah berada di tim lebih lama dan bisa menjadi mediator komunikasi antara Kayn dan pemain lokal.
Tantangan dan Jadwal Pembuka MPL ID S17
Sembilan tim elit telah bersiap, dan jadwal Regular Season MPL ID S17 telah dirilis. Ujian pertama untuk roster baru DEWA United akan langsung tersaji di pekan pembuka (Week 1).
Berdasarkan jadwal, Anak Dewa akan melakoni laga perdana mereka pada Minggu, 29 Maret 2026 pukul 14:15 WIB, di mana mereka akan berhadapan dengan Bigetron by Vitality (BTR). Laga ini dipastikan akan syarat akan emosi dan gengsi, mengingat Dolynn akan langsung berhadapan dengan “mantan timnya” (induk organisasinya).
Pekan-pekan selanjutnya juga tak kalah berat. Mereka sudah ditunggu oleh NAVI dan Team Liquid ID di Week 2, serta harus menghadapi sang “Raja Langit” ONIC di Week 3 (10 April 2026). Jika DEWA United bisa mencuri poin penuh di tiga minggu pertama ini, mentalitas mereka akan meroket tinggi untuk mengamankan posisi Upper Bracket jelang Playoffs.
Target dan Harapan Manajemen
Perombakan masif ini membawa pesan tunggal dari manajemen DEWA United: Ini saatnya untuk menang. Dalam wawancaranya, perwakilan pelatih menyebutkan bahwa langkah ini diambil agar tim lebih fleksibel. “Kami ingin menambahkan opsi baru agar tim lebih fleksibel dalam menghadapi lawan. Kita berharap pengalaman Kayn bisa membantu pemain lain agar lebih matang dalam pengambilan keputusan,” ungkap manajemen tim.
Fans pun merespons positif melalui berbagai kanal media sosial ofisial dan YouTube DEWA United. Tagar #ANAKDEWA terus menggema, menantikan apakah gameplay apik Itoshi Kesu saat di Liga 1 Esports Nasional mampu diterjemahkan secara sempurna di bawah gemerlap lampu panggung MPL Indonesia.
Tak Mau Sekedar Jadi “Tim Kuda Hitam”
Roster DEWA United Esports untuk MPL ID Season 17 adalah manifestasi nyata dari tekad sebuah organisasi yang menolak sekadar menjadi “tim kuda hitam” atau partisipan pelengkap. Dengan kombinasi kearifan makro Filipina lewat Kayn dan QINN, dipadukan dengan ledakan mekanik khas pemain lokal pada diri Dolynn, Kesu, Maybeee, Octa, dan Muezzaa—serta racikan taktik dari Coach Right—Anak Dewa siap menulis sejarah baru mereka.
Panggung sudah disiapkan. Apakah perpaduan antara pemain senior berpengalaman dan talenta muda yang ambisius ini cukup untuk mengguncang dominasi tim-tim raksasa lainnya? Jawabannya akan segera kita saksikan mulai 27 Maret mendatang.
