Duel “The Sky King” Melawan “The World Champion Beast”
Di jagat kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), nama “ONIC” telah menjadi sinonim dengan dominasi. Namun, di penghujung tahun 2025 ini, komunitas global terbelah menjadi dua kubu besar. Di satu sisi, ada Kairi “Kairi” Rayosdelsol, sang “The Sky King” yang telah mengubah wajah MPL Indonesia selamanya. Di sisi lain, ada King “K1NGKONG” Perez, sang “Beast” muda yang baru saja mengguncang dunia dengan gelar juara M6 World Championship dan dominasinya di turnamen internasional.
Keduanya adalah Jungler dengan mekanik tingkat dewa. Keduanya membawa bendera landak kuning (meski berbeda negara). Namun, jika harus memilih satu untuk memenangkan pertandingan hidup-mati, siapakah yang lebih unggul?
Berikut adalah ulasan lengkap, aktual, dan faktual berdasarkan performa mereka sepanjang musim 2024-2025.
1. Gaya Bermain (Playstyle): Air vs Api
Perbedaan paling mencolok antara Kairi vs Kingkong ada pada pendekatan mereka terhadap permainan. Para analis sering menggambarkan Kairi seperti “Air” dan Kingkong seperti “Api”.
Kairi: Efisiensi dan Kalkulasi Sempurna

Kairi dikenal sebagai definisi dari Micro-Macro Balance. Di MPL ID Season 15 dan 16, Kairi jarang sekali membuat kesalahan fatal. Keunggulannya adalah efisiensi farming dan pengambilan keputusan.
-
Signature: Permainan Assassin Kairi (Lancelot, Hayabusa, Ling) sangat “licin”. Ia tahu persis kapan harus masuk dan kapan harus keluar. Ia jarang mati sia-sia.
-
Kekuatan Utama: Retribution battle. Statistik menunjukkan Kairi masih memegang persentase kemenangan adu Retribution tertinggi di MPL ID, membuatnya menjadi jaminan keamanan bagi tim saat perebutan Lord.
Kingkong: Agresi Murni dan “High Risk, High Reward”

Sebaliknya, Kingkong adalah perwujudan dari agresi tanpa henti. Sejak membawa ONIC PH juara M6 (Desember 2024) dan mendominasi Snapdragon Pro Series 2025, Kingkong dikenal dengan gaya main yang “menabrak” logika.
-
Signature: Kingkong sering melakukan inisiasi yang terlihat mustahil namun berhasil karena kecepatan tangannya yang di luar nalar. Hero-hero seperti Fanny dan Suyou di tangannya bukan hanya alat membunuh, tapi alat teror psikologis bagi lawan.
-
Kekuatan Utama: Playmaking. Kingkong tidak menunggu momen; dia menciptakan momen. Ia berani melakukan dive ke dalam turret lawan sendirian untuk mendapatkan kill kunci pada Marksman atau Mage musuh, seringkali mengorbankan nyawanya sendiri demi teamfight yang lebih besar.
2. Hero Pool dan Adaptabilitas Meta
Tahun 2025 diwarnai dengan perubahan meta yang dinamis, dari Tank Jungler yang tebal hingga kembalinya Assassin yang mematikan.
-
Kairi (The Consistent): Kairi adalah rajanya konsistensi. Apapun metanya—apakah itu Akai/Fredrinn Tank atau Nolan/Ling Assassin—Kairi selalu tampil di level 9/10. Ia tidak pernah terlihat canggung menggunakan hero apapun. Fleksibilitas ini yang membuat ONIC Esports tetap dominan di liga domestik.
-
Kingkong (The Specialist): Kingkong memiliki peak (puncak performa) yang lebih tinggi pada hero-hero mekanik tinggi. Di turnamen internasional tahun ini, ketika ia mendapatkan hero nyamannya, ia hampir tak tersentuh. Namun, beberapa analis mencatat bahwa Kairi sedikit lebih unggul dalam mengendalikan tempo permainan saat menggunakan Tank Jungler yang membutuhkan kesabaran ekstra.
3. Prestasi dan Mental Juara (The Receipts)
Debat “siapa lebih jago” tidak lengkap tanpa melihat lemari piala mereka dalam kurun waktu 12-18 bulan terakhir.
-
Kairi:
-
Status: “Raja Lokal” yang Tak Tergoyahkan.
-
Pencapaian: Membawa ONIC Esports mendominasi MPL ID (termasuk Four-peat bersejarah).
-
Kritik: Masih sering dipertanyakan performanya di panggung final dunia (M-Series) di mana ONIC ID beberapa kali tersandung di langkah terakhir. Fans menyebutnya “Kairi butuh M-Series” untuk menamatkan debat GOAT.
-
-
Kingkong:
-
Status: Juara Dunia (World Champion).
-
Pencapaian: Juara M6 World Championship, Juara Snapdragon Pro Series APAC & Mobile Masters 2025.
-
Faktor X: Kingkong telah membuktikan dirinya di panggung terbesar. Mentalitasnya di Grand Finals M6 saat melawan tim-tim raksasa membuktikan bahwa ia tidak demam panggung. Gelar juara dunia ini memberikan bobot yang sangat berat pada argumen bahwa Kingkong saat ini sedikit lebih unggul secara prestasi global.
-
4. Head-to-Head dan Pengakuan Pro Player
Dalam beberapa pertemuan turnamen internasional (seperti di MSC atau ESL), duel antara ONIC ID dan ONIC PH selalu menjadi sorotan.
-
Momen Viral: Salah satu klip paling viral di tahun 2025 adalah momen di mana Kingkong berhasil melakukan solo kill terhadap Kairi dalam situasi 1vs1 di area river. Momen ini sering dijadikan argumen oleh fans Kingkong bahwa secara mekanik murni 1-on-1, Kingkong kini lebih tajam.
-
Pengakuan Rekan Pro:
-
Banyak Exp Laner top dunia mengakui bahwa melakukan zoning terhadap Kingkong jauh lebih sulit karena pergerakannya yang tidak terprediksi.
-
Namun, para Roamer dan Midlaner sering memuji Kairi sebagai jungler yang “lebih nyaman” untuk diajak kerjasama karena komunikasinya yang tenang dan permainannya yang rapi.
-
Siapa Lebih Unggul?
Jawaban atas pertanyaan ini tergantung pada apa yang Anda cari dalam seorang Jungler.
Jika Anda menginginkan konsistensi jangka panjang, stabilitas tim, dan jaminan dominasi liga domestik, Kairi adalah pilihan mutlak. Dia adalah fondasi yang kokoh, seorang pemimpin yang jarang melakukan kesalahan, dan pemain yang bisa beradaptasi dengan sistem apapun.
Namun, jika kita bicara soal performa aktual di tahun 2025, mekanik eksplosif, dan kemampuan untuk memenangkan piala dunia, Kingkong saat ini memegang mahkota. Trofi M6 dan dominasi internasionalnya menempatkannya sedikit di atas angin dalam hal “siapa yang terbaik di dunia saat ini“.
Verdik Akhir Redaksi: Secara Skill Mekanik Murni, Kingkong unggul tipis (9.5/10 vs 9/10). Secara Game Sense & Macro, Kairi unggul tipis (9.5/10 vs 8.5/10). Secara Prestasi Terkini, Kingkong adalah pemenangnya.
Maka, untuk saat ini, Kingkong layak disebut sebagai The Best Jungler in the World, sementara Kairi tetap menjadi The Greatest of All Time (GOAT) untuk konsistensi di skena MPL Indonesia.
