Pertandingan final FIFA Series 2026 antara tuan rumah Indonesia menghadapi Bulgaria di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada Senin, 30 Maret 2026 malam WIB, memiliki arti tersendiri bagi kedua tim. Tidak terkecuali Aleksandar Dimitrov. Betapa tidak. Pelatih timnas Bulgaria itu punya kenangan tersendiri dengan sepak bola Indonesia.
Dimitrov pernah merajut pengalamannya di Indonesia mulai sejak sebagai pemain hingga menjadi asisten pelatih timnas Indonesia.
Dimitrov tercatat pernah membela Persija Jakarta pada 2002, lalu Petrokimia Putra periode 2003-2004.
Selain itu, ia pernah menjadi asisten pelatih Persipura Jayapura pada 2006-2007 dan asisten pelatih timnas Indonesia pada 2007.
Dimitrov sendiri sangat antusias menghadapi pertandingan ini. Bulgaria lolos ke final usai menggasak Kepulauan Solomon 10-2. Sementara itu Indonesia menghentikan langkah St.Kitts & Nevis empat gol tanpa balas.
“Kami senang bisa menghadapi pertandingan ini. Terutama saya secara pribadi, laga melawan Indonesia adalah pertandingan yang spesial,” tandas Dimitrov.
Lebuh lanjut, ia menegaskan dirinya punya banyak pengalaman dengan sepak bola Indonesia sehingga membuat pertandingan ini sangat spesial baginya.
“Seperti yang Anda ketahui, saya pernah menjadi pemain dan juga asisten pelatih tim nasional Indonesia, sehingga saya memiliki banyak kenangan indah. Jadi, pertandingan ini akan sangat spesial bagi saya.”
Di atas kertas, Bulgaria memiliki ranking FIFA yang jauh lebih tinggi. Tim besutan Dimitrov itu berada di posisi 85 dunia, sementara Indonesia masih tercecer di posisi ke-121. Dimitrov sendiri tak ambil pusing dengan ranking tersebut. Ia melihat perkembangan positif timnas Indonesia belakangan ini.
“Mengenai peringkat FIFA, kami tidak melihat siapa berada di posisi berapa dalam daftar tersebut. Kami lebih fokus pada penampilan kami sendiri, bagaimana mengantisipasi kekuatan Indonesia dan memanfaatkan kelemahan yang dimiliki tim tersebut.”
Ia menilai kehadiran Herdman akan memberikan banyak pengaruh positif. Ia juga menyaksikan sejumlah pertandingan Indonesia sebelumnya.
“Ini akan menjadi pertandingan kedua bagi John Herdman. Saya melihat banyak hal positif dalam permainan Indonesia dibandingkan dengan laga terakhir mereka, kalau tidak salah melawan Irak dan Arab Saudi.”
Ia pun sudah mempersiapkan sejumlah scenario termasuk bila harus menghadapi adu penalti.
“Ya, kami mempersiapkan semua kemungkinan dalam pertandingan ini. Kami bekerja untuk setiap skenario yang mungkin terjadi. Kami mempersiapkan diri untuk segala hal yang bisa terjadi di lapangan.”
FIFA Series memiliki format tersendiri yang menurut Dimitrov menghadirkan tantangan tersendiri.
“Ini sesuatu yang baru. Jika dibandingkan dengan edisi pertama FIFA Series ketika kami bermain di Azerbaijan, situasinya berbeda dan aturannya juga berbeda. Sekarang ini adalah aturan baru, jadi kami harus siap untuk apa pun yang akan terjadi selanjutnya,” tutup pelatih berusia 49 tahun itu.
