JAKARTA, 16 Desember 2025 – Panggung kejuaraan dunia Mobile Legends: Bang Bang, M7 World Championship, akan segera menyuguhkan laga pembuka Swiss Stage yang penuh intrik. Salah satu sorotan utama tertuju pada pertemuan antara perwakilan Indonesia, Alter Ego (AE), melawan sang juara Turki, Aurora (TR).
Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Januari 2026 ini bukan sekadar laga biasa. Ini adalah bentrokan dua kekuatan berbeda: Alter Ego yang datang dengan status runner-up MPL ID S16 dan membawa filosofi fleksibilitas baru di bawah asuhan Coach Xepher, melawan Aurora Turki yang baru saja menyapu bersih kompetisi domestik mereka di MTC Season 6.
Dengan format Swiss Stage yang kejam—di mana kekalahan di laga pembuka (umumnya Best-of-1 atau BO1) bisa menyeret tim ke jurang eliminasi lebih cepat—kedua tim dipastikan akan tampil habis-habisan. Berikut adalah ulasan mendalam, perbandingan kekuatan, dan prediksi Alter EGO vs Aurora hasil pertandingan ini.

Kilas Balik & Konteks Pertandingan
Secara historis, pertemuan antara tim Indonesia dan Turki jarang terjadi di level klub, namun peta kekuatan global MLBB telah bergeser. Kemenangan tim Turki atas Indonesia di ajang IESF WEC 2025 baru-baru ini menjadi sinyal bahaya bahwa wilayah Eropa/Turki tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.
Alter Ego datang ke M7 World Championship dengan narasi “penebusan”. Setelah musim yang panjang dan penuh drama di MPL ID S16, mereka berhasil membuktikan diri sebagai salah satu tim terkuat di dunia dengan menyingkirkan raksasa seperti EVOS dan RRQ di babak playoff, sebelum akhirnya tunduk pada ONIC.
Di sisi lain, Aurora (TR) adalah “Raja Turki”. Mereka mendominasi MTC Season 6 dengan rekor yang nyaris sempurna, termasuk kemenangan telak 4-0 di babak final melawan BGT. Mereka datang ke Jakarta bukan untuk sekadar berpartisipasi, tetapi untuk membuktikan bahwa gelar juara mereka valid di kancah internasional.
Bedah Kekuatan Roster: Skill & Komposisi
Alter Ego (Indonesia)
-
Roster Utama: Nino (EXP), Yazuke (Jungle), Hijumee (Mid), Arfy (Gold), Alekk/Ivann (Roam).
-
Pelatih: Xepher

Di bawah arahan Kenny “Xepher” Deo, Alter Ego bertransformasi menjadi tim yang sulit ditebak. Kekuatan utama mereka terletak pada “Draft Flexibility”.
-
Nino (EXP Lane): Sebagai kapten dan veteran, Nino adalah pilar mentalitas tim. Kemampuannya menggunakan hero-hero sustain maupun damage dealer di EXP lane memberikan kenyamanan bagi rekan-rekannya.
-
Yazuke (Jungler): Pemain muda ini adalah ujung tombak agresivitas AE. Ia dikenal dengan pool hero Assassin yang luas, namun juga disiplin saat menggunakan Tank Jungler. Keberaniannya melakukan dive seringkali menjadi kunci snowballing AE.
-
Hijumee (Mid Lane): Mantan pemain EVOS ini membawa stabilitas. Penguasaan hero mage high-ground (seperti Pharsa atau Yve) dan utility (seperti Faramis) menjadikan dia poros rotasi tim.
Aurora (Turki)
-
Roster Utama: Lunar (EXP), Tienzy (Jungle), Rosa (Mid), Sigibum (Gold), Pagu (Roam).
-
Pelatih: Badgalseph

Aurora Turki bermain dengan gaya khas Eropa: brawl yang terstruktur. Mereka tidak takut meladeni perang sejak menit awal.
-
Tienzy (Jungler): Motor serangan Aurora. Tienzy memiliki statistik kill participation yang sangat tinggi di liga domestik. Ia adalah ancaman utama yang harus diredam oleh Yazuke.
-
Rosa (Mid Lane): Sering menjadi playmaker tak terduga. Rosa dikenal memiliki mekanik mikro yang tinggi, mampu mengimbangi laning phase melawan midlaner Asia Tenggara.
-
Sigibum (Gold Lane): Penjamin late game. Jika AE gagal menutup game dengan cepat, Sigibum bisa menjadi mimpi buruk dengan positioning yang sangat rapi.
Analisis Kelebihan dan Kekurangan
Alter Ego (ID)
-
Kelebihan (+):
-
Kualitas Kompetisi: Terbiasa bermain di MPL ID (liga terkeras di dunia) membuat mental AE lebih teruji menghadapi tekanan tinggi.
-
Faktor Xepher: Sang pelatih dikenal jenius dalam drafting. Ia sering mengeluarkan pocket strat yang membuat lawan kebingungan di fase ban/pick.
-
Macro Play: Rotasi objektif AE jauh lebih rapi dibanding rata-rata tim non-SEA.
-
-
Kekurangan (-):
-
Inkonsistensi “Penyakit Lama”: Seperti yang dikatakan Xepher, musuh terbesar AE adalah diri mereka sendiri. Mereka terkadang kehilangan fokus di game pertama atau melakukan blunder yang tidak perlu saat sudah unggul.
-
Adaptasi BO1: Format Best of 1 di laga pembuka sangat tricky. AE seringkali butuh satu game pemanasan untuk “panas”, yang mana tidak ada ruang untuk itu di sini.
-
Aurora (TR)
-
Kelebihan (+):
-
Faktor Kejutan: Data mengenai gaya bermain spesifik Aurora melawan tim SEA masih minim. Ini bisa dimanfaatkan untuk mengejutkan AE dengan meta tak lazim.
-
Agresivitas Tanpa Beban: Sebagai underdog, Aurora akan bermain lepas (nothing to lose). Gaya main tabrak mereka bisa merusak tempo rapi yang biasanya dibangun tim Indonesia.
-
-
Kekurangan (-):
-
Disiplin Late Game: Tim-tim luar SEA seringkali kesulitan menutup game saat memasuki menit 15 ke atas (Lord 3). Manajemen wave minion mereka sering kalah dibanding tim ID.
-
Pool Hero: Jika signature hero Tienzy atau Rosa di-ban (misalnya Fanny atau Joy), efektivitas permainan mereka cenderung menurun drastis.
-
Prediksi Pertandingan
Skenario Pertandingan
Laga ini kemungkinan besar akan ditentukan di 5 menit pertama. Aurora Turki diprediksi akan mencoba bermain rusuh di area Jungle milik Yazuke untuk mengganggu ritme farming.
Namun, Alter Ego memiliki laning phase yang lebih solid. Nino di EXP lane diprediksi akan mendominasi Lunar, memberikan ruang bagi Hijumee dan Roamer AE untuk melakukan rotasi ke Gold Lane dan mengamankan Arfy. Jika AE berhasil selamat dari gempuran awal (Early Game) Aurora, perbedaan kualitas Macro akan terlihat jelas di Mid Game.
Kunci kemenangan Alter Ego adalah Kesabaran. Jangan terpancing war yang tidak perlu tanpa adanya objektif (Turtle/Lord). Sementara untuk Aurora, kunci kemenangan mereka adalah All-in Aggression; mereka harus menyelesaikan game di bawah 15 menit sebelum makro AE mengambil alih.
Persentase Kemenangan
Melihat rekam jejak, kualitas liga domestik, dan kedalaman strategi:
-
Alter Ego (ID): 75%
-
Aurora (TR): 25%
Meskipun Turki sedang naik daun, kesenjangan skill makro antara MPL ID dan MTC Turki masih cukup lebar. Alter Ego yang sudah terbiasa menghadapi “monster” seperti ONIC dan RRQ seharusnya bisa mengatasi tekanan dari Aurora.
Prediksi Skor
Mengingat ini adalah laga pembuka Swiss Stage yang umumnya menggunakan format Best of 1 (BO1):
⚔️ Prediksi Skor: Alter Ego 1 – 0 Aurora
Jika pertandingan ternyata menggunakan format Best of 3 (BO3):
⚔️ Prediksi Skor: Alter Ego 2 – 0 Aurora
Alter Ego diprediksi akan memenangkan pertandingan ini dengan durasi sekitar 14-17 menit, mengandalkan dominasi objektif Lord dan kemenangan teamfight besar di area sungai. Kemenangan ini akan menjadi langkah awal yang manis bagi Nino dkk. untuk melaju ke babak selanjutnya.
Analisis “Mind Games” Draft Pick: Xepher (AE) vs Badgalseph (Aurora)
Berikut ini adalah analisis simulasi Draft Pick mendalam untuk laga Alter Ego vs Aurora, dengan fokus pada strategi Coach Xepher (AE) menghadapi gaya agresif tim Turki.
Analisis ini diasumsikan menggunakan Meta M7 (Desember 2025) yang cenderung mengutamakan hybrid jungler, midlaner dengan crowd control luas, dan gold laner mandiri.
Dalam format Best of 1 (BO1) di Swiss Stage, draft adalah 60% kemenangan. Xepher dikenal sebagai pelatih yang suka melakukan counter-setup (menunggu musuh memperlihatkan strategi, lalu mematahannya). Melawan Aurora yang agresif, Xepher kemungkinan akan memprioritaskan hero-hero Anti-Dive dan Map Control.
Fase 1: The Banning Phase (Respect & Meta)
Di sini, Xepher akan membuang hero yang bisa mengacaukan tempo rapi Alter Ego, sementara Aurora akan mencoba mematikan hero pool luas dari Yazuke dan Nino.
-
Alter Ego (Xepher) Bans:
-
Fanny: Respect Ban mutlak untuk tim Turki/Eropa. Tienzy (Jungle Aurora) sangat berbahaya jika diberikan hero mobilitas tinggi ini. AE tidak mau ambil risiko di BO1.
-
Suyou: Hero fighter/assassin yang terlalu overpowered (OP) di meta saat ini. Fleksibilitasnya di Jungle atau EXP terlalu berisiko dilepas.
-
Mathilda: Untuk memutus kemampuan Aurora melakukan engage/disengage cepat. Xepher ingin memaksa Aurora bertarung sampai mati tanpa “tiket pulang gratis”.
-
-
Aurora (TR) Bans:
-
Ling: Menghormati mekanik Yazuke. Ling memberikan AE akses split push yang sulit dihentikan oleh gaya main “tabrak” Aurora.
-
Valentina: Hijumee sangat berbahaya dengan hero ini karena bisa mencuri ultimate area besar milik Aurora.
-
Tigreal: Signature hero dari roamer AE (Alekk/Ivann) yang bisa membalikkan keadaan dalam satu momen montage.
-
Fase 2: The Priority Picks (First Phase)
Jika Alter Ego mendapatkan First Pick (Blue Side), strategi mereka adalah mengamankan hero yang fleksibel dan kuat dalam teamfight objektif.
-
Alter Ego (Pick 1): Zhuxin / Yve
-
Alasan: Xepher mengamankan Midlaner dengan kemampuan zoning area luas. Zhuxin (jika tidak di-ban) adalah prioritas utama untuk mengganggu pergerakan Tienzy masuk ke area sungai/objektif.
-
-
Aurora (Pick 1 & 2): Nolan & Ruby
-
Alasan: Aurora langsung mengamankan Nolan untuk Tienzy agar tetap punya jungler agresif yang bisa farming cepat. Ruby diambil sebagai flex pick (bisa Roam atau EXP) untuk setup kerusuhan jarak dekat.
-
-
Alter Ego (Pick 2 & 3): Baxia & Claude
-
Alasan:
-
Baxia (Jungle): Jawaban Xepher untuk assassin musuh. Baxia punya mobilitas tinggi untuk cover lane dan durabilitas untuk menahan burst damage Nolan.
-
Claude (Gold): Arfy butuh hero mandiri. Claude bisa masuk dan keluar pertempuran dengan cepat (Blazing Duet), sangat efektif melawan komposisi Aurora yang diprediksi akan kumpul kebo.
-
-
Fase 3: The Second Phase (Targeting & Counters)
Setelah melihat inti permainan lawan, kedua pelatih akan menyempitkan opsi lawan di sisa role.
-
AE Bans: Target ke Gold Lane Aurora (misal: Wanwan dan Harith) agar Sigibum tidak bisa bermain terlalu agresif.
-
Aurora Bans: Target ke EXP Lane Nino (misal: Terizla dan Benedetta) untuk mengurangi dampak area Nino.
Fase 4: The Finishing Touch (Last Picks)
-
Aurora (Pick 3 & 4): Ixia & Vexana
-
Komposisi: Aurora memilih Ixia untuk Gold Lane (kombinasi maut dengan Ruby yang bisa mengumpulkan musuh) dan Vexana di Mid untuk burst damage instan. Ini adalah komposisi “Wombo Combo” klasik: Ruby tarik -> Vexana CC -> Ixia Ultimate.
-
-
Alter Ego (Pick 4 & 5): Cici & Chip
-
The Xepher Special (Pick 5 – Chip): Ini adalah kartu As-nya.
-
Cici (EXP): Nino menggunakan Cici untuk kiting (cicil damage sambil lari). Cici bisa mengacak-acak posisi belakang Aurora (Ixia/Vexana) tanpa mudah tertangkap.
-
Chip (Roam): Mengapa Chip? Karena Aurora ingin bermain ngumpul. Chip memberikan Alter Ego keunggulan Makro Global. Jika Aurora melakukan ganking 4 orang di bawah, Chip bisa memanggil seluruh tim AE lewat portal untuk membalikkan keadaan menjadi 5vs4 seketika.
-
-
Ringkasan Komposisi Tim (Draft Result)
Kunci Kemenangan (Win Condition)
-
Untuk Alter Ego: Kuncinya ada di Portal Chip dan Blazing Duet Claude. Xepher merancang draft ini untuk counter-engage. Saat Aurora melakukan inisiasi (Ruby maju + Vexana Ulti), AE harus sabar, lalu Chip membuka portal untuk backup, sementara Baxia menabrak lini depan, dan Claude melompat ke belakang untuk menghabisi Ixia.
-
Untuk Aurora: Mereka harus menang sebelum menit 12. Kombo Ruby + Ixia sangat mematikan di ruang sempit (sekitar Lord). Jika mereka berhasil menangkap Arfy (Claude) sebelum dia punya stack, Aurora bisa menang mudah.
Kesimpulan Analis
Secara draft, Alter Ego memegang kendali 60-40. Draft Xepher (Chip + Claude) adalah hard counter untuk komposisi teamfight statis yang biasa dibawa tim Turki (Ixia/Vexana). Selama Nino dan Yazuke disiplin menjaga portal Chip, Alter Ego seharusnya bisa mengurung Aurora di markas mereka sendiri.
