Inter Milan meraih kemenangan penting dalam lanjutan pertandingan Serie A 2025/2026 saat menjamu Parma di Giuseppe Meazza pada Senin, 4 Mei 2026 dini hari WIB. Internazionale Milan menang dua gol tanpa balas.
Sepasang gol tuan rumah dicetak oleh Marcus Thuram di menit ke-45+1 dan Henrikh Mkhitaryan di menit ke-80.
Kemenangan ini lebih dari cukup mengantar Inter Milan ke tangga juara. Sebelum pertandingan Inter sudah berada di ambang Scudetto dengan hanya membutuhkan satu poin.
Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez tak bisa menyembunyikan kegembiraannya usai timnya meraih Scudetto ke-21 sepanjang sejarah klub.
“Apa yang saya katakan saat itu adalah apa yang saya rasakan dan sudah saya pendam di dalam hati. Saya tidak merencanakannya, saya hanya melihat beberapa hal yang tidak saya sukai, dan saya mengatakan apa yang saya pikirkan.”
Striker asal Argentina itu mengaku sangat bahagia dengan pencapaian ini. Sungguh tidak mudah bagi mereka untuk bangkit setelah musim yang buruk.
“Kami merasa sangat bahagia sekarang. Tidak mudah untuk memulai kembali setelah musim di mana kami kehilangan semua kompetisi yang kami ikuti tepat di akhir, tetapi saya sangat senang hari ini dengan pencapaian ini.”
Selain mengapresiasi rekan-rekan setim, ia pun tak menampik peran penting sang pelatih Cristian Chivu. Pria asal Rumania itu disebut ikut memberikan pengaruh positif bagi tim.
“Pelatih bekerja sangat baik dengan membawa energi segar dan antusiasme. Jadi setelah empat tahun yang luar biasa bersama Simone, mungkin kami butuh perubahan suasana setelah Final Liga Champions itu.”
Lautaro menyebut Chivu adalah sosok yang benar-benar merangkul dan memaksimalkan kemampuan setiap pemain tanpa terkecuali.
“Chivu memastikan semua orang merasa dilibatkan dan bahkan bisa berlatih dengan senyuman, itu sangat membantu.”
Inter masih berpeluang menambah gelar sebelum musim ini berakhir. Gelar kedua berpeluang didapat dari ajang Coppa Italia yang mana Lautaro dan kawan-kawan akan menghadapi partai final versus Lazio di Stadio Olimpico.
“Selalu ada lebih banyak ruang di lemari trofi! Ini adalah mentalitas saya dan juga Inter, jadi saya sangat bangga mengenakan seragam ini,” tegasnya.
Susunan Pemain Inter Milan versus Parma:
Inter Milan (3-5-2): 1-Yann Sommer; 31-Yann Bisseck, 25-Manuel Akanji, 95-Alessandro Bastoni (30-Augusto 67′); 2-Denzel Dumfries, 8-Petar Sucic, 7-Piotr Zielinski (22-Mkhitaryan 67′), 23-Nicolo Barella (16-Frattesi 89′), 32-Federico Dimarco; 9-Marcus Thuram (10-Lautaro Martinez 67′), 94-Francesco Pio Esposito (14-Bonny 46′).
Pelatih: Cristian Chivu.
Parma (3-5-1-1): 31-Zion Suzuki; 39-Alessandro Circati, 37-Mariano Troilo, 3-Abdoulaye Ndiaye; 15-Enrico Delprato, 16-Mandela Keita (24-Ordonez 67′), 41-Hans Nicolussi Caviglia, 10-Adrian Bernabe (22-Sorensen 75′), 14-Emanuele Valeri (29-Carboni 85′); 9-Mateo Pellegrino (23-Elphege 67′), 7-Gabriel Strefezza (11-Almqvist 75′).
Pelatih: Carlos Cuesta.
